Pendidikan

Ketika Samarinda Bercerita di Lobby Hotel Midtown, Perkenalkan Keunikan Kota Tepian

person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 1913 Kali
Ketika Samarinda Bercerita di Lobby Hotel Midtown, Perkenalkan Keunikan Kota Tepian

Richard P Ririhena memberikan sertifikat kepada Ramadhan S Pernyata. (bobby lolowang/kaltimkece.id)

Ketika cerita kekurangan kata-kata, biarlah foto yang bercerita.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
16 November 2019

kaltimkece.id Selama 11 hari, dari 4 November 2019, pemandangan tak biasa tersaji di Hotel Midtown Samarinda. Lantai lobby hotel tersebut berisikan pameran fotografi bertajuk "Ketika Samarinda Bercerita".

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Program Studi Desain Produk Politeknik Negeri Samarinda dengan Midtown Hotel Samarinda. Pada hari terakhir, 15 November 2019, acara ditutup Creative Talkshow dengan dua pembicara utama. Yakni Richard P Ririhena, general manager Midtown Hotel Samarinda; dan Ramadhan S Pernyata, dosen Desain Produk Polnes.

Pameran fotografi tersebut menampilkan karya foto dengan tema human interest. Dari berbagai aktivitas khas dan unik di Samarinda, hingga tempat-tempat menarik di sekitar Kota Tepian. Setiap karya yang ditampilkan, merupakan hasil jepretan para mahasiswa program studi tersebut. Diambil dengan kamera digital SLR hingga kamera ponsel pintar yang digunakan sehari-hari.

Dalam talkshow tersebut, Ramadhan S Pernyata sebagai dosen pembina, menjelaskan latar belakang di balik sebagian besar karya yang dipamerkan.

Polnes menerapkan kurikulum berbeda dibanding perguruan tinggi serupa di Pulau Jawa. Sementara fotografi biasanya mata kuliah pilihan, kurikulum di Desain Produk Polnes menjadikannya mata kuliah umum yang wajib diambil. Demikian sedari dulu.

Maka, selama hampir 18 tahun, kegiatan pameran fotografi adalah hal umum yang dilakukan pada semester genap. Khusus tahun ini, baru pertama kali diselenggarakan di hotel. Para mahasiswa dan dosen menyambut antusias.

“Dan karya-karya foto yang dipamerkan kali ini tak ada objek bukan dari Kaltim. 80 persen dari Samarinda. Dari orang, tempat, hingga makanan,” terang Ramadhan.

Ada 16 pertemuan dalam mata kuliah fotografi. Sebagian besar tak dilakukan di kelas. Dikemas jadi kompetisi yang fun untuk para mahasiswa. Berlomba mencari tempat unik hingga aneh untuk jadi objek foto. “Kami selalu menerapkan mata kuliah ini dilakukan dengan fun. Karena seni rupa dan desain itu kental dengan ekspresi dan kreativitas. Wajib dilakukan dengan senang. Karena kita bukan program studi teknik, melainkan olah rasa,” urainya.

GM Hotel Midtown Samarinda Richard P Ririhena, menyambut baik kreasi para mahasiswa. Membuka pintu selebar-lebarnya untuk event serupa kembali dihelat pada kesempatan lain.

“Sebelum ini kami juga menyelenggarakan pameran foto tentang Samarinda tempo dulu. Dan pada kesempatan ini, foto-foto para mahasiswa banyak memberikan kondisi Samarinda dari berbagai aspek. Terutama di sisi human interest. Kami berharap ke depan bisa diadakan lagi,” sebut Richard.

Banyak hal positif didapat dari pameran fotografi tersebut. Respons para tamu hotel di Jalan Hasan Basri No 58, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang itu juga begitu antusias. Makin penasaran dengan hal-hal menarik di Samarinda yang tergambar dari sejumlah foto. “Banyak tamu dari luar Samarinda semakin tertarik. Yang tadinya enggak tahu tempat tertentu, jadi pengin tahu setelah melihat foto-foto ini,” terangnya.

Bagi dunia pariwisata, hal ini bisa jadi dorongan baru. Menampilkan objek wisata andalan Kota Tepian, maupun yang belum banyak dikenali, untuk semakin diketahui publik. Richard sendiri, sejak tiba di Samarinda pada 2016, bisa merasakan banyak potensi pariwisata dapat digali dari Kota Tepian. Kota yang kaya budaya dan tradisi.

“Bahkan orang Kalimantan ada saja yang belum tahu Desa Budaya Pampang. Dengan kemasan menarik dari fotografi, semakin banyak hal bisa diceritakan tentang Samarinda,” imbuhnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar