Samarinda

Masalah Klasik Air Bersih di Samarinda, Pemkot Gandeng Investor Korsel Bangun Instalasi Baru

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 397 Kali
Masalah Klasik Air Bersih di Samarinda, Pemkot Gandeng Investor Korsel Bangun Instalasi Baru

Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama pejabat pemkot di Perumdam Tirta Kencana.

Perusahaan dari Korea Selatan akan membangun IPA. Diklaim dapat mengurangi wilayah yang distribusi airnya masih bergilir.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
03 September 2021

kaltimkece.id Air bersih telah menjadi problem klasik Samarinda. Distribusi di sejumlah wilayah di Kota Tepian masih bergilir karena kekurangan instalasi pengolahan air (IPA). Masalah tersebut berusaha diatasi. Satu langkahnya, Pemkot Samarinda melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kencana Samarinda akan membangun IPA. Pembangunannya menggandeng perusahaan Korea Selatan, PT STM Tunggal Jaya.

Menurut rencana, IPA tersebut berkapasitas 200 liter per detik yang diklaim menambah 12 ribu sambungan. Fasilitas pengolah air tersebut akan dibangun untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IPA Cendana 3.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, telah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Perumdam Tirta Kencana dengan PT STM Tunggal, Rabu, 1 September 2021. Pemkot, kata Wali Kota, menjajaki kerja sama business to business dengan swasta di beberapa sektor termasuk air bersih.

“Pada situasi pendemi Covid-19, kemampuan fiskal di seluruh daerah menurun. Perlu inovasi pemkot contohnya kerja sama seperti ini,” jelas Andi Harun.

Wali Kota menjelaskan, sebagian teknologi yang dipakai di IPA nantinya dari Korsel. Jika berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama pada Desember mendatang. Apabila tidak ada kendala, enam bulan setelah peletakan batu pertama, IPA bisa beroperasi.

“Teknisnya kami serahkan ke Perumdam dan investor. Harapannya, bisa bermanfaat buat masyarakat. Nanti ada perjanjian kerja sama (PKS) yang menyepakati tarif dan investasi yang bersifat teknis," jelas Andi Harun.

Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, menjelaskan bahwa teknis pembangunan IPA masih dibicarakan. Setelah penandatanganan PKS, dalam tempo enam bulan, pembangunan sudah bisa berjalan. IPA disebut akan berdiri di atas lahan 2 hektare.

“Sementara untuk kerja sama, bisa lima  tahun sampai 20 tahun. IPA akan melayani area yang distribusi airnya selama ini bergilir, bisa juga untuk sambungan baru," terangnya.

Sebagai informasi, setelah keluarnya izin dari Wali Kota Samarinda, Perumdam Tirta Kencana telah membuka pemasangan sambungan rumah (SR). Lokasinya di Pampang, Samarinda Utara, sebanyak 300 SR, Bantuas sebanyak 200 SR, dan di Makroman sebanyak 1.000 SR. (*)

Editor: Fel GM

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar