Politik

Menanti Akhir “Jomblo” Wali Kota Samarinda

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 435 Kali
Menanti Akhir “Jomblo” Wali Kota Samarinda

Foto: Akun Facebook Syaharie Jaang

Kursi wakil wali kota Samarinda masih kosong. Tiga partai pengusung berebut posisi. 

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
20 November 2018

kaltimkece.id Penantian pendamping baru Syaharie Jaang di kursi kepemimpinan Samarinda sudah hampir sembilan bulan. Tapi, kelahiran orang nomor dua di ibu kota Kaltim masih samar-samar. Tiga nama mengemuka, tanpa kepastian kapan ditetapkan.

Jabatan Wakil Wali Kota Samarinda kosong sejak meninggal dunianya Nusyirwan Ismail pada 27 Februari 2018. Wali Kota Syaharie Jaang bak single fighter. Namun, tampak tak buru-buru mencari pendamping. Sementara, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai koalisi pengusung, berkutat memunculkan nama terbaik. 

Hanya, ketika sejumlah nama mencuat, Jaang dituding mengulur waktu. Tuduhan tersebut mengemuka dari salah satu partai pengusung. Jaang justru mengklaim belum menerima usulan. 

Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim itu memang tak banyak ambil pusing urusan kandidat wawali. Ia menyerahkan kepada pengurus parpol pengusung untuk mengajukan dua nama pengganti. Dalam proses penetapan wawali, Jaang memosisikan diri sebagai Wali Kota Samarinda, bukan ketua partai. Pria 54 tahun tersebut mengaku hanya ingin fokus bekerja pada sisa masa jabatan. 

“Silakan setiap parpol berdiskusi. Saya tahunya hanya menerima,” tuturnya kepada kaltimkece.id, Senin, 19 November 2018.

Menetapkan sepasang nama kandidat wawali tentu bukan perkara mudah. Kesulitan terbesar adalah pembahasan di parpol pengusung, sebelum dipilih DPRD Samarinda. Dan sementara Jaang meminta dua nama, kandidat yang mengemuka justru tiga. Masing-masing dari ketiga parpol pengusung.

Partai Demokrat dikabarkan memajukan nama Barkati. Ia seorang birokrat dan dikenal aktif dalam organisasi masyarakat kedaerahan di Kaltim. Dua nama lain yakni Saefuddin Zuhri dari NasDem dan Sarwono yang diusung PKS.

Babak baru pencarian pendamping baru Jaang disampaikan Wakil Ketua DPD PKS Samarinda, Mursyid Abdurrasyid. Ketiga partai pengusung telah memiliki jagoan masing-masing. Tahapan berikutnya adalah pengerucutan menjadi dua nama. 

"Yang pasti ini tahap pertama, makanya kemarin kita rapat pansus wawali. Selanjutnya kami meminta panitia kecil bertindak secara teknis. Mereka akan berkirim surat kepada Wali Kota untuk segera mengirimkan dua nama dari tiga yang ada," kata Mursyid, 19 November 2018.

Baca juga:
 

Rapat Paripurna Tim Tata Tertib Pergantian Wawali yang disahkan DPRD Samarinda mestinya digelar Senin (19/11) lalu. Namun, agenda tersebut harus diundur lantaran kekosongan unsur pimpinan di rapat paripurna. Menurut Ketua Tim Tatib Kecil Wawali, Joha Fajal, sesuai keputusan rapim Senin itu, diagendakan paripurna pengesahan tim tatib. Tetapi, setelah paripurna pergantian antar-waktu pada hari yang sama, unsur pimpinan sudah tidak ada. “Mungkin ada salah paham jadwal atau entahlah? Karena, rapat paripurna tatib terakhir sehingga unsur pimpinan tidak ada,” terangnya.

Pengunduran pengesahan tim tatib tentunya berdampak untuk proses selanjutnya. Kata dia, kalaupun pada agenda lagi tentunya melalui proses rapim kembali dengan Banmus. “Ya, tapi bakalan lambat lagi. Ya, itulah pimpinan. Artinya kalau masyarakat mempertanyakan kenapa lambat proses pengisian Wawali, kami kembali segala proses mekanisme ada di tangan pimpinan dewan,” jelasnya.

“Karena semua melalui tahapan. Tidak terlepas dari pimpinan. Kalau pimpinan tidak hadir siapa yang memimpin paripurna,” sambungnya.

Dikatakan Joha, apabila tim tatib ini sudah disahkan, otomatis tim kecil yang dipimpinnya mulai bergerak dengan membuat jadwal tahapan. Pertama meminta kepada unsur pimpinan dewan segera menyurati Wali Kota, agar nama dari tiga partai disodorkan menjadi dua ke DPRD.

Kemudian, setelah ditetapkan dua nanti tersebut, tim menyeleksi dengan memeriksa administrasi sebagai syarat utama. “Kalau itu sudah sesuai, kami menjadwalkan rapat paripurna pemilihan Wawali,” ungkap Joha.

Ketiga calon wawali tentu bukan nama yang masih asing. Barkati pernah mencuat sebagai kandidat calon wakil wali kota Samarinda, 2015 silam. Ketika itu, namanya muncul mendampingi Zuhdi Yahya yang diusung PDI Perjuangan. 

Ditemui kaltimkece.id di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Samarinda, Barkati, telah mengetahui masuk daftar calon wawali dari Partai Demokrat. Ia menyatakan kesiapan jika ditunjuk dan harus meninggalkan statusnya di birokrasi. "Kalau ditunjuk, saya siap. Siap juga untuk meninggalkan status saya," demikian Barkati, Kamis, 15 November 2018.

Dua periode Syaharie Jaang menjabat  sebagai wali kota Samarinda, Nusyirwan setia mendampingi hingga akhir hayat. Sejak itu, kursi wawali kosong. Negara memungkinkan wakil kepala daerah yang berhenti karena berhalangan tetap atau meninggal untuk diganti, sebagaimana tertuang dalam UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah. UU tersebut mengalami perubahan beberapa kali dan yang saat ini berlaku adalah UU 9/2015.

Jaang menyisakan dua tahun sebelum kepemimpinannya berakhir 2020 mendatang. Ada waktu kurang dua tahun bagi calon pendampingnya menjabat wawali. Siapa dia, masih jadi misteri. Bahkan untuk Jaang sendiri.

"Saya sendiri masih menuggu. Saya mintakan bagaimana tiga partai ini bertemu jadi dua nama. Tapi kalau memang enggak ada namanya, ya, saya akan sampaikan apa adanya," pungkas Wali Kota. (*)

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar