Ragam

Kawal Borneo Dorong Kolaborasi dan Integrasi Program dalam Dokumen RAD-KSB di Paser

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 384 Kali
Kawal Borneo Dorong Kolaborasi dan Integrasi Program dalam Dokumen RAD-KSB di Paser

Penandatanganan MoU antara Yayasan Kehati, KBCF, dan Bupati Paser. (istimewa)

Program ini dilatarbelakangi semangat bagi tata kelola kelapa sawit di Indonesia.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
14 Juni 2021

kaltimkece.id Program Dukungan Sawit Berkelanjutan di Indonesia atau Strengthening Palm Oil Sustainability (SPOS) Indonesia adalah program pengembangan pengelolaan perkebunan sawit rakyat berkelanjutan. Dijalankan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang didukung pemerintah Inggris melalui UK Climate Change Unit (UKCCU)/Department for International Development (DFID).

Pada 10 Juni 2021, Pemerintah Kabupaten Paser dengan Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menggelar Workshop Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Mendorong kolaborasi dan integrasi program para pihak dalam Dokumen Rencana Aksi Daerah Kebun Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Kabupaten Paser. Bertempat di Hotel Kryiad Sadurengas, Paser.

Workshop dibuka Bupati Paser, dr Fahmi Fadli. Diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemkab Paser. Begitu juga perwakilan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS), dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) Paser. Juga hadir perwakilan Sekretariat Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB).

Selain Workshop Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Keanekaragaman Hayati yang diwakili Manajer Program Strengthening Palm Oil Sustainability (SPOS), Metia Lembasi. Juga oleh Direktur Pelaksana Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), Mukti Ali; dan Bupati Paser, dr Fahmi Fadli.

Direktur Pelaksana Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), Mukti Ali, mengatakan program SPOS Indonesia di Kabupaten Paser, diimplementasikan KBCF dan Serikat Pekerja Kelapa Sawit (SPKS) di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Kuaro, Long Kali, dan Long Ikis.

"Program ini dilatarbelakangi semangat bagi tata kelola kelapa sawit di Indonesia. Dengan misi meningkatkan kesejahteraan perkebunan kelapa sawit skala kecil dan meniadakan konversi hutan alam dan gambut untuk kelapa sawit," ucap Mukti Ali.

"Melalui program ini, selain memfasilitasi pemerintah desa dan kelompok tani, juga mendorong kolaborasi dan integrasi program para pihak dalam dokumen Rencana Aksi Daerah Kebun Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Kabupaten Paser," sambungnya.

Rencana Aksi Daerah Kebun Sawit Berkelanjutan merupakan turunan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2009 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan. Dalam perencanaannya memiliki lima komponen tersebut.

Meliputi penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur. Selain itu peningkatan kapasitas dan kapabilitas perkebunan. Juga pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Ada juga tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa. Serta terakhir, percepatan pelaksanaan sertifikasi ISPO dan akses pasar.

Penyusunan rencana aksi daerah telah memandatkan membentuk forum multipihak di nasional dan daerah. Dalam upaya menyusun Rencana Aksi Daerah Kebun Sawit Berkelanjutan yang merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam program perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan diharap menjadi pedoman bersama para pihak dalam kebijakan, perencanaan, dan program di Paser. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar