Samarinda

Pengelola Pasar di Samarinda Difasilitasi Mobil, Motor, dan Tablet untuk Kendalikan Inflasi

person access_time 3 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 369 Kali
Pengelola Pasar di Samarinda Difasilitasi Mobil, Motor, dan Tablet untuk Kendalikan Inflasi

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyerahkan skutik kepada pengelola pasar sebagai upaya mengendalikan inflasi. FOTO: GIARTI-KALTIMKECE.ID

Pemkot Samarinda melakukan berbagai upaya mengendalikan inflasi. Dari bagi-bagi fasilitas hingga gerakan tanam.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
Selasa, 10 Januari 2023

kaltimkece.id Berbagai upaya dilakukan sejumlah pihak untuk mengendalikan inflasi di Samarinda. Yang terbaru, pemerintah memberikan berbagai fasilitas penunjang distribusi barang kepada sejumlah pengelola pasar di Kota Tepian. Fasilitas tersebut terdiri dari satu unit mobil pengedali inflasi merek Isuzu ELF NMR, 20 unit skutik New Honda Vario 160, dan 20 unit Advan Tablet 8 inci.

Senin, 9 Januari 2023, di Gedung Graha, Jalan Juanda, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyerahkan sebagian barang tersebut kepada kepala UPTD Pasar Induk Segiri dan kepala UPTD Pasar Pagi. Sisanya diberikan kepada pengelola Pasar Harapan Baru, Pasar Baqa, Pasar Palaran, Pasar Ijabah, Pasar Induk Segiri, Pasar Pagi, Pasar Sungai Dama, Pasar Kemuning, Pasar Bengkuring, Pasar Kedondong, Citra Niaga, dan Plaza 21.

Kepada kaltimkece.id, Wali Kota Andi Harun menjelaskan, fungsi barang-barang tersebut untuk mengendalikan inflasi di tingkat kecamatan di Samarinda. Ia memastikan, pemberian mobil pengendali inflasi, tablet, dan sepeda motor tidak berlebihan. Pengelola pasar, yang memiliki tugas mengatur transaksi barang, disebut layak mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut.

Selain memberikan fasilitas, Pemkot Samarinda dan TPID juga melakukan gerakan tanam, pengendalian harga, serta kerja sama antardaerah penghasil. Selain itu, memastikan stok pangan selalu tersedia di distributor, agen, hingga pangkalan. Upaya ini untuk menjaga harga barang tetap stabil sehingga inflasi tetap terkendali.

Andi Harun pun memberikan apresiasi kepada tim pengendali inflasi daerah (TPID) yang beranggotakan Bulog, Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, TNI, hingga Polri atas upaya mengendalikan inflasi. “Kami (Pemkot Samarinda) bersama TPID tidak berhenti melakukan pengendalian inflasi di daerah ini,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Marnabas, menjelaskan lebih rinci mengenai tujuan pemberian mobil pengendali inflasi, tablet, dan sepeda motor kepada pengelola pasar. Mobil diperuntukkan menunjang distribusi barang. Pengoperasiannya akan berkolaborasi dengan Perusahaan Umum Daerah Varia Niaga dan Bulog. Jika terjadi kelangkaan atau kenaikan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, serta gula pasir, pemerintah akan mengirimkan barang-barang tersebut dengan harga terjangkau menggunakan mobil pengendali inflasi ke titik sasaran.

Sedangkan sepeda motor difungsikan untuk mobilisasi pengecekan harga. Adapun tablet sebagai sarana mencatat pembaruan harga serta penyimpanan data. Sebelumnya, pencatatan laporan hingga penyimpanan data kerap tidak maksimal karena pengelola pasar tak memiliki alat kerja yang memadai.

“Kami memberikan fasilitas ini sebagai upaya menjaga inflasi tetap terkendali. Kami juga berkomitmen menjadikan pasar-pasar di Samarinda seperti mal,” jelas Marnabas.

Ia menyebutkan, nilai anggaran pengadaan semua fasilitas tersebut adalah Rp 1,3 miliar yang bersumber dari dana insentif daerah (DID). Pada 2024, Pemkot Samarinda berencana menambah satu unit mobil pengendali inflasi dan satu unit mobil pengangkut air untuk membersihkan pasar. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar