WARTA

Remaja Pria di Samarinda Jadi Buronan Polisi selama Lima Bulan karena Gauli Kekasih

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1366 Kali
Remaja Pria di Samarinda Jadi Buronan Polisi selama Lima Bulan karena Gauli Kekasih

Ilustrasi. (frepik)

Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman tujuh tahun penjara namun hanya dikenakan wajib lapor karena masih di bawah umur.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
21 Januari 2021

 

kaltimkece.id Usia remaja pria ini masih 17 tahun. Namun sempat jadi buronan polisi selama lima bulan. Musababnya adalah aksinya menggauli kekasihnya yang masih 15 tahun. Orangtua si perempuan yang tak terima, kemudian melapor kepada pihak berwajib.

Minggu, 17 Januari 2021, remaja 17 tahun tersebut diciduk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda. "Kejadiannya Agustus 2020. Orangtua korban melihat ada bekas cumbuan di leher anaknya saat pulang. Lantas menanyai korban hingga akhirnya mengaku telah digauli kekasihnya," sebut Kepala Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Inspektur Polisi Satu Teguh Wibowo, Kamis, 21 Januari 2021.

Orangtua korban melaporkan perbuatan tak senonoh tersebut pada September 2020 lalu. Pelaku yang menyadari hal tersebut, berusaha menghindar dari kejaran polisi. "Kaburnya di sekitar sini (Samarinda) saja. Kami mengamati diam-diam pergerakannya. Mengantisipasi jika pelaku dibawa orangtuanya ke Sulawesi. Baru tertangkap saat dia sedang nongkrong bersama teman-temannya," lanjut Iptu Teguh Wibowo.

Dari penyidikan polisi terhadap tersangka, diketahui kedua pelaku dan korban menjalin kasih sejak April 2020. Tersangka melakukan hal tak senonoh kepada korban saat berada di rumah temannya. Tak jauh dari lokasi tersangka tinggal di Kecamatan Samarinda Utara.

"Dia meminjam kamar rekannya menggauli korban. Pengakuannya sekali itu saja. Mereka ini satu sekolah. Tersangka sadar dilaporkan ke polisi ketika tidak bisa menghubungi kekasihnya lagi," jelas Iptu Teguh Wibowo.

Karena usia masih di bawah umur dan diancam tujuh tahun penjara atas perbuatannya, Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan wajib lapor dua kali seminggu kepada tersangka. Sebagaimana diterapkan bagi tersangka di bawah pengasuhan orangtuanya. "Kami tidak berkewajiban melakukan diversi jadi kami tetap proses seperti biasa," tandasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar