kaltimkece.id Pengunjung Pasar Pagi masih belum begitu ramai pada siang bulan Ramadan yang baru diguyur hujan. Senin, 23 Februari 2026 itu, beberapa pedagang tetap membuka lapak sementara sebagian lagi tutup. Genangan air karena tempias hujan terlihat di beberapa titik hampir di setiap lantai sebelah timur dan barat gedung.
Sukmawati Hanovi adalah pedagang di lantai lima pasar yang mengaku lapaknya terkena sedikit tempias saat hujan deras. Pemilik Warung NovNov yang menjual makanan berat itu mengatakan sekat di depan lapaknya membantu menghalangi percikan hujan.
"Ada, cuma enggak terlalu (tempias). Soalnya ada sekat-sekat begitu," ucapnya kepada kaltimkece.id. Novi, begitu sapaannya, menambahkan tempias hanya saat hujan deras sehingga masih bisa ia maklumi.
Di sisi pasar yang lain, Syahwati, pemilik lapak di lantai yang sama, menyatakan sebaliknya. Meski sudah memasang paranet di depan lapak secara mandiri, tempias masih mengenai lapak. Hari itu saja, ia baru bisa membuka lapak siang hari karena tempias yang membasahi pintu. Syahwati juga menyatakan dagangannya pernah terkena tempias.
"Mengganggu kalau hujan deras. Kalau bisa diperbaiki supaya enggak kena hujan lagi," harapnya.
Pemilik Toko Pandawa di pasar yang baru direvitalisasi itu, Kholif, menambahkan baru bisa berjualan pada siang hari saat hujan. Biasanya setelah petugas kebersihan membersihkan genangan di lantai. Konstruksi bangunan yang terbuka di sisi timur dan barat disebut sebagai penyebabnya.
"Kalau panas, kepanasan, sinar matahari masuk sampai kena barang. Saat hujan dan angin, pasti tempias," tutur pedagang di lantai tiga tersebut.
Kholif khawatir masalah ini mengganggu perputaran ekonomi pedagang. Selain merusak barang, pengunjung tidak mau lewat karena licin. Kholif juga mengaku memasang paranet secara mandiri untuk melindungi lapaknya. Meski begitu, dampak tempias hujan tetap tidak bisa dihindari. Pria yang menjual pakaian di lantai tiga itu berharap Pemkot Samarinda segera menyelesaikan problem tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyatakan sudah ada rencana pengendalian tempias. Ia mengaku telah berbicara dengan kontraktor. Dari beberapa solusi yang ditawarkan, sliding door dinilai solusi paling tepat dan sesuai desain gedung.
"Supaya jangan sampai Pasar Pagi itu kelihatan kayak tambal-tambal," jelasnya saat dihubungi melalui panggilan telepon, Selasa, 24 Februari 2026.
Nurrahmani melanjutkan, urusan anggaran, pekerjaan teknis, dan hal-hal lebih lanjut menjadi kewenangan dinas pekerjaan umum. Yang jelas, kontraktor dalam waktu dekat menguji dengan memasang pintu geser tersebut sebagai contoh. Adapun titik, lokasi, dan jumlah detail sliding door masih belum dapat dipastikan karena menunggu konfirmasi dari kontraktor. (*)
Laporan ini disusun oleh Risna.