Terkini

Bertandang ke kaltimkece.id, Barkati Buka-Bukaan soal Masa Lalu dan Pilwali Samarinda

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1320 Kali
Bertandang ke kaltimkece.id, Barkati Buka-Bukaan soal Masa Lalu dan Pilwali Samarinda

Barkati bercerita di lobby kantor kaltimkece.id.

Di kantor kaltimkece.id, Barkati buka-bukaan soal masa lalunya dan kemantapan maju di Pilwali Samarinda tahun depan.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
15 September 2019

kaltimkece.id Di sela kesibukan sebagai wakil wali kota Samarinda, M Barkati tetap menyiapkan waktu khusus untuk berinteraksi dengan publik. Bahkan sesepele nongkrong di warung kopi.

Memang bukan hal umum bagi seorang pemimpin daerah. Tapi itulah yang terjadi. Seperti sebelum ia menjabat wawali, Barkati masih bisa dijumpai di warung kopi. Seperti pertemuan kaltimkece.id dengan orang nomor dua di Samarinda itu pada Jumat, 13 September 2019. Barkati bahkan tanpa pikir panjang memenuhi undangan media ini berkunjung ke kantor kaltimkece.id di Jalan Muso Salim Nomor 28, Samarinda. "Nanti setelah Salat Jumat saya ke sana," sebutnya.

Ternyata benar, beberapa saat setelah jam salat berakhir, Barkati memenuhi janjinya. Bahkan tanpa pengawalan berlebih. Hanya ia dan seorang asisten pribadinya. Mengenakan setelan batik dan celana bahan, Barkati hanya mengenakan sandal jepit berwarna putih hijau jadi alas kaki.

Tak ada kecanggungan. Lebih-lebih suasana formal. Barkati memang gemar cerita-cerita. Maka kedatangan siang itupun dipenuhi obrolan santai dan jenaka. Meski sesekali terselip bincang politik.

Barkati tak segan mengakui masa lalunya yang kelam. Keberadaannya yang juga pentolan ormas, memang akrab dengan reputasi premanisme. Barkati tak mengelak. Malah membenarkan. Tapi itu sudah masa lalu. “Semua berubah 15 tahun lalu. Ketika saya masuk penjara,” sebutnya.

Pengalaman dibui, bukan sesuatu yang disesali. Malah disyukuri. Tanpa proses itu, belum tentu Barkati menjadi sosok seperti sekarang. Bagaimanapun, masa lalu dan pengalaman adalah guru terbaik. Masa-masa pesakitan, menjadi titik balik dalam kehidupannya.

Dari semula debt collector Barkati aktif di ormas mulai 2001. Bersama sejumlah tokoh masyarakat Kalimantan, ia membentuk ormas yang bergerak di bidang kepemudaan dan adat. Aktif sebagai pengurus, Barkati mengembangkan sayap Gepak dengan terbentuknya Komite Pasukan Simpati Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Kopasti Gepak). Pada 2006, ia diangkat menjadi Ketua Umum Kopasti Gepak.

Dedikasinya terhadap ormas tersebut turut membuatnya diangkat Sebagai Sekretaris Umum Gepak Kalimantan pada 2014. Dua jabatan di ormas tersebut ia jalani hingga saat ini.

Barkati mengakui, 70 persen anggota dalam ormasnya adalah residivis. Di sinilah ia merasa terbeban. Sebagai pentolan ormas, ia juga contoh bagi para anggotanya. Jika pemimpinnya tak baik, niscaya tak baik pula mereka yang mengikuti. “Maka, saya merasa perlu untuk menjadi contoh yang baik. Bagaimana mereka mau berubah, kalau saya sendiri tak berubah,” sebut Barkati.

Pelan-pelan, Barkati mewujudkan niatnya. Segala kekelaman yang biasa dilakukan pada masa dulu, satu-satu ditinggalkan. Efek positif lama-lama mengikuti.

Dalam kariernya sebagai abdi negara, Barkati diangkat jadi Kepala Seksi (Kasi) Persidangan di Sekretariat DPRD Samarinda pada 2011. Sebelumnya ia pengawas tenaga kerja diDinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sejak 2002. Pada 2014, ia menjabat Kasi Pengawasan dan Pengendalian Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BP2TSP) Samarinda.

Posisi itulah yang terakhir diemban Barkati sebagai aparatur sipil negara. Ia mengundurkan diri pada Juni 2019. Konsekuensi dari pencalonannya sebagai wakil wali kota Samarinda, menggantikan mendiang Nusyirwan Ismail hingga sisa masa jabatan sampai 2021.

Pada pemilihan wawali yang dilakukan 45 anggota DPRD Samarinda, Barkati behasil menang mutlak dengan meraih 35 suara pada 25 Juli 2019. Resmi dilantik Gubernur Kaltim Isran Noor sebagai wawali Samarinda pada 15 Agustus 2019.

Baca juga:
 

Menjabat wawali, Barkati menyadari tugasnya semakin menantang. Harus dijalankan dengan penuh hati-hati. Benar saja, baru 10 hari jadi orang nomor dua di Samarinda, ulah-ulah usil oknum sudah diterimanya. Tapi ia sudah mewanti-wanti diri sendiri sejak awal. Tak boleh sembarang tanda tangan. Semua harus didukung telaahan dan kajian mendalam.

Sebagai wawali, Barkati memang berbagi tugas dengan wali kota. Wawali fokus di bagian pengawasan. Terhadap berbagai hal. Termasuk kebijakan-kebijakan yang diambil wali kota. Maka, pengawalan tak bisa dilakukan hanya berdasar laporan. Barkati yang terbiasa di lapangan, merasa penting turun langsung meninjau. Puluhan tahun jadi ASN, termasuk di bidang pengawasan, jalan mana di Samarinda yang tak diketahuinya?

Kini, Barkati mulai mempertimbangkan tanggung jawab yang lebih besar. Kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda digelar 2020. Posisi wawali membuatnya memegang status petahana. Ia telah merapat ke empat partai yang membuka penjaringan bakal calon sejauh ini. Yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional. “Tapi belum satupun yang berkasnya saya kembalikan,” tambah Barkati.

Ia yakin tapi masih menimbang perahu mana paling cocok untuk mengantarnya menjadi pemimpin Samarinda. Yang pasti, Barkati telah memiliki rencana untuk membawa Kota Tepian ke babak berikutnya. Meninggalkan pola lama yang telah kedaluwarsa. Menatap Samarinda baru yang kelak berstatus penyangga ibu kota negara. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar