Politik

Maju Pilwali, Andi Harun-Rusmadi Didukung Minimal 19 Kursi DPRD Samarinda

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1204 Kali
Maju Pilwali, Andi Harun-Rusmadi Didukung Minimal 19 Kursi DPRD Samarinda

Andi Harun tinggal menunggu SK DPP Gerindra perihal pengusungannya dalam Pilwali Samarinda 2020. (arditya abdul azis/kaltimkece.id)

Koalisi besar mengemuka memajukan Andi Harun-Rusmadi dalam Pilwali Samarinda 2020. Sejauh ini telah terbentuk dari pemilik 19 kursi di DPRD Samarinda.

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
10 Maret 2020

kaltimkece.id Koalisi besar partai politik bakal terbentuk dalam kontestasi Pilwali Samarinda 2020. Diklaim mengusung pasangan Andi Harun dan Rusmadi Wongso untuk bertarung pada pesta demokrasi mendatang.

Hal ini sudah ditandai dalam deklarasi pasangan tersebut di Samarinda beberapa waktu lalu. Partai-partai yang disebut hadir dalam barisan pengusung adalah PKS, PKB, PPP, Hanura, dan Gerindra.

Partai Gerindra pun telah mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Andi Harun sebagai calon wali kota dan Rusmadi sebagai calon wakil wali kota Samarinda. Diturunkan pada pertengahan Februari 2020.

Namun, rekomendasi tersebut hingga kini belum tertuang dalam surat keputusan atau SK. Andi Harun memastikan SK tersebut hanya persoalan waktu. Ia pun bakal ke Jakarta dalam waktu dekat. Mengambil langsung SK tersebut di DPP Partai Gerindra.

Dengan keluarnya rekomendasi Gerindra, maka lengkap lah lima partai pengusung yang mendukung dirinya dan Rusmadi pada Pilwali Samarinda. Secara komposisi, kelima partai tersebut meliputi Gerindra, 8 kursi; PKS, 5 kursi; PKB, 3 kursi; PPP, 2 kursi; dan Hanura, 1 kursi.

Total 19 kursi terkumpul dari koalisi tersebut. Namun demikian, angka ini malah masih bisa bertambah. Andi Harun mengirim sinyalemen tambahan dukungan dari partai parlemen maupun nonparlemen. "Sekitar dua sampai empat partai lagi. Minimal dua lagi," kata ketua DPD Gerindra Kaltim tersebut, Senin malam, 9 Maret 2020.

Dalam misinya menuju kursi nomor satu di Samarinda, Andi Harun tak mengumpulkan kekuatan dari segi parpol. Jauh sebelumnya, ia telah menyiapkan gagasan utama. Yakni menyelesaikan persoalan banjir di Samarinda dengan tiga skema.

Pertama skema jangka pendek. Yakni melakukan normalisasi drainase dan menertibkan pembuangan dan pengelolaan sampah. Kedua, fokus daya serap air. Optimalisasi dilakukan dengan memanfaatkan bekas lubang tambang menjadi polder. Sedangkan untuk skema jangka panjang adalah normalisasi sungai dan anak sungai di Samarinda. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar