Pendidikan

Dulu Mahasiswa kini Rektor, Dr Abdunnur Nakhoda Baru Universitas Mulawarman

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 711 Kali
Dulu Mahasiswa kini Rektor, Dr Abdunnur Nakhoda Baru Universitas Mulawarman

Dr Abdunnur menjadi rektor terpilih Universitas Mulawarman periode 2022-2026. FOTO: BAGIAN HUMAS UNMUL

Tiga puluh dua tahun silam, ia mahasiswa Unmul. Hari ini terpilih sebagai rektor di perguruan tinggi yang sama. 

Ditulis Oleh: Samuel Gading
Kamis, 11 Agustus 2022

kaltimkece.id Rampung sudah pemilihan rektor Universitas Mulawarman, Samarinda. Dr Abdunnur Sabraniti meraup suara terbanyak sehingga terpilih sebagai rektor Unmul periode 2022-2026. Akademikus ilmu kelautan itu adalah jebolan Unmul. Ia meraih gelar sarjana atau S-1 dari Unmul pada 1990. Tiga puluh dua tahun kemudian atau sebentar lagi, ia duduk sebagai rektor di kampus tersebut. 

Kamis, 11 Agustus 2022, pukul 10.30 Wita, pemilihan rektor diadakan dalam rapat senat tertutup. Para pemegang suara adalah 86 anggota senat Unmul ditambah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan 47 suara. Dengan demikian, porsinya adalah 65 persen suara Senat Unmul dan 35 persen Kemendikbudristek. 

Sidang itu berjalan selama dua jam. Pemungutan suara dalam persamuhan tersebut memakai sistem one man one vote. Pada pukul 12.30 Wita, hasil pemilihan diperoleh. Abdunnur meraih 62,1 persen dari seluruh suara senat. Sementara itu, dua calon rektor yang lain, Prof Bohari Yusuf dan Dr Idris Mandang, memperoleh 24,2 persen dan 12,9 persen suara. Dr Abdunnur menjadi rektor terpilih Unmul periode 2022-2026. 

“Inilah hasil terbaik yang menentukan arah kampus ke depan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak kompak,” pesan Prof Masjaya, rektor Unmul, kepada kaltimkece.id selepas pemilihan. Ia mengapresiasi panitia karena agenda ini berjalan dengan sejuk dan aman. 

Ditemui kaltimkece.id setelah sah menjadi rektor Unmul terpilih, Abdunnur mengaku gembira dengan hasil pemungutan suara. “Excited (bahagia) rasanya bisa terpilih sebagai rektor. Namun saya sadar, saya tidak akan bisa bekerja sendirian,” tuturnya. 

Abdunnur memastikan, tetap mengacu konsep continuity-acceleration to achieve the great Unmul yang diusungnya. Roadmap pembangunan Unmul sampai 2034 tetap dilanjutkan. Pada 100 hari pertama setelah dilantik Oktober nanti, Abdunnur melanjutkan, akan mengevaluasi program kampus yang belum optimal. Langkah pertamanya adalah memaksimalkan Susunan Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Unmul. 

“Yang diperlukan Unmul sekarang adalah superteam, bukan superman. Saya yakin, semua bisa dicapai kalau bareng-bareng,” tutur alumnus Fakultas Pertanian, Unmul, tersebut.

Dulu Mahasiswa, Kini Rektor Unmul 

Abdunnur lahir di Bulungan, kini Kalimantan Utara, pada 8 Maret 1967. Ia pindah ke Samarinda saat duduk di sekolah dasar. Ayahnya bekerja di Kantor Agama. Abdunnur kemudian masuk SMP 1 Samarinda dan SMA 1 Samarinda.  

Selulus SMA pada 1986, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian, Unmul. Hobinya memancing hingga bermalam di kolam kampus Faperta. Semasa mahasiswa, Abdunnur menjadi asisten dosen. Abdunnur meraih gelar insinyur –predikat saat itu bagi lulusan S-1 dari rumpun ilmu eksakta pada 1990. Ia diterima sebagai dosen di Program Studi Sumber Daya Perikanan, Fakultas Pertanian, Unmul, setahun setelah diwisuda. 

Abdunnur merengkuh gelar Master Ilmu Kelautan dari Institut Pertanian Bogor dengan predikat summa cum laude pada 1997. Gelar doktornya diterbitkan Nihon University, Jepang. Akademikus yang turut merintis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unmul, itu menjabat ketua Program Studi Sumber Daya Perikanan (2000-2004), Manajemen Sumber Daya Perairan (2004-2008), dan wakil dekan II (2008-2012). 

Abdunnur menjadi dekan FPIK (2012-2014) sebelum menduduki posisi wakil rektor II sejak 2018. Pada Oktober 2022 nanti, ia akan dilantik sebagai rektor Unmul. 

Baca juga:
 

Sebagai penyelenggara negara, Abdunnur telah melaporkan harta kekayaan. Sebagaimana dimuat di laman resmi universitas, harta kekayaan Abdunnur dalam LHKPN 2020 sebanyak Rp 3,13 miliar. Sebagian besar di antaranya berupa sebidang tanah dan bangunan di Samarinda senilai Rp 1,75 miliar. 

Pesan dari Rektor dan Kementerian

Rektor Unmul, Prof Masjaya, mengaku terkejut dengan terpilihnya Abdunnur. Sebagaimana Prof Masjaya, Abdunnur juga pernah mengemban jabatan wakil rektor bidang umum, SDM, dan keuangan (wakil rektor II). Menurutnya, posisi ini dapat memudahkan kerja-kerja rektor terpilih. Setidaknya, kata guru besar ilmu sosial dan politik itu, 80 persen aktivitas perguruan tinggi di bawah pengawasan wakil rektor II.  

“Sederhananya begini, dari 10 surat yang saya tanda tangani, delapan harus diminta pertimbangannya (disposisi) oleh wakil rektor II. Saya kira ini modal yang cukup (bagi Abdunnur) untuk memajukan kampus,” jelasnya. 

Infografik rektor terpilih Unmul, Dr Abdunnur.  DESAIN GRAFIK: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID
 

Prof Masjaya juga berpesan agar Dr Abdunnur tidak terlena dengan berbagai pencapaian Unmul. Contohnya, Unmul menjadi kampus terbaik di Pulau Kalimantan. Kampus Hijau –sebutan Unmul– juga memperoleh akreditasi A atau unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Indonesia Timur setelah Universitas Hasanuddin di Makassar. 

Rektor juga meminta performa Unmul dipertahankan bahkan ditingkatkan. Menjelang kedatangan IKN Nusantara, Unmul harus menunjukkan komitmen kepada pemerintah pusat. “Apapun kebijakan kementerian, jangan sampai tidak ada yang terlaksana oleh Unmul,” pesannya. 

Pesan tersebut diamini perwakilan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendikbudristek, Teungku Faisal. Menurutnya, partisipasi Unmul diharapkan dalam berbagai program kementerian. Program Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka (Kedai Reka) dan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah beberapa contohnya. Kemendikbudristek juga berharap agar Unmul menjadi universitas pembina yang mendorong peningkatan akreditasi kampus lain di Pulau Kalimantan. 

“Mudah-mudahan, semua program kementerian bisa didukung sebaik-baiknya agar masyarakat Kaltim sejahtera dan mencapai target Indonesia Emas pada 2045,” harapnya. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar