WARTA

Penyebab Beasiswa Kaltim Tuntas Terancam Batal, Akibat Belanja Pemprov Tak Mencapai Target

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 955 Kali
Penyebab Beasiswa Kaltim Tuntas Terancam Batal, Akibat Belanja Pemprov Tak Mencapai Target

Program Beasiswa Kaltim Tuntas. (foto: istimewa)

Puluhan ribu pelajar terancam tak bisa menikmati Beasiswa Kaltim Tuntas tahap kedua. Gara-gara penyerapan APBD tak memenuhi harapan.

Ditulis Oleh: Samuel Gading
13 Oktober 2021

kaltimkece.id Restu Almalita, 21 tahun, sedang mengerjakan tugas akhir di kediamannya di Bontang ketika ponselnya berdenting. Seorang temannya mengirimkan tautan berita lewat aplikasi percakapan. Program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) 2021 tahap kedua terancam batal menjadi topik berita tersebut. Dahi Restu mengernyit setelah membacanya.

Rabu, 13 Oktober 2021, mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mulawarman, tersebut dirundung kegalauan. Bagiamana ceritanya, kata dia, BKT 2021 bisa terancam batal. Menurutnya, kabar tersebut datang dadakan. Ia pun menumpahkan kekesalannya mengenai darmasiswa pengganti Kaltim Cemerlang tersebut.  

“Selama ini, sulit sekali mencari informasi mengenai kapan pencairan dan pelaksanaan verifikasi tahap dua program tersebut,” kata Restu kepada kaltimkece.id.

Restu adalah satu dari 110 ribu pendaftar BKT 2021 tahap kedua. Dia mendaftar pada kategori umum dengan jenis beasiswa tuntas. Setelah mengikuti verifikasi tahap satu pada Mei lalu, Restu masuk dalam daftar tunggu penerima BKT 2021 tahap kedua. Total, ada 61.113 siswa dan mahasiswa dalam daftar tunggu ini.

_____________________________________________________PARIWARA

Defi Qolbi Fillah, 19 tahun, adalah salah satu perempuan yang namanya masuk daftar tunggu tersebut sejak Agustus lalu. Dia pun menyatakan kecewa andai BKT 2021 tahap kedua dibatalkan. Pasalnya, bukan perakara gampang bagi Defi mengikuti program tersebut. Menunggu pengumumannya selama empat bulan, kata dia, terbilang lama.

“Saya bahkan pernah menghubungi lewat email untuk meminta kepastian. Tapi enggak ada respons,” keluh mahasiswi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unmul, tersebut. Dia pun memberikan saran kepada pihak terkait BKT. “Kalau memang tidak mampu diproses cepat, jangan berikan harapan-harapan,” ujar Defi.

BKT Kedua Masih Diupayakan

BKT 2021 tahap kedua terancam batal karena DPRD Kaltim disebut belum menyetujui usulan APBD Perubahan Kaltim 2021. Salah satu program dalam anggaran tersebut adalah BKT senilai Rp 77 miliar. Anggota Badan Anggaran DPRD Kaltim, Syafruddin, menjelaskan alasannya.

Sampai saat ini, kata dia, belanja Pemprov Kaltim belum mencapai target. Pada September 2021, dana yang terserap dari APBD Kaltim baru mencapai 36 persen, jauh dari harapan. Tiga bulan yang tersisa pun diyakini tak membuat penyerapan anggaran mencapai target. Inilah yang menjadi dalih DPRD Kaltim berencana menolak rancangan APBD-P 2021 sebesar Rp 900 miliar.

“Sudah sembilan bulan (penyerapan anggaran) belum mencapai 50 persen. Jadi, tentu tidak akan signifikan,” ucap politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu. Sebagai informasi, rapat paripurna membahas kebijakan umum anggaran dan prioritas plafond anggaran sementara pada 11-13 Oktober 2021, dibatalkan. Belum diketahui kapan rapat tersebut digelar.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, menjelaskan bahwa rancangan APBD-P 2021 masih diupayakan disetujui. DPRD Kaltim disebut akan menemui Kementerian Dalam Negeri untuk mengonsultasikan upaya tersebut. “Kami minta saran dan solusi terkait polemik anggaran yang belum ada titik tengah ini,” ucap politikus Partai Amanat Nasional ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kaltim, Muhammad Sa’duddin, mengatakan, jika rancangan APBD-P 2021 tidak disetujui dewan, Pemprov Kaltim menggunakan APBD murni 2021 sebagai acuan anggarannya nanti. Itu sesuai instruksi Kemendagri.

Sekretaris Provinsi Kaltim, Muhammad Sa’bani, belum mau berkomentar banyak terkait masalah ini. Dia hanya mengatakan, beasiswa sudah diatur dalam peraturan kepala daerah. “Kami fokus saja (anggaran) 2022,” singkatnya kepada kaltimkece.id via telepon.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Ketua Badan Pengelola BKT, Iman Hidayat, enggan menanggapai mengenai BKT tahap kedua yang terancam batal karena kebijakan bukan menjadi kewenangannya. Dia hanya menjelaskan, rancangan anggaran BKT 2021 sebanyak Rp 77 miliar digunakan untuk menjamin biaya pendidikan 18-20 ribu siswa dan mahasiswa. Jika BKT 2021 benar dibatalkan, Iman menjamin, pendaftarnya bisa mengikuti program beasiswa pada tahun berikutnya.

“Secara teknis, jika APBD-P tidak disetujui, statusnya (pendaftar) berubah menjadi bukan penerima beasiswa,” terangnya.

Dia juga menjawab ihwal keluhan mahasiswi Defi Qolbi Fillah. Seluruh informasi BKT, terang Iman, bisa diperoleh di beasiswa.kaltimprov.go.id. Situs tersebut dipastikan selalu update. Mengenai surel yang tak direspons, pihaknya akan membalas surel pada jam kerja.

Mengenai BKT 2021 tahap pertama, kata Iman, sudah bisa dicairkan. Ada 9.103 penerima beasiswa pada tahap ini. Penerimanya akan dibuatkan rekening Bank Mandiri, BRI, atau BTN. Penerima yang sudah wisuda, juga bisa mendapatkan BKT 2021 tahap pertama. Penerimanya diharuskan mengisi laman monitoring, evaluasi, serta mencantumkan status lulusnya.

“Jangan lupa diisi, kalau tidak, nanti tidak bisa mengajukan BKT untuk S-2 atau S-3,” tutup pria berkaca mata ini. (*)

Editor: Surya Aditya

Ralat: Telah terjadi perubahan pada judul artikel ini. Kami memohon maaf atas hal tersebut -Redaksi.

 

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar