kaltimkece.id Dinamika politik di Samarinda mulai berputar menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mendaftar melalui jalur perseorangan berpasangan dengan Syaparuddin. Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, mengaku telah menerima instruksi dari PDI Perjuangan untuk maju pada pemilihan wali kota atau pemilihan gubernur Kaltim.
Ahad, 12 Mei 2024, pukul 23.45 Wita, waktu pendaftaran jalur perseorangan di Komisi Pemilihan Umum Samarinda tersisa 15 menit. Di kantor KPU Samarinda di Jalan Ir Juanda, dua mobil Toyota Innova masuk ke halaman. Satu berwarna hitam satunya lagi putih. Dua pengemudi bergegas keluar dan membuka pintu belakang. Mereka mengeluarkan enam boks berukuran 1 meter x 0,5 meter.
Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, kemudian keluar dan menyalami Tejo Sukarto. Adapun Tejo, adalah perwakilan Andi Harun dan Syaparuddin yang mendaftar melalui jalur independen. Wali kota petahana itu mendaftar melalui jalur independen bersama Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.
"Masih ada satu mobil lagi," ujar Tejo kepada komisioner KPU Samarinda. Ia menyebutkan bahwa total sepuluh boks surat dukungan yang mereka bawa. Setiap boks mewakili kecamatan di Samarinda.
Lima menit sebelum pendaftaran ditutup, terdengar suara keras kira-kira 10 meter dari kantor KPU. Sebuah mobil putih menabrak sepeda motor matic biru hingga penyok. Seorang pengemudi ojek online terkapar sambil memegang dua kakinya.
"Saya tadi sudah berkendara di pinggir," keluhnya.
Dari dalam mobil putih tersebut, seorang pria berbaju putih keluar. Ia adalah Mohammad Yusrul Hana, anggota legislatif Samarinda dari Partai Gerindra dengan daerah pemilihan Sungai Kunjang. Mobil tersebut rupanya merupakan mobil terakhir yang membawa surat dukungan.
Yusrul Hana memutuskan untuk menghampiri pengemudi ojek online yang mengaku bernama Andi tersebut. Dibantu beberapa orang, Andi duduk di trotoar. Sebuah mobil relawan datang. Andi meminta untuk dirawat di tempat saja.
"Tidak ada luka serius, kakinya tidak apa-apa. Hanya ada luka kecil di telapak kanan kiri," ungkap Rizal Evan, salah satu relawan yang bertugas.
Yusrul Hana segera berbagi tugas. Sementara ia mendampingi Andi hingga pulih, beberapa tim penghubung telah membawa empat boks yang tersisa ke halaman KPU Samarinda. Lengkap sudah sepuluh boks berisi surat dukungan tersebut.
Pada pukul 00.08 Wita, delapan menit sejak batas terakhir pendaftaran calon independen ditutup, Firman Hidayat dari KPU Samarinda memimpin proses penerimaan berkas surat dukungan. Ia memutuskan tetap melanjutkan dengan argumen bahwa penghubung telah menemuinya sebelum pukul 23.59 Wita. Proses penerimaan berkas surat dukungan pun tetap dilanjutkan.
Kepada media, Firman mengatakan bahwa proses penghitungan surat dukungan akan dimulai saat itu juga. Namun demikian, ia menerangkan bahwa yang dilakukan hanya memastikan bahwa jumlah surat dukungan lebih dari jumlah minimal dan dengan sebaran yang sesuai. Hal itu sesuai pasal 10 PKPU 3 /2017. Syarat dukungan minimal di Samarinda adalah 7,5 persen dari total 604.420 daftar pemilih tetap. Artinya, perlu 45.332 surat dukungan. Adapun sebaran minimal adalah lebih dari 50 persen dari total 10 kecamatan di Samarinda.
"Dari yang disampaikan oleh perwakilan, mereka membawa 48.984 surat dukungan dari 10 kecamatan," ujarnya. Meskipun begitu, proses penghitungan masih berlangsung untuk memastikan bahwa jumlah surat dukungan dan sebarannya sesuai dengan yang disampaikan.
KPU akan memverifikasi dan memvalidasi melalui berkas tersebut. KPU akan memastikan data-data yang dimasukkan sesuai dengan DPT. Mulai nama, umur, hingga NIK yang tertera. Termasuk mengidentifikasi apabila terdapat surat yang diunggah dua kali.
Perwakilan Andi Harun-Syaparuddin, Tejo Sukarto, menjelaskan bahwa data-data surat dukungan telah dimasukkan di Silon KPU. Namun, data jumlahnya baru mencapai belasan ribu sementara waktu sudah mepet. Mereka memutuskan membawa semua berkas fisik ke Gedung KPU samarinda sesuai peraturan.
Siang sebelumnya, pada hari yang sama, Andi Harun menyampaikan pernyataan dalam Rapat Koordinasi Daerah Partai Gerindra di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Ia memastikan maju kembali di Pilwali Samarinda 2024. Ia mengetahui pendaftaran dari jalur independen namun masih membuka peluang diusung partai politik.
"Independen itu sebenarnya alternatif terakhir," ucapnya. Bekas anggota DPRD Kaltim itu menyebutkan, jika ada partai politik yang mau mengusung, ada kemungkinan pendaftaran ulang dengan calon wakil wali kota yang lain. Apabila akhirnya jalur independen menjadi satu-satunya pilihan, Syaparuddin yang akan mendampinginya.

Instruksi Partai untuk Rusmadi
Sehari sebelumnya di tempat yang lain, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, mengikuti halalbihalal Keluarga Besar Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti). Rusmadi mengatakan tetap membuka diri berkomunikasi dengan siapa pun. Mulai bakal calon Gubernur Kaltim, Isran Noor, Rudy Mas'ud, Mahyudin, dan lainnya.
Ketua DPP Ikapakarti itu mengaku, dirinya adalah kader PDI Perjuangan. Ia telah mendapat instruksi maju di Pilkada Samarinda 2024. Mengenai hal lainnya, Rusmadi masih menunggu perintah partai.
"Saya memang diperintahkan maju di Samarinda, tapi kapan, lihat saja nanti. Ketika saya mengambil formulir (pendaftaran), saya pasti maju. Doakan saja mudah-mudahan. Saya tidak pernah berandai-andai," imbuh bekas sekretaris daerah provinsi Kaltim tersebut, Sabtu, 11 Mei 2024.
Sehari sebelumnya, tujuh organisasi masyarakat menyatakan sikap mendukung bakal calon gubernur Kaltim, bakal calon bupati, dan bakal calon wali kota. Nama Rusmadi termasuk dalam daftar dukungan tersebut.
Baca juga: KKSS Kaltim Bantah Dukung Rudy Mas'ud
Rusmadi mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, perhatian dari tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pertimbangan mengenai sosok yang layak memimpin daerah. (*)