Pendidikan

Wisuda Unmul Gelombang II Unmul Diikuti 922 Lulusan, Tantangan untuk Taat Administrasi

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 854 Kali
Wisuda Unmul Gelombang II Unmul Diikuti 922 Lulusan, Tantangan untuk Taat Administrasi

Prosesi wisuda gelombang II Unmul 2021. (samuel gading/kaltimkece.id)

Ilmu dan pengalaman di kampus saja tidaklah cukup menjawab tantangan ke depan.

Ditulis Oleh: Samuel Gading
26 Juni 2021

kaltimkece.id Wisuda Diploma, Sarjana, Pascasarjana, dan Doktor, Universitas Mulawarman (Unmul) Gelombang II kembali digelar. Seperti lima wisuda yang diadakannya sebelumnya. Acara pelepasan toga itu terlaksana secara daring dan luring. Meluluskan 922 Mahasiswa, lulusan diminta untuk rendah hati. 

Sabtu, 26 Juli 2021 sebagai kampus terbesar di Bumi Etam. Rektor Unmul, Prof Masjaya mengakui bahwa prestasi yang digapai Unmul sudah banyak. Salah satunya adalah posisi pertama universitas se-Indonesia dalam penelitian dan inovasi di bidang energi, sesuai rilis yang dikeluarkan lembaga internasional SCImago Institutions Rankings. Unmul juga menempati posisi ke-189 se-Asia dan peringkat ke-365 sedunia menurut pemeringkatan bergengsi ini.

Akan tetapi, Masjaya mengatakan hal ini juga tidak boleh membuat lulusan cepat berbangga diri. Sebab, salah satu indikator keberhasilan kampus adalah kontribusi alumninya terhadap masyarakat. Kebesaran Unmul sebutnya, kini berada di pundak mereka yang diwisuda hari ini.

“Apa yang disampaikan wakil wisudawan dari Fakultas Teknik tadi itu betul. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan di kampus saja tidaklah cukup untuk menjawab tantangan ke depan,” ucap Rektor Unmul, Prof Masjaya, dalam sambutannya.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul Prof Mustofa Agung Sardjono, menyebut bahwa dalam Wisuda Gelombang II ini. Gelar lulusan terbaik sarjana jatuh kepada Inggal Ayu Noorsanti. Mahasiswi Program Studi Hukum, Fakultas Hukum ini memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dengan masa studi 2 tahun enam bulan, predikat dengan pujian. 

Berikutnya program profesi, lulusan terbaik jatuh kepada Gerit dari Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran. Dengan IPK 3.64 dan masa studi 2 tahun 6 bulan, predikat sangat memuaskan.

Adapun untuk program pascasarjana, gelar lulusan terbaik diraih Syahidul dari Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meraih IPK 4.0 dengan masa studi 1 tahun 7 bulan, predikat dengan pujian.

Adapun lulusan terbaik program doktor diraih Suranto dari program studi Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meraih IPK 3,95 dengan masa studi 3 tahun 5 bulan, predikat dengan pujian.

Dia mengatakan terdapat tiga fakultas yang menghasilkan wisudawan terbanyak yakni, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 127 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan 99 Mahasiswa, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan 309 mahasiswa.

Lima Terhalang Verifikasi Nomor Ijazah

Ditemui selepas prosesi, Prof Mustofa mengungkapkan bahwa terdapat 5 lulusan yang tidak mengikuti prosesi itu hari ini. Lima orang tersebut terkendala syarat administrasi yakni nomor ijazah nasional. Hal ini dikarenakan sejak Januari tahun ini seluruh ijazah harus menggunakan nomor nasional yang diregistrasi melalui Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL).

Dulu, data tersebut diisi oleh pihak universitas. Namun saat ini data harus diisi sendiri oleh calon lulusan. Data akan disinkronisasi antara universitas asal dengan pangkalan data Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Sehingga ketika data tersebut tidak sinkron nomor ijazah tidak bisa diberikan. Wisuda pun tidak bisa dilakukan.

“Ada kemungkinan perbedaan data di pusat dan universitas yang perlu diperbaiki. Sementara dari kementerian menuntut data tersebut agar sama persis. Mohon maaf dan mohon dipahami, ya,” ucapnya.

Alhasil, pihaknya pun mengarahkan kelima orang tersebut untuk mengikuti wisuda Gelombang III pada September mendatang. Sebagai pengingat, Prof Mustofa juga mengimbau agar calon wisudawan teliti terhadap kelengkapan administrasi.

Hingga saat ini, kampus dengan almamater kebesaran kuning tersebut mengelola 13 fakultas dan 1 program pascasarjana (PPS). Terbagi 98 program studi (prodi) dengan dua prodi D-3, 64 prodi S-1, tujuh prodi program profesi, 14 prodi S2, satu prodi spesialis, dan lima prodi S3. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar