Terkini

Bertolak ke Jakarta dan Bogor, Pria 45 Tahun di Samarinda Terinfeksi Covid-19

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 997 Kali
Bertolak ke Jakarta dan Bogor, Pria 45 Tahun di Samarinda Terinfeksi Covid-19

Hasil positif virus corona kembali ditemukan di Samarinda. (ilustrasi/interest)

Kasus Covid-19 di Kaltim masih terus bertambah. Tambahan satu pasien datang dari ibu kota provinsi.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
05 April 2020

kaltimkece.id Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali muncul di Kaltim. Namun angkanya tak seperti rilis gugus tugas pusat yang menyebut enam tambahan dari provinsi ini. Melainkan hanya satu kasus baru yang berada di Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, memastikan satu tambahan pasien positif Covid-19 dari Samarinda pada Minggu, 5 April 2020. Meralat rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat yang menyatakan tambahan enam pasien positif Covid-19 di Kaltim.

"Ada kesalahan input data. Angka yang seharusnya di-input ke jumlah pasien negatif dimasukkan ke data positif. Kami pahami itu karena salah satu faktornya adalah kelelahan. Maka itu kami berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Jadi kekeliruan tersebut kami klarifikasi," ucap Andi M Ishak.

Untuk diketahui, awalnya pengujian sampel berada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Seiring waktu dan bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menunjuk 12 laboratorium untuk melakukan pengujian sample.

Dan sample pasien dalam pengawasan atau PDP di Kaltim, dikirim dan diuji Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Hasil uji BBLK tersebut diserahkan ke Badan Litbangkes untuk direkap dan dirilis untuk disampaikan kepada masyarakat.

Adapun satu pasien tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim berasal dari Samarinda. Berjenis kelamin laki-laki, berusia 45 tahun. Dengan riwayat perjalanan ke Jakarta dan Bogor.

Pada 9 Maret 2020 pasien terkonfirmasi positif tersebut melakukan perjalanan dari Samarinda melalui Bandara APT Pranoto ke Jakarta. Pada 10-13 Maret berada di Bogor dan 14 Maret kembali ke Samarinda melalui Bandara APT Pranoto. Pada 21 Maret mengalami keluhan batuk dan lemas. Hingga 30 Maret berobat ke Rumah Sakit Dirgahayu dan dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Ia mendapat perawatan isolasi karena menunjukkan gejala Covid-19. Pada 5 April 2020, pasien dipastikan positif Covid-19.

Sementara untuk orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim per 5 April 2020, ada tambahan 253 orang. Totalnya 1.951 orang. Sedangkan dalam proses ada 2.609 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dua dari Kutai Barat. Total 220 orang.

“Untuk dua orang tambahan berstatus PDP, yang pertama adalah pelaku perjalanan dari Mamuju, Sulawesi Barat dengan keluhan demam. Dan yang kedua adalah pasien tanpa gejala. Sebelumnya berstatus ODP naik menjadi PDP yang terkait dengan Cluster Gowa. Dengan gejala demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan,” urai Andi.

Kiriman APD

Dalam kesempatan tersebut, Andi M Ishak juga mengabarkan bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat telah sampai di Kaltim. Berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 4 ribu pieces dan masker medis 20 ribu pieces. Akan didistribusikan ke semua rumah sakit rujukan, juga dinas kesehatan di kabupaten dan kota. Rumah sakit nonrujukan yang merawat PDP juga jadi sasaran. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar