Terkini

Delapan Upaya Pembakaran Rumah Terjadi di Samarinda

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 1980 Kali
Delapan Upaya Pembakaran Rumah Terjadi di Samarinda

Ika Prida Rahmi (kaltimkece.id)

Sejumlah rumah diduga jadi sasaran teror pembakaran oleh orang misterius. Keresahan belum sepenuhnya reda.

Ditulis Oleh: Ika Prida Rahmi
12 Maret 2019

kaltimkece.id Warga Samarinda sedang resah. Aksi teror pembakaran rumah belakangan terjadi di beberapa lokasi. Dugaan percobaan pembakaran rumah terjadi delapan kali di tujuh lokasi.

Teror berlangsung di Kelurahan Loa Bakung, Sengkotek, Simpang Tiga, dan Rapak Dalam. Rentetan teror terjadi berdekatan. Berlangsung 3 hingga 10 Maret 2019.

Untuk mengetahui detail dugaan aksi teror pembakaran rumah, kaltimkece.id mendatangi sejumlah rumah target dugaan teror, Selasa siang, 12 Maret 2019.

Aidil Fitriansyah adalah warga RT 25 Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung. Rumah sepeninggal orangtua yang telah ia diami 30 tahun silam, baru-baru ini diteror dua kali.

Teror pertama pada Minggu dini hari, 3 Maret 2019. Saat itu, Aidil yang berprofesi tukang pijat baru pulang melayani pelanggan. Kejadian sekitar pukul 00.30 Wita. Aidil dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.

Dari kejauhan, dia melihat seseorang tak dikenal berdiri depan rumahnya. Gerak-gerik mencurigakan. Aidil mempercepat langkahnya. Sosok misterius itu tetap diawasi.

Tersisa 30 meter dari rumahnya, langkah Aidil diketahui sosok asing itu. Orang misterius tersebut kemudian kabur dengan sepeda motornya. Adil makin curiga dan segera berlari ke rumahnya.

Sesampai di depan rumah, tampak cahaya kuning kemerahan. Bersumber dari samping rumahnya. Api tampak membesar dari sebuah baskom. Aidil bereaksi dengan melempar baskom itu ke sungai.

Karena ketakutan, aksi pembakaran itu ia laporkan ke tetangga. Sejak itu warga berinisiatif berjaga malam.

Aidil tak habis pikir ada orang mau mencelakakan dirinya. Saat kejadian tersebut, sang istri tengah tertidur di dalam rumah. "Untung saya sampai di rumah cepat. Kalau enggak, rumah ini bisa kebakaran," terang Aidil.

Merasa tidak memiliki musuh selama ini, Aidil tak mengerti misi orang misterius tersebut. Namun, aksi teror belum berakhir. Kamis malam, 7 Maret 2019, teror kembali mengancam kediaman Aidil. Lagi-lagi saat penghuni rumah terlelap.

Kali ini, niat buruk itu digagalkan warga yang sedang berjaga. Pelakunya nyaris tertangkap. Kabur dari kejaran warga setelah berlari ke arah semak-semak. Ia meninggalkan botol mineral berisikan bensin. Terikat di dinding rumah Aidil.

Selain Aidil, aksi teror juga mengancam rumah warga lainnya di Jalan KH Mas Mansyur. Korban selanjutnya adalah rumah ketua RT 37, Yayuk Yulia Ningsih.

Percobaan pembakaran dilakukan pada Rabu dini hari, 6 Maret 2019. Ketika itu sekitar pukul 05.00 Wita. Yayuk yang hendak salat subuh, menemukan gumpalan tali rafia terbakar depan rumahnya.

Aksi teror semakin meresahkan. Yayuk ikut membentuk pos ronda. Melibatkan para warganya untuk berjaga malam.  "Kalau sampai membakar rumah saya, seisi rumah bisa mati," sebut Yayuk.

Sugeng adalah salah satu warga setempat. Ia ikut dibuat resah rentetan teror tersebut. Bersama warga lainnya, ia ikut berjaga malam. Berharap kepolisian dapat mengendalikan situasi. Solusi konkretnya adalah segera menangkap pelaku teror.

"Warga resah. Di tempat kami sudah tiga kali dapat teror begitu. Saya ikut terus berjaga malam supaya keluarga aman, enggak diganggu seperti ini."

Teror Meluas

Teror pembakaran rumah menjadi bahan perbincangan di kota ini. Penduduk Samarinda yang  turut mengalami adalah Rahman, 49 tahun, warga Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Teror dialaminya pada Minggu malam, 10 Maret 2019. Sekitar pukul 20.40 Wita, anaknya menemukan botol mineral berisikan bensin di depan rumah. Dari hasil botol itu, ia menyerahkan kepada kepolisian.

 "Saya enggak tahu saya ini korban teror atau bukan. Karena cuma mendapatkan botol bensin. Saya usaha laundry. Di rumah banyak kain. Mudah terbakar. Semoga bukan teror," harapnya.

Dari data yang dikumpulkan kaltimkece.id, sedikitnya delapan teror di rumah warga. Berlangsung hampir bersamaan di tujuh lokasi.

Sejumlah aksi terjadi pada 3 Maret 2019 di Jalan KH Mas Mansyur. Tiga hari kemudian di Jalan Kertak Anyar dan di Jalan KH Mas Mansyur. Pada 7 Maret 2019, teror kembali terjadi di Jalan KH Mas Mansyur.

Yang juga heboh terjadi 9 Maret 2019. Aksi teror berlangsung bersamaan di tiga rumah. Warga Jalan Cipto Mangunkusumo, Loa Janan Ilir, jadi korban. Sedangkan teror terakhir terjadi pada 10 Maret 2019 di Jalan Harun Nafsi.

Kepolisian langsung melakukan pemeriksaan. Dikatakan IPDA Danovan, kasubag Humas Polresta Samarinda, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. "Polisi masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut atas teror yang belakangan terjadi. Kami tidak bisa mengasumsikan teror terkait apa," sebutnya.

Kendati dugaan teror sedang marak, belum ada warga melapor secara resmi. Tim dari Satreskrim yang menangani kasus telah mengumpulkan sejumlah barang bukti. "Barang bukti ada ditemukan botol berisi bensin, kabel, dan benda lainnya yang diindikasikan dengan aksi teror. Kami masih penyelidikan."

Kepolisian mencegah adanya gangguan kemananan dan ketertiban masyarakat. Apalagi sudah masuk periode pemilhan umum. Ia menghimbau warga ikut berjaga dengan rutin melakukan siskamling.

Ia berharap warga jangan buru-buru mengasumsikan sejumlah kejadian dengan aksi teror. Termasuk menyebarluaskan kabar tak pasti ke media sosial. Salah-salah, malah membuat keresahan meluas. "Sampai saat ini kami belum membentuk tim khusus. Rencananya bila perlu dalam penyelidikan akan dilakukan olah TKP di lapangan," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar