Ragam

Misi Besar Dinas Perpustakaan Mendongkrak Minat Baca, Bikin Program Antarjemput Buku

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 345 Kali
Misi Besar Dinas Perpustakaan Mendongkrak Minat Baca, Bikin Program Antarjemput Buku

Kepala Dinas Perpustakaan Kaltim, Muhammad Syafranuddin. (foto: aldi/kaltimkece.id)

Meminjam buku nantinya tak perlu lagi ke perpustakaan. Cukup memesan di aplikasi ponsel, buku diantarkan pakai ojek daring.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Rabu, 06 Juli 2022

kaltimkece.id Pemprov Kaltim tengah menyusun agenda besar di bidang literasi. Warga Bumi Etam bakal bisa meminjam buku dengan mudah. Cukup memesan melalui aplikasi di ponsel pintar, buku dari perpustakaan umum akan diantarkan pakai ojek daring. Program ini sebagai upaya mendongkrak minat baca masyarakat.

Program tersebut digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (PKD) Kaltim. Kepada kaltimkece.id, Senin, 4 Juli 2022, Kepala PKD Kaltim, Muhammad Syafranuddin, mengatakan untuk mengegolkan program tersebut, dinasnya akan menggandeng sejumlah layanan ojek daring. Saat ini, Dinas Perpustakaan tengah membangun kerja sama tersebut.

Adapun teknis peminjaman buku, Syafranuddin membeberkan, peminjam tinggal menuliskan buku yang diinginkan di fitur antarjemput buku di aplikasi layanan ojek daring. Setelah mendapat persetujuan, buku akan diantarkan tukang ojek daring kepada peminjam.

“Jadi, tidak perlu lagi berkunjung ke perpustakaan. Cukup menunggu di rumah, bukunya kami antar,” jelas pria berusia 58 tahun itu.

_____________________________________________________PARIWARA

Akan tetapi, Syafranuddin memberikan catatan, program ini hanya bisa dimanfaatkan anggota perpustakaan daerah. Bagi yang belum menjadi anggota tinggal mendaftar. Ia optimistis, program antarjemput buku bisa meningkatkan minat baca karena layanannya sangat mudah. Memang, kata dia, kini sudah ada aplikasi buku online. Namun aplikasi tersebut belum memiliki koleksi buku yang lengkap seperti perpustakaan.

“Ini program yang bagus sekali karena belum ada terobosan memanfaatkan transportasi online untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” ucapnya.

Saat ini, sambung dia, ada sekitar 123.377 anggota perpustakaan daerah. Warga yang tinggal di Samarinda paling mendominasi. Untuk meluluskan program ini, Syafranuddin memperkirakan butuh anggaran Rp 200 juta. Sebagian uang tersebut untuk mengembangkan fitur di aplikasi.

Wacana program antarjembut buku disambut baik Wakil Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kaltim, Fitri Susilowati. Menurutnya, mengombinasikan teknologi dan transportasi untuk meningkatkan minat baca adalah ide yang cerdas. “Karena program seperti ini masih jarang ada,” bebernya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Fitri Susilowati membeberkan, aplikasi perpustakaan daring sebenarnya sudah ada. Nama aplikasinya i-Kaltim. Akan tetapi, aplikasi ini belum familier. Masih banyak warga Kaltim belum mengetahui aplikasi tersebut. Jika program antarjemput buku sudah berjalan, Fitri yakin, program tersebut akan mendapat antusias besar dari masyarakat. Mengingat, program tersebut menawarkan kepraktisan. Buku apapun yang dicari bisa didapat siapapun dengan mudah tanpa perlu ke perpustakaan.

“Antarjemput buku ini ibarat memesan makanan melalui ojek online, tentu sangat memudahkan pengguna fiturnya,” ujarnya. (*)

Editor: Surya Aditya

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar