kaltimkece.id "Kami mengambil visi Samarinda maju, Kaltim maju."
Senin, 4 November 2024, debat pemilihan wali kota Samarinda telah usai. Calon wali kota nomor urut dua, Andi Harun berdiri di atas podium bersama calon wakilnya, Saifuddin Zuhri. Meski bernomor urut dua, Andi-Saefuddin berdiri tanpa lawan debat. Mereka adalah calon tunggal di Pilwali Samarinda. Mysister Silvilona Tarigan, moderator debat, memberikan mereka empat menit untuk memaparkan visi misi.
Meski wali kota petahana, Andi Harun memakai wara jenama atau slogan berbeda dari saat maju di periode pertama. Jika sebelumnya bersama Rusmadi Wongso ia mengusung "Samarinda Kota Pusat Peradaban", kali ini ia mengusung "Samarinda Maju, Kaltim Maju."
Andi Harun menjelaskan, bahwa slogan "Samarinda Maju, Kaltim Maju" dipilih karena posisi Samarinda yang strategis. Bukan hanya sebagai ibu kota provinsi, namun juga penyangga Ibu Kota Nusantara bersama Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
"Lanjutan dari Samarinda sebagai kota peradaban, menjadi kota yang maju untuk mewujudkan Kaltim yang maju," ucapnya.
Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar, menilai perubahan wara jenama Andi Harun dalam berkampanye dapat menjadi multitafsir. Ia mengakui, Samarinda merupakan tolok ukur pembangunan di Kaltim. Namun, ia menilai bahwa perubahan itu juga berkaitan dengan komunikasi orientasi politik Andi Harun di pemilihan gubernur Kaltim periode selanjutnya.
"Tentu dia dipastikan dua periode (sebagai wali kota Samarinda), berpotensi akan maju di pilgub," sebutnya.
Syaiful menilai, Andi Harun telah membuat langkah-langkah menuju pilgub Kaltim yang masih tersisa lima tahun lagi. Salah satunya dengan pembangunan yang masif di kota Samarinda sebagai warisannya menjadi wali kota Samarinda.
"Sehingga dapat dilihat layak untuk menjadi 'Kaltim Satu'," ucapnya.
Akan tetapi, Syaiful menilai bahwa dua periode memimpin Samarinda tak serta-merta dapat dikatakan berkompeten untuk memimpin di level provinsi. Apalagi, Kaltim mempunyai beberapa kabupaten dengan karakteristik yang berbeda dengan daerah perkotaan seperti Samarinda.
Sebelum memutuskan mencalonkan diri di Pilwali Samarinda, nama Andi Harun sempat masuk di bursa bakal calon gubernur. Pada akhir 2022, lembaga survei Charta Politika merilis elektabilitas tokoh-tokoh di Kaltim. Survei itu mengambil sampel 800 orang dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim dengan margin of error 3,64 persen. Periode survei dilaksanakan pada 28 September hingga 4 Oktober 2022.
Hasilnya, Andi Harun berada di posisi tertinggi dengan elektabilitas sebesar 30,3 persen. Dirinya mengalahkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi, yang saat itu masih menjabat gubernur dan wakil gubernur. Isran memiliki elektabilitas sebesar 18,9 persen, sementara Hadi memiliki elektabilitas sebesar 13,1 persen. Sedangkan Rudy Mas'ud, memperoleh elektabilitas 7,6 persen saat itu. Nama Seno Aji tidak masuk di bursa.
Penilaian ancang-ancang Andi Harun menjadi orang nomor satu di Kaltim bukan omong-omong belaka. Sebelum mengajukan cuti sebagai wali kota Samarinda pada akhir September 2024, Andi Harun menyatakan niatnya untuk maju di Pilgub Kaltim lima tahun lagi.
"Jika Tuhan berkehendak, saya siap melangkah lebih jauh untuk kesejahteraan Kaltim. Perjalanan ini belum selesai," ucapnya dalam Probebaya Award 2024 yang digelar di Plenary Hall Convention Hall Sempaja, 21 September 2024. (*)