Terkini

Dari Sekda Jadi Bupati hingga Ditangkap KPK, Harta Ismunandar Naik 935 Persen dalam Empat Tahun

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 2492 Kali
Dari Sekda Jadi Bupati hingga Ditangkap KPK, Harta Ismunandar Naik 935 Persen dalam Empat Tahun

Ismunandar dan Encek UR Firgasih pada peringatan Harganas di Kutim, 29 Juni 2020. (humas pembak kutim)

Ismunandar juga memiliki banyak tanah. Tersebar di Kutim dan Samarinda.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
03 Juli 2020

kaltimkece.id Satu lagi kepala daerah di Kaltim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Kini giliran Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar yang diduga terlibat kasus suap pengadaan barang dan jasa.

Informasi dihimpun kaltimkece.id, ada 15 orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK tersebut. Yang dua di antaranya, Bupati Kutim Ismunandar serta istrinya yang juga Ketua DPRD Kutim,  Encek UR Firgasih. Disebut-sebut diamankan di salah satu hotel di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.

Hal ini turut dikonfirmasi Wakil KPK Nawawi Pemolango. "Semalam kami amankan di sebuah hotel di Jakarta," sebutnya, Jumat, 3 Juli 2020, dilansir dari kompas.com.

Dari 15 yang diamankan, tujuh telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk diperiksa. Termasuk Ismunandar dan istrinya. Sedangkan delapan yang lain, diamankan di Kutim dan Samarinda. Terlebih dulu diperiksa Polresta Samarinda sebelum diterbangkan ke Jakarta pada Jumat siang ini, 3 Juli 2020.

Namun demikian, mengenai detail operasi tangkap tangan tersebut, KPK masih menuntaskan pengumpulan keterangan serta barang bukti. "Betul, tadi malam 19.30 (WIB) ada giat tertangkap tangannya para pelaku korupsi berupa menerima hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di salah satu kabupaten di wilayah Kalimantan Timur," terang Ketua KPK Firli Bahuri.

Suami-Istri Penguasa Kutim

Ismunandar dan Encek merupakan suami istri yang berposisi sebagai duo pimpinan di Kutim. Ismunandar sebagai bupati dan Encek ketua DPRD. Ismunandar terpilih sebagai bupati didampingi Kasmidi Bulang sebagai wakilnya, pada 2016 hingga 2021 mendatang.

Ismunandar juga bersiap kembali bertarung pada Pilkada Kutim mendatang. Namun belum jelas dengan siapa ia berpasangan.

Adapun Encek sebelumnya wakil ketua DPRD Kutim. Mulai periode 2019-2024, naik level menjadi ketua. Seiring keberhasilan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menaunginya meraih kemenangan di Pileg 2019 dengan sembilan kursi di parlemen Kutim. Encek sebagai ketua DPC PPP Kutim, disorong sebagai ketua.

Menurut catatan KPK, Ismunandar yang dulunya sekretaris kabupaten Kutim, memiliki kekayaan Rp304 juta saat maju sebagai calon bupati. Terlampir dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 24 Juli 2015.

Dua tahun setelahnya, jumlah kekayaan terlapor naik signifikan ke angka Rp1,14 miliar. Bertambah lagi jadi Rp2,70 miliar pada 2018. Dan dalam laporan terakhir, per 31 Desember 2019, harta kekayaan Ismunandar mencapai Rp3,14 miliar. Naik 935 persen dari laporan pertamanya lima tahun lalu.

Dengan rincian Rp2,94 miliar tanah dan bangunan tersebar di delapan lokasi di Kutai Timur seluas 80.701 meter persegi, dan 21.553 meter persegi lahan di enam lokasi, plus bangunan seluas 120 meter persegi di Samarinda.

Sedangkan alat transportasinya bernilai Rp40 juta berupa mobil SUV kompak keluaran 1997. Kemudian harta bergerak lainnya bernilai Rp43 juta, serta kas dan setara kas Rp131,03 juta.

Sementara Encek UR Firgasih, baru sekali melaporkan harta kekayaan kepada KPK. Yakni pada 31 Desember 2019. Dengan nilai terlapor Rp1,61 miliar. Dengan rincian Rp1,46 tanah seluas 1172 meter persegi di Kutai Timur. Sedangkan kendaraannya berupa mobil SUV keluaran 2011 bernilai Rp105 juta. Selebihnya kas atau setara kas senilai Rp46,38 juta. (*)

 

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar