Ragam

Menjajal Yamaha Freego, Skutik Asyik Fitur Segambreng

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 240 Kali
Menjajal Yamaha Freego, Skutik Asyik Fitur Segambreng

Foto: Fachrizal Muliawan (kaltimkece.id)

Pasar skutik yang sudah ramai kian padat. Berlomba menjadi terdepan dengan fitur-fitur memanjakan.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
10 Desember 2018

kaltimkece.id Sepeda motor menjadi kendaraan kompak menghadapi kemacetan kota besar di Indonesia. Skuter matik atau skutik jadi pilihan umum sepeda motor zaman sekarang. Mudah dikendarai ditambah nilai plus lain jadi alasan.

Nah, pabrikan sepeda motor berlogo garpu tala, Yamaha, kembali meluncurkan sepeda motor kelas skutik standar. Unggul di kelas big scooter lewat Maxi Series, tak membuat pabrikan asal Jepang tersebut puas diri. Yamaha Freego diluncurkan untuk menjadi jagoan di lini sepeda motor entry level. Tak seperti Maxi Family, pengembangan Yamaha Freego mulai riset, desain, hingga produksi, semua dilakukan di Indonesia.

Sabtu, 8 Desember 2018, kaltimkece.id berkesempatan menjajal skutik yang mengambil gen dari keluarga Yamaha Mio itu. Acara dihelat PT Surya Timur Sakti Jatim atau STSJ selaku main dealer Yamaha di Kaltim dan Kaltara.

Sebelum menjajal skutik dengan tagline The Amazing Matic tersebut, Freego diluncurkan dalam tiga varian. Ada varian standar, Freego S, dan Freego S-ABS. Beda ketiga varian adalah fitur di sepeda motor yang pertama kali diluncurkan dalam event Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018, November lalu di Jakarta.

Versi standar masih menggunakan anak kunci untuk menyalakan mesin. Varian di atasnya sudah keyless. Selain itu, yang membedakan versi standar dengan dua varian di atasnya adalah belum adanya fitur stop & start system. Artinya, mesin Freego S bisa otomatis mati bila berhenti lebih lima detik selama fitur diaktifkan. Yang tidak ada di Freego S dan Freego S-ABS adalah kick starter.

Dengan demikian, pengguna masih bisa menyalakan mesin Freego versi standar bila ada permasalahan aki. Sementara perbedaan Freego S dan Freego S-ABS adalah sistem pengereman sudah menggunakan anti-lock breaking system (ABS). Untuk pencahayaan headlamp sudah menggunakan lampu LED. Fitur lainnya, motor ini sudah dilengkapi lampu hazard.

Oke, cukup basa-basinya. Kali ini kaltimkece.id membahas impresi pertama skutik dengan kapasitas mesin 124,96 cc itu.

Dari segi desain, motor ini mengambil struktur yang cukup ramping. Penggunaan decal yang minim, alias polos membuat kesan pertama kepada motor jadi elegan. Kokoh sekaligus unik. Varian yang media ini jajal adalah versi S-ABS.

Untuk posisi kemudi, penulis dengan tinggi 178 sentimeter dan berat 95 kilogram bisa nyaman dengan posisi kemudi. Jok lebar membuat berkendara jarak jauh tak terlalu masalah. Ruang kaki pengemudi di atas foot board pun cukup lapang. Kaki menapak sempurna.

Adapun panel instrumen cukup lebar dan sudah full digital. Namun, layar speedometer relatif kecil untuk panel instrumen sebesar itu. Tapi, dengan informasi yang cukup lengkap ditampilkan di layar digital tersebut, sudah cukup mengurangi poin minus akibat layar kecil.

Layar tersebut bisa memberikan informasi kecepatan, trip, indikator bensin, dan yang paling penting adalah indikator tegangan aki. Mengingat versi tertinggi Freego tak dilengkapi kick starter. Dengan demikian, pengendara bisa tahu dengan mudah kapan waktu mengganti aki.

Karena sudah tak menggunakan anak kunci, versi S-ABS menggunakan remot. Cukup mendekatkan remot ke motor dan memutar kenop, motor bisa dinyalakan. Varian S dan S-ABS juga dilengkapi power socket. Pengendara bisa melakukan pengisian daya ponsel saat berkendara.

Sementara di sisi kiri ada saluran pengisian bensin. Tepatnya di bawah setang. Ya, tangki bensin tak lagi berada di bawah jok, tapi di bawah dek kaki pengendara. Kapasitas tangki bensin sendiri adalah 4,2 liter. Bahan bakar yang disarankan minimal bensin beroktan 90 RON yang berarti Pertalite dan sekelasnya.

Nah, karena saluran pengisian bahan bakar di bawah setang, yang harus dikorbankan adalah kompartemen yang biasa tersemat di skutik Yamaha. Jadi, bila ingin mengisi baterai ponsel mesti dikantongi pengendara.

Tangki di bawah dek kaki. Bagan bawah jok menjadi nilai plus. Bagasi lebih luas. Mengutip data spesifikasinya, bagasi motor berukuran 25 liter. Sebagai gambaran, satu helm full face plus barang lain bisa ditampung.

 Impresi Berkendara

Pengalaman berkendara Freego dimulai dengan menekan tombol starter. Anggota baru Mio Family ini sudah menggunakan smart motor generator (SMG). Proses penyalaan mesin sangat halus. Nyaris tak ada suara seperti skutik dengan dinamo starter.

Saatnya memutar gas. Akselerasi yang dihasilkan mesin Bluecore 125cc, akselerasi khas skutik Yamaha, lagsung terasa. Cukup responsif untuk putaran mesin bawah. Tenaganya langsung terasa. Sayang, saat melakukan test ride kami hanya diperbolehkan berada di area BSB. Belum terjawab sensasi putaran atasnya. Namun, sudah bisa mendapat gambaran bila motor ini diajak stop and go di kemacetan.

Dari sisi pengereman, ABS yang disematkan skutik ini cukup pintar. Mengerem mendadak menggunakan sepeda motor tak membuat was was. Kami cukup percaya diri meliuk-liuk menggunakan Freego. Suspensi teleskopik di depan dan unit swing di belakang membuat motor stabil. Ditambah roda yang cukup gambot membuat daya cengkeram ban ke aspal maksimal.

Untuk urusan velg, Freego menggunakan ring 12 inchi. Lebih kecil dari pendahulnya. Namun, dengan ban cukup lebar ukuran 100/90 di depan dan 110/90 dari IRC, cengkeraman terasa maksimal. Spakbor belakang sendiri cukup gondrong yang berguna meminimalisasi cipatan air dari ban belakang. Dengan ban gambot plus tebal, ground clearance motor ini di angka 135 mm. Cukup tinggi untuk menerabas jalan Indonesia yang tak begitu mulus.

 Keamanan Tangki dan Smartkey

Menaruh tangki di lokasi terendah sepeda motor ini menimbulkan pertanyaan soal keamanan. Tak hanya masalah benturan, genangan air yang cukup tinggi bisa menjadi masalah pada kemudian hari.

Namun, perwakilan Yamaha Indonesia Tinton Gunawan, mengatakan bahwa hal tersebut sudah dipikirkan saat proses produksi. Tangki bensin Freego didesain dengan proteksi berlapis. “Sedikitnya ada tiga proteksi,” ujar dalam konferensi pers yang dilaksanakan di HOB Cafe di Kompleks Balikpapan Super Block atau BSB Balikpapan.

Pertama, bahan tangki menggunakan plat besi. Posisinya berada di tengah rangka motor. Gunanya mencegah benturan dari samping. Proteksi selanjutnya di bawah tangki disematkan plat baja seperti skid plate sepeda motor jenis adventure. Yang ini untuk menghindari benturan dari bawah langsung mengenai tangki. Terakhir dibalut cover plastik. Benturan sudah dipikirkan matang-matang.

Selanjutnya, soal pengamanan tangki dari genangan air. Tinton menjelaskan, komponen tangki Yamaha terbagi tiga. Fliter bensin, selang, dan tangki. Tiap sambungan menggunakan seal karet anti-air. Tentu untuk proteksi maksimal, pengguna Freego disarankan melakukan perawatan tangki setiap 10 ribu kilometer.

Beralih ke permasalahan kunci pintar. General Manager Sales PT STSJ Kaltimtara Arianto mengatakan, permasalahan keamanan sebenarnya tak menjadi masalah untuk sistem smart key. Yang sering menjadi masalah bila smart key hilang. Itu pernah terjadi saat N-Max pertama kali dipasarkan. “Konsumen kehilangan kunci dan meminta kami melakukan penggantian,” tuturnya.

Arianto menuturkan, setiap smart key motor Yamaha menggunakan pin. Selama pengguna sepeda motor mengingat nomor unik tersebut, mereka tinggal menyebutkan angka itu dan bisa dibuat smart key baru. Dari kasus N-Max, banyak konsumen tak mengingat, bahkan membuang kertas berisi pin.

Yamaha kini sudah membangun Yamaha ID Rescue di setiap dealer. Konsumen tinggal datang ke dealer ketika mendapat permasalahan tersebut. Namun, keuntungan mengingat pin smartkey adalah bisa menyalakan sepeda motor tanpa remot. Caranya dengan memencet kenop seperti sandi morse. Hanya mesti mengikuti pin yang ada. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar