• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • WARTA
  • RAGAM
  • Membumikan Marhaenisme di Samarinda, Emir Moeis Tekankan Pentingnya Pemahaman Ideologi

WARTA

Membumikan Marhaenisme di Samarinda, Emir Moeis Tekankan Pentingnya Pemahaman Ideologi

Emir Moeis merilis buku yang mengurai akar sejarah dan visi sosialisme Indonesia. Sebuah upaya melawan stigma dan menghidupkan kembali cita-cita Bung Karno.
Oleh La Hamsah
13 Agustus 2025 03:00
Peluncuran buku berjudul Marhanisme Visi Nasionalisme Indonesia karya Izedrik Emir Moeis di Vlorry Caffe, Samarinda. Foto: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID
Peluncuran buku berjudul Marhanisme Visi Nasionalisme Indonesia karya Izedrik Emir Moeis di Vlorry Caffe, Samarinda. Foto: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID

kaltimkece.id Samarinda menjadi tuan rumah peluncuran buku berjudul Marhaenisme Visi Sosialisme Indonesia yang digagas oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM), Izedrik Emir Moeis. Buku ini ditujukan bagi seluruh generasi muda Indonesia, bukan hanya untuk kader GPM, dengan tujuan memperkenalkan ideologi marhaenisme secara lebih luas.

Buku setebal 214 halaman itu berisi pemahaman mendasar tentang marhaenisme, yang menurut Emir Moeis menjadi ideologi asal lahirnya Pancasila. Ia mendefinisikan marhaenisme sebagai cita-cita untuk memperjuangkan rakyat miskin agar hidup lebih sejahtera, sekaligus menghapus keserakahan kapitalisme.

Buku ini terdiri atas delapan bab, berturut-turut, bab pertama "Marhaenisme dan Generasi Muda", bab dua "Marhaenisme Bukan Sekadar Teori", bab tiga "Dua Pilar Marhaenisme", dan bab empat "Mewujudkan Marhaenisme Melalui Machtsvorming dan Machtsaanwending".

Selanjutnya bab lima "Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia", bab enam "Marhaenisme, Pancasila, dan UUD 1945", bab tujuh "Periode Sosialisme Indonesia 1959-1965: Masa Kegelapan atau Keemasan?, dan terakhir, "Membaca Indonesia Kini dan Perspektif Marhaenisme".

Peluncuran buku ini dilakukan berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Emir Moeis mengungkapkan rencana untuk menggelar peluncuran serupa di beberapa kampus seperti Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda atau Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, sebelum 17 Agustus. Buku ini tidak dijual, melainkan akan dibagikan gratis, bahkan rencananya tersedia dalam bentuk portable document format (PDF).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga menepis anggapan bahwa Marhaenisme dekat dengan paham Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia menegaskan, Marhaenisme justru mengadopsi unsur demokrasi dari liberalisme, tanpa menjadi ideologi Barat. Menurutnya, stigma tersebut hanyalah propaganda yang ingin menjatuhkan Soekarno.

"Lucunya, Pancasila diagung-agungkan, tetapi penggalinya malah dicap sebagai pengkhianat bangsa melalui TAP MPRS Nomor 33," ujar alumnus Institut Teknologi Bandung pada 1975 itu. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kontradiksi sejarah yang perlu diluruskan.

Izedrik Emir Moeis (tengah), penulis buku "Marhaenisme Visi Nasionalisme Indonesia". Foto: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID

Izedrik Emir Moeis (tengah), penulis buku "Marhaenisme Visi Nasionalisme Indonesia". Foto: LA HAMSAH-KALTIMKECE.ID

Emir Moeis juga menyampaikan pesan utama dari bukunya, yakni agar generasi muda mengenal dan memahami kekayaan ideologi marhaenisme. Ia menilai sejarah pembangunan Indonesia pada masa 1950 hingga 1965 belum dipahami secara utuh, padahal banyak capaian besar Bung Karno di bidang infrastruktur, diplomasi, dan olahraga dengan anggaran negara yang terbatas.

Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika, mendirikan Pupuk Sriwijaya, membangun Jalan Raya Samarinda-Balikpapan, hingga menyelenggarakan Asian Games dan Games of the New Emerging Forces (Ganevo). "Itu bukti bahwa negeri kita kaya, hanya saja kita sering tidak sadar," katanya.

Mantan anggota DPR RI 2000-2013 itu mengaku pernah hampir putus asa melihat kondisi Indonesia pada 1999. Namun, ia mengapresiasi kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dan Abdurrahman Wahid yang mampu menyelesaikan utang negara, sebagai bukti adanya kekayaan bangsa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia berharap kekayaan tersebut dapat didistribusikan secara lebih merata kepada rakyat. Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat marhaenisme yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat kecil.

Selain peluncuran buku, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan surat keputusan (SK) untuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPM Kaltim. Emir Moeis berharap, GPM Kaltim mampu memperkenalkan marhaenisme kepada generasi muda dan memperjuangkan ideologi tersebut melalui kebijakan daerah.

"GPM Kaltim harus bisa bergerak aktif, memperkenalkan marhaenisme, dan memperjuangkannya agar masuk ke dalam peraturan-peraturan daerah melalui DPRD," pungkasnya. (*)

Editor : Cony Harseno

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.