Terkini

Cabuli Putri Tiri yang Masih Remaja, Ancam Tak Beri Uang Jajan jika Mengadu ke Ibunya

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1534 Kali
Cabuli Putri Tiri yang Masih Remaja, Ancam Tak Beri Uang Jajan jika Mengadu ke Ibunya

Tersangka diamankan Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda. (giarti ibnu lestari/kaltimkece.id)

Kasus perbuatan amoral kembali ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda. Melibatkan anak di bawah umur dan ayah tirinya.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
18 Januari 2021

 

kaltimkece.id Perbuatan tak senonoh seorang pria kepada putri tirinya yang masih belasan tahun kembali terjadi di Samarinda. Sempat berdalih hanya memijat perut anak tirinya itu yang tengah menderita mag. Padahal dalam aksinya, kerap mengancam korban dengan tak lagi memberi uang jajan.

Perbuatan tak senonoh itu diterima oleh seorang remaja perempuan bernama Kembang—bukan nama sebenarnya. Diperbuat ayah sambungnya itu selama sekira setahun terakhir.

Kembang saat ini berstatus pelajar SMP di Samarinda. Duduk di kelas VIII. Setelah perpisahan kedua orangtuanya, sang ibu menikah kembali. Kembang dan sang ibu, akhirnya tinggal di rumah kontrakan bersama saudara tiri dan ayah sambungnya itu. Beralamat di sekitar Kecamatan Samarinda Kota.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda, Inspektur Polisi Satu Teguh Wibowo, mengatakan bahwa perbuatan ayah tiri anak usia 13 tahun tersebut terungkap, setelah korban bercerita kepada tantenya. "Selama ini ia menutupi karena diancam tersangka tak akan lagi diberi uang jajan jika berani memberitahukan kepada ibunya," ucap Iptu Teguh Wibowo.

Setelah perbuatan tak senonoh itu terungkap, ibu dari Kembang pada 11 Januari 2021 melapor ke Mako Polresta Samarinda. Anggota Unit PPA Polresta Samarinda pun langsung melakukan penyelidikan terhadap tersangka. Setelah semua informasi berhasil dihimpun petugas langsung mengamankan pria berusia 40 tahun tersebut saat berada di rumah kontrakannya.

"Hasil pemeriksaan yang kami lakukan terhadap tersangka, ia mengaku melalukan perbuatan tak senonohnya sejak korban duduk di kelas VII SMP,” ucap Iptu Teguh Wibowo.

Dengan demikian, berarti setahun sudah korban dicabuli ayah tirinya tersebut. Dilakukan tiap malam ketika istri dan anaknya yang lain terlelap. “Jadi di rumah itu ada satu kamar dan hanya diberi sekat untuk kamar korban. Saat istrinya tidur, dia datangin korban dan langsung melakukan perbuatan tak senonoh tersebut. Tersangka berdalih hanya memijat bagian perut korban karena sang anak tiri memiliki sakit mag," lanjut Iptu Teguh Wibowo.

Belakangan, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, mengakui perbuatan cabulnya tersebut. Mengaku khilaf hingga melakukan hal tersebut. "Tidak tahu juga kenapa, ada setan menggoda dan saya menyesal, tidak akan mengulangi lagi. Saya melakukan tiga kali saja. Hanya meraba dan mencium," klaim tersangka. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar