• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • WARTA
  • RAGAM
  • Karst Sangkulirang-Mangkalihat Bersiap Jadi Geopark Nasional

WARTA

Karst Sangkulirang-Mangkalihat Bersiap Jadi Geopark Nasional

Kawasan karst yang membentang dari Kutai Timur sampai Berau ini segera diuji kelayakan menjadi geopark nasional. Harapan besar melestarikan anugerah alam, mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan, hingga menjadi pusat edukasi.
Oleh La Hamsah
17 Juni 2026 21:27
Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur, memiliki luas sekitar 22 ribu kilometer persegi. Banyak keanekaragaman hayati di dalamnya. FOTO: ISTIMEWA
Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur, memiliki luas sekitar 22 ribu kilometer persegi. Banyak keanekaragaman hayati di dalamnya. FOTO: ISTIMEWA

kaltimkece.id Proses penetapan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai geopark nasional kini memasuki tahapan akhir. Tiga verifikator dijadwalkan melakukan verifikasi lapangan pada 6 sampai 10 Juli 2026. Mereka akan menguji kelayakan kawasan tersebut sebagai geopark nasional.

Rabu, 17 Juni 2026, seminar dukungan penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat digelar di Hotel Mesra Internasional, Samarinda. Kepada kaltimkece.id sesuai acara tersebut, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Puji Harjanto, mengatakan bahwa seluruh pihak optimistis Karst Sangkulirang-Mangkalihat lolos dalam proses penilaian.

Dukungan pemerintah, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam mendorong kawasan karst tersebut memperoleh pengakuan nasional. Menurut Puji, target pengembangan kawasan ini tidak berhenti di status geopark nasional. Setelah memperoleh pengakuan nasional, Karst Sangkulirang-Mangkalihat akan dipersiapkan menuju United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Global Geopark sebagai bagian dari pengakuan internasional terhadap kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang dimiliki kawasan tersebut.

Ia menjelaskan salah satu fokus persiapan menjelang verifikasi adalah meningkatkan visibilitas dan branding geopark di lapangan. Berbagai aktivitas wisata dan pemberdayaan masyarakat sebenarnya telah berjalan di sejumlah geosite. Hanya saja, kata Puji, belum terintegrasi dalam satu identitas besar sebagai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

"Yang sekarang dilakukan adalah merangkai seluruh aktivitas tersebut dalam satu branding geopark sehingga mudah dikenali oleh masyarakat maupun tim verifikator," ujarnya.

Puji Harjanto, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim. FOTO: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID

Puji Harjanto, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim. FOTO: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID

Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain pemasangan papan informasi, stiker, penanda kawasan, hingga penguatan pemahaman masyarakat mengenai konsep geopark. Dengan demikian, seluruh aktivitas wisata, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat terlihat sebagai bagian dari ekosistem Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Untuk mendukung proses verifikasi, tim pengelola telah menyiapkan sejumlah rute kunjungan yang akan dilalui tim penilai. Verifikator diagendakan tiba di Bandara APT Pranoto, Samarinda, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sangatta dan sejumlah geosite unggulan di Kutai Timur serta Berau.

Rute tersebut mencakup kawasan Kaliorang dan Karangan. Beberapa lokasi yang akan dikunjungi di antaranya Air Terjun Tangga Bidadari hingga Gua Mengkuris yang menyimpan jejak tapak tangan prasejarah. Situs tersebut dipilih karena dianggap merepresentasikan karakter dan keunikan utama Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang tidak ditemukan di kawasan lain.

Selain itu, tim verifikator juga akan mengunjungi kawasan pesisir seperti Biduk-Biduk, Labuan Cermin, hingga Teluk Sumbang. Sepanjang perjalanan, sejumlah titik pandang akan disiapkan untuk memperlihatkan bentang alam karst yang menjadi salah satu kekuatan utama geopark tersebut.

Puji menyebut tim verifikator terdiri atas tiga pakar. Ketiganya berasal dari Universitas Padjajaran, Universitas Hasanuddin, dan perwakilan dari Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM. Selama proses penilaian, mereka akan didampingi tim pengamat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Senior Manajer Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Kaltim dan Kaltara, Niel Makinuddin, menambahkan bahwa verifikasi lapangan merupakan tahap kedua setelah proses penilaian dokumen yang dimulai sejak Oktober 2025. Dokumen tersebut meliputi rencana induk, rekomendasi pemerintah, dan berbagai persyaratan administratif lainnya.

Menurutnya, dari 26 geosite di kawasan geopark, hanya beberapa lokasi prioritas yang akan dikunjungi tim verifikator. Hal ini disebabkan keterbatasan waktu verifikasi yang maksimal hanya berlangsung selama lima hari. Geopark Sangkulirang-Mangkalihat disebut memiliki luas sekitar 22 ribu kilometer persegi.

Setelah verifikasi lapangan selesai, lanjut Niel, akan dilakukan pembahasan lintas sektor melalui forum diskusi dan evaluasi. Hasil akhir penilaian biasanya diumumkan pemerintah pada awal tahun depan, baik dalam bentuk penetapan penuh maupun penetapan dengan sejumlah catatan perbaikan.

Lebih lanjut, Niel menyebut geopark menjadi instrumen penting dalam mendukung transisi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pengembangan geopark berfokus di sektor pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism yang memberi manfaat langsung kepada warga di sekitar kawasan.

Ia menyebut geopark memiliki tiga pilar utama yakni konservasi, pengembangan ekonomi masyarakat, serta riset dan edukasi. Ketiga pilar tersebut menjadi dasar dalam pengelolaan kawasan agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Niel, Karst Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan potensi penelitian yang sangat besar. Berbagai spesies endemik, baik flora maupun fauna langka, masih ditemukan sehingga membuka peluang pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pemanfaatan ekonomi berkelanjutan pada masa depan.

Sejumlah lukisan prasejarah di Gua Mengkuris, Kecamatan Karangan, Kutai Timur. Gua tersebut menjadi bagian dari Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. FOTO: ISTIMEWA

Sejumlah lukisan prasejarah di Gua Mengkuris, Kecamatan Karangan, Kutai Timur. Gua tersebut menjadi bagian dari Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. FOTO: ISTIMEWA

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala Dinas Pariwisata Berau, Yudha Budhisantoso, mengatakan sebagian besar geosite di Berau telah berkembang menjadi destinasi wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dari 26 geosite di Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, sebanyak 15 geosite berada di Berau. Beberapa di antaranya adalah Labuan Cermin, sumber air panas Pemapak, serta kawasan Pulau Kakaban yang selama ini menjadi destinasi wisata unggulan daerah.

Yudha menilai status geopark nasional dapat memperkuat branding kawasan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dan budaya masyarakat lokal. Selain itu, pengembangan geopark akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Menurutnya, sektor pariwisata telah menjadi salah satu program prioritas pembangunan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemkab Kutim, kata dia, telah melakukan berbagai upaya penguatan sumber daya manusia dan pengembangan destinasi wisata. Kehadiran label geopark diyakini dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan.

Ditemui secara terpisah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengaku menyambut baik pelaksanaan verifikasi tersebut. Menurutnya, tahapan tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan geopark sebagai aset unggulan Kaltim.

Seno mengajak dunia usaha untuk berperan aktif dalam pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dinilai penting.

Seno menyebut geopark memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Kaltim. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan kawasan tersebut.

"Bahkan kami juga menyarankan dan mengundang semua perusahaan untuk ikut aktif di sana, apakah itu CSR-nya. Geopark akan menjadi salah satu tujuan wisata Kaltim ke depan," ujarnya.

Lebih dari itu, ia berharap verifikasi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan memperoleh penilaian yang positif. Hasilnya, kata Seno, akan menjadi modal penting bagi geopark di Kaltim untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas.

"Mudah-mudahan verifikasi yang dilakukan hasilnya baik dan geopark kita menjadi bagian dari geoheritage di nasional, bahkan internasional. Itu akan mengundang wisatawan mancanegara untuk hadir ke Kaltim," pungkasnya. (*)

Editor : Surya Aditya

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.