Pendidikan

Diskusi Online Dampak Covid-19 Terhadap Sistem Politik dan Kehidupan Sosial

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 6639 Kali
Diskusi Online Dampak Covid-19 Terhadap Sistem Politik dan Kehidupan Sosial

Diskusi online bertema Dampak Covid-19 terhadap Sistem Politik dan Kehidupan Sosial diselenggarakan Mata Garuda Kaltim. (freepik/pikisuperstar)

Covid-19 bukan hanya tentang kesehatan. Dampak dari pandemi tersebut merebak di banyak bidang.

Ditulis Oleh: Mustika Indah Khairina
04 April 2020

kaltimkece.id Mata Garuda Kaltim, organisasi alumni LPDP, hadir lagi dengan seri diskusi seputar pandemi Covid-19. Sebelumnya mengangkat tema kesehatan dan pendidikan. Kali ini, sosio-politik menjadi topik utama.

Mengusung tema “Dampak Covid-19 terhadap Sistem Politik dan Kehidupan Sosial”. Ada tiga topik pembahasan. Pertama, aspek kehidupan sosial masyarakat. Konteksnya adalah situasi sebelum, saat, dan proyeksi pasca-pandemi.

Masyarakat diajak berdiskusi tentang langkah adaptasi dan mitigasi yang bisa dilakukan di tengah krisis pandemi. Baik saat ini maupun masa yang akan datang.

Kedua, mengenai aspek perpolitikan. Yaitu respons dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19. Dalam hal ini, paket kebijakan yang baru diterbitkan akan menjadi sorotan. Apakah cukup? Bagaimana seharusnya pemerintah mendudukkan pandemi ini dari segi politik pembangunan, ekonomi, dan sosial budaya? Adakah contoh sistem politik yang ideal untuk menghadapi situasi ini?

Terakhir, masih berkaitan aspek politik. Tentang otonomi daerah di saat krisis. Seperti tertuang di Pasal 5 dan 10 Undang-Undang 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular, upaya penanggulangan dan pembiayaan merupakan kewajiban pemerintah pusat. Namun dalam urusan pembatasan transimisi, pemerintah daerah tetap di garda terdepan. Lantas, di manakah seharusnya letak tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah merespons situasi krisis seperti ini?

Yusran Darmawan, seorang peniliti dan antropolog lokal akan menjadi narasumber utama dalam diskusi nanti. Ia menamatkan pendidikan S1 jurusan komunikasi di Universitas Hasanuddin. Gelar S2 pertamanya diperoleh dari Universitas Indonesia dalam jurusan Antropologi. Dilanjutkan S2 jurusan komunikasi dan pengembangan di Universitas Ohio, Amerika Serikat.

Diskusi kali ini menggunakan format yang sama dengan sebelumnya. Dibagi dua sesi. Yaitu sesi materi dan tanya jawab. Moderator adalah penerima beasiswa LPDP dalam bidang Hukum Internasional Umum dari Universitas Leiden di Belanda, Ria Maya Sari.

Masyarakat dapat berinteraksi langsung melalui diskusi live di halaman Facebook kaltimkece.id. Dilaksanakan Minggu, 5 April 2020, pukul 20.00 Wita.

Mata Garuda Kaltim berharap diskusi kali ini memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi pandemi Covid-19 di luar aspek kesehatan, yang kerap menjadi fokus utama.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Ajeng. Tersambung di WhatsApp +6285348441001 selaku penanggung jawab diskusi Mata Garuda Kaltim. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

 

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar