• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • WARTA
  • RAGAM
  • Susahnya Membangun Jalan Kubar-Mahulu, Medan Bergunung hingga Cuaca Buruk

WARTA

Susahnya Membangun Jalan Kubar-Mahulu, Medan Bergunung hingga Cuaca Buruk

Dari total panjang jalan 143 kilometer, baru 48 persen yang dikerjakan lewat proyek MYC. Pembangunannya dilanjutkan tahun depan.
Oleh MS Ardan
14 Desember 2021 06:25
ยท
3 menit baca.
Kondisi pembangunan jalan dari Kutai Barat sampai Mahakam Ulu. (foto: nalendro priambodo/kaltimkece.id)
Kondisi pembangunan jalan dari Kutai Barat sampai Mahakam Ulu. (foto: nalendro priambodo/kaltimkece.id)

kaltimkece.id Pemerintah mengebut pembangunan jalan darat dari Kutai Barat sampai Mahakam Ulu. Duit ratusan miliar digelontorkan demi menuntaskan proyek tersebut. Meski demikian, pembangunannya tak berjalan mulus. Medan yang bergunung dan berbatu hingga cuaca buruk menghambat pengerjaannya.

Kepada kaltimkece.id, Selasa, 14 Desember 2021, Kepala Satuan Kerja Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Irawan Daya Putera, melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Tering dengan Kecamatan Long Bagun itu. Pada tahun ini, pembangunan jalannya sepanjang 23 kilometer.

_____________________________________________________PARIWARA

Proyek tersebut dibagi dua jenis. Pertama, proyek multiyears contract (MYC) 2020-2022 sepanjang 15 kilometer dengan nilai Rp 95 miliar. Berikutnya proyek single year contract (SYC) 2021 sepanjang 8 kilometer dengan nilai kontrak Rp 39 miliar. Total, pemerintah menyiapkan Rp 134 miliar untuk menuntaskan proyek tersebut.

“Itu semuanya melalui SBSN. Jadi, bukan APBN,” terang Irawan. Sebagaimana diketahui, SBSN adalah Surat Berharga Syariah Negara yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Irawan menjelaskan, progres MYC pada tahun ini telah mencapai 48 persen. Progres itu didapatkan dari alokasi anggaran per tahun. Pada 2020, alokasi anggarannya mencapai Rp 13 miliar. Sedangkan pada 2021, alokasi anggarannya Rp 80 miliar.

“Alokasi tahun ini kelebihan. Itu kenapa realisasinya kecil. Jadi, sisanya dilanjut tahun depan. SBSN masih bisa digunakan tahun depan,” jelasnya.

Adapun proyek MYC meliputi pembangunan jalan sepanjang 15 kilometer dan tiga jembatan permanen di beberapa titik dari Tering sampai Long Bagun. Irawan menyebut, 8 kilometer jalan telah dikerjakan dan dipasangi agregat. Dua jembatan permanen diupayakan rampung tahun ini.

Sedangkan proyek SYC pada 2021, kata Irawan, terdapat sejumlah kendala yang menghambat pengerjaan. Di antaranya cuaca buruk dan kondisi medan. Dia pun yakin, proyek SYC tidak selesai tahun ini. Mengingat, pada 3 Desember 2021, progres pengerjaannya baru 40 persen. Direktorat Jenderal Bina Marga telah memberikan peringatan kepada kontraktor sebanyak tiga kali.

“Tahun depan dilanjutkan. Nanti saya sampaikan perkembangannya,” ucapnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Pembangunan jalan dari Tering sampai Long Bagun ini memiliki jarak sekitar 143 kilometer. Selain pemerintah pusat, pemerintah provinsi juga ikut andil membangun fasilitas umum tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Irhamsyah, memberikan penjelasan. Pada tahun ini, Pemprov Kaltim membangun jalan aspal sepanjang 1 kilometer. Masih sedikitnya andil provinsi karena alokasi dana banyak dialihkan untuk membuka jalur jalan tersebut.

“Biaya paling besar adalah membuka jalur karena gunungnya di situ berbatu. Nilai kontraknya mencapai Rp 29,7 miliar,” sebut Irhamsyah. Dana tersebut juga digunakan untuk memasang agregat jalan.

Selain jalan, Pemprov Kaltim juga membangun tiga jembatan bailey, dua berukuran 25 meter dan satu ukuran 27 meter. Ketiga jembatan dipastikan berdiri tahun ini. Letaknya di perbatasan Kubar dengan Mahulu. Alokasi pengadaannya sekitar Rp 6 miliar. Sementara biaya pengiriman dari Balikpapan sebesar Rp 2 miliar.

“Tahun ini, jembatan selesai,” jelas Irhamsyah. Jembatan bailey adalah jembatan rangka baja prafabrikasi yang bersifat portabel.

Pada 2022 nanti, tambahnya, ada dua jembatan bailey yang akan dibangun. Pembangunan jembatan tersebut adalah yang terakhir dikerjakan Pemprov Kaltim. Secara keseluruhan, Pemprov Kaltim membangun 16 jembatan untuk menghubungkan Kubar dengan Mahulu. “Tahun depan, kami fokus jalan tanah saja karena dananya tidak banyak,” tutup Irhamsyah. (*)

Editor: Surya Aditya

Editor : Fel GM
Iklan Above-Footer

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2025 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.