kaltimkece.id Masjid di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, itu tampak megah. Bangunannya berbentuk bundar. Terdapat garis-garis vertikal yang tersusun rapi di dindingnya, memberikan kesan premium sekaligus elegan. Masjid Besar Ash-Shabirin, demikian namanya.
Jika biasanya bagian atas masjid berupa kubah, tidak demikian dengan masjid ini. Atap Masjid Besar Ash-Shabirin ialah beberapa struktur menara dengan ornamen geometris berlubang yang khas Islami kontemporer. Menara-menara tersebut tersusun dari tingkat paling rendah hingga tinggi. Adapun bagian bawah masjid dilengkapi banyak kaca yang menjadi pintu.
Kamis, 26 Maret 2026, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau Masjid Besar Ash-Shabirin. Kepada kaltimkece.id, ia mengatakan bahwa pembangunan masjid tersebut belum rampung. Sisa pembangunan meliputi pelebaran area parkir sekaligus taman, plafon bagian luar, serta perbaikan minor lainnya.
Wali Kota menyebut pembangunan masjid bergaya futuristik itu telah menelan dana Rp20,7 miliar. Ia memperkirakan butuh Rp5 miliar lagi untuk menuntaskan pembangunannya. "Mungkin sekitar tiga bulan (ke depan) baru finishing," sebutnya.
Walau pengerjaannya belum kelar, Masjid Besar Ash-Shabirin telah difungsikan sejak 21 Ramadan lalu. Sejumlah warga memanfaatkan masjid tersebut untuk kegiatan ibadah seperti berbuka puasa dan salat. Andi Harun mengatakan masjid ini akan menjadi ikon baru sekaligus wisata religi di Samarinda, khususnya Samarinda Seberang. (*)