Terkini

Di Balik Meroketnya Harga Bawang Hingga Tiga Kali Lipat

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1553 Kali
Di Balik Meroketnya Harga Bawang Hingga Tiga Kali Lipat

Foto: Ika Prida Rahmi (kaltimkece.id)

Tak main-main, harga bawang putih naik hingga tiga kali lipat. Belum ada kepastian sampai kapan kondisi ini berlangsung.

Ditulis Oleh: Ika Prida Rahmi
03 Mei 2019

kaltimkece.id Jelang Ramadan, harga bawang putih meroket. Kini mesti ditebus Rp 120 ribu per kilogram. Bukan hanya seribu dua ribu. Kenaikan hingga tiga kali lipat dari harga semula. Bawang putih sebelumnya cukup Rp 30 ribu per kilogram.

Kondisi ini terpantau kaltimkece.id di Pasar Induk  Segiri Samarinda pada Kamis siang, 2 April 2019. Para pedagang menyebut kenaikan komoditas tersebut dimulai setelah Pemilu 2019. Harga normal adalah Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Bergantung kualitas bawang putih yang dijual.

Tapi sepekan lalu, harga bawang putih sempat melonjak. Kenaikan berkisar Rp50 ribu. Bahkan Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan makin tak meroket mendekati Ramadan.

Untuk saat ini, bawang putih dengan kualitas paling bagus berada pada harga Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan kualitas bawang putih yang mengalami kerusakan atau stok lama, per kilogram Rp 100 ribu.

Menurut Hernawati, salah satu pedagang di Pasar Segiri Samarinda, kenaikan bawang putih berlangsung  bertahap selama sepekan. Harga terus naik karena stok barang mulai menipis. “Gara-gara pemilu, jadi enggak lancar pengiriman,” kata Hernawati.

Meski harga melonjak, tingkat penjualan disebut masih normal. Bahkan pembeli datang dari luar Samarinda. Diperkirakan stok bawang putih sejumlah daerah turut menipis. “Naik harga bawang putih malah tambah ramai pembeli. Ada yang borong,” sebut Hernawati.

Selain bawang putih, bawang merah juga merangkak naik. Hingga saat ini harga per kilogram mencapai Rp 50 ribu. Semula cukup Rp 20 ribu. Kendati demikian, harga bawang merah diperkirakan kembali normal dalam waktu dekat. Pengiriman stok bawang merah mulai terpenuhi.

Wawan yang 15 tahun berdagang sayur dan perlengkapan bumbu dapur di Pasar Segiri ikut mengalami gejolak bawang putih. Sepekan ini ia hanya mendapatkan jatah satu karung bawang putih seberat 5 kilogram. "Saya ngatri lama sampai dua jam. Di distributor jatahnya satu karung aja. Ke mana-mana stok kosong," terangnya.

Istina sampai geleng-geleng kepala ketika hendak membeli bawang putih. Kenaikan harga kelewat tinggi. “Kalau tidak dibeli, ya, tidak masak. Ini beli seperempat kilo saja Rp 25 ribu tapi jelek-jelek,” sesalnya.

Bergantung Impor

Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih sudah dalam pantauan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim. Kenaikan di Samarinda tak lepas dari stok yang menipis. Hal ini juga andil dari kebijakan impor bawang putih setelah Pilpres 2019. Stok bawang putih ikut telat tiba ke sejumlah daerah.  

Stok bawang putih Indonesia 90 persen berasal dari impor. Beberapa tahun belakangan, Tiongkok dan India menjadi pemasok bawang putih terbesar di Tanah Air. Indonesia saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan stok bawang putih nasional sebesar 10 persen.

Di Pasar Segiri, kebutuhan bawang putih mencapai 100 ton per bulan. Bahkan jelang Ramadan, permintaan diprediksi meningkat sampai 30 persen.

Menurut Kabid Perdagangan Disperindagkop Kaltim, Heni Purwaningsih, sudah lumrah menjelang hari besar keagamaan, harga sembako mengalami peningkatan. Permintaan cenderung besar jelang hari raya. Permintaan akan komoditas bawang putih juga tinggi dan tidak sejalan ketersediaan stok. Celakanya, hal ini diperparah praktik kecurangan oleh pedagang.

"Kenaikan ini diduga akibat adanya permainan antara pedagang. Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mengambil untung sebesar-besarnya. Apalagi konsumsi saat Ramadan pasti meningkat dan 90 persen persediaan bawang putih di Indonesia masih impor," terangnya.

Untuk menekan harga bawang putih terus melonjak, Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop akan mengadakan pasar murah. Dibuka selama Ramadan. Terpenuhinya stok bawang putih juga sangat ditunggu untuk menghindari lonjakan harga.

"Kami mengimbau para pedagang jangan memanfaatkan momen Ramadhan untuk menaikkan harga bahan pangan," sebutnya. Di Kaltim, stok bawang putih disebut tiba dalam waktu dekat. Ia optimistis harga bawang putih yang naik signifikan, berangsur kembali ke harga normalnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar