Terkini

Dilema Tangki Timbun Pertamina, Jaga Pasokan BBM Samarinda, Diprotes Warga

person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 2486 Kali
Dilema Tangki Timbun Pertamina, Jaga Pasokan BBM Samarinda, Diprotes Warga

Lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Patra Niaga (Persero) di Samarinda. (dokumentasi kaltimkece.id)

Dua tangki timbun Pertamina di Jalan Cendana diprotes. Warga khawatir akan keselamatan mereka.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
25 November 2019

kaltimkece.id Belasan lelaki tiba di halaman DPRD Samarinda yang sudah penuh dengan kendaraan. Setelah berdiskusi sejenak, warga dari Jalan Cendana, Samarinda, ini, masuk gedung dewan. Mereka diterima sejumlah anggota legislatif.

Senin, 25 November 2019, perwakilan warga yang menamakan diri Forum Warga Cendana Peduli Keselamatan dan Lingkungan ini mengadukan beberapa hal. Pokok perkaranya adalah kekhawatiran atas pembangunan dua tangki timbun tambahan di dekat permukiman. Tangki bahan bakar itu akan berdiri di area Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Patra Niaga (Persero).

Di gedung dewan, warga mengajukan permohonan rapat dengar pendapat (RDP). Mereka keberatan karena dua tangki timbun dibangun di tengah permukiman padat penduduk dan fasilitas umum. RDP diusulkan untuk memperjelas duduk perkara dan mencari solusi.

Umar Hadi Wiratno selaku juru bicara warga, menjelaskan mengenai Forum Keselamatan dan Lingkungan. Forum ini mewakili warga Jalan Manunggal VI dari lima RT yakni RT 36 hingga RT 40, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Forum menyepakati bahwa warga menginginkan rasa aman, nyaman, dan kepastian akan keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan. Keberadaan dua tangki baru yang sangat dekat permukiman menimbulkan kekhawatiran. “Atas nama warga, kami mempertanyakan hal ini. Jangan sampai sudah kejadian baru direspons,” pinta Umar Hadi.

Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Rusdi, menerima perwakilan warga. Ia mengatakan,  RDP segera direalisasikan dengan instansi terkait. Namun, permasalahan ini lebih dahulu disampaikan kepada Komisi II dan pimpinan DPRD Samarinda.

"Tapi saya rasa, demi kepentingan masyarakat, apa salahnya kalau tempat ini (TBBM) dipindah ke Samarinda Seberang atau di tempat yang lain. Masalahnya, kalau tidak ada TBBM, masyarakat akan repot juga. Kita harus selaraskan antara keselamatan dan kepentingan masyarakat,” jelas Rusdi.

Kepala Bagian Ekonomi, Sekretariat Kota Samarinda, Ibrohim, turut menerima perwakilan warga. Ibrohim menjelaskan, segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengambil tindakan selanjutnya. RDP juga disiapkan dengan menghadirkan Pemkot Samarinda, Pertamina, dan warga.

 “Untuk mencari solusi dari keresahan warga,” jelas Ibrohim.

Penjelasan Pertamina

Permasalahan ini segera ditanggapi Pertamina. Menurut Region Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Kalimantan, Heppy Wulansari, sudah ada pertemuan bersama warga. Ia menjelaskan, Terminal BBM Samarinda saat ini memiliki 10 tangki timbun. kapasitas totalnya 21.000 kiloliter (kl).

Heppy memerincikan pembangunan dua tangki timbun yang dipermasalahkan warga. Kapasitas keduanya adalah 3.200 kl dan 2.000 kl. Pembangunan tangki timbun ini disebut sudah melalui kajian upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL). Sudah pula memiliki kajian dari aspek kesehatan dan keselamatan lingkungan.

Penambahan tangki timbun, sambungnya, bertujuan memperkuat ketahanan stok BBM bagi masyarakat Samarinda dan sekitarnya. Stok yang terjaga berarti kebutuhan BBM senantiasa terpenuhi.

Menurut catatan Pertamina, realisasi BBM untuk Samarinda pada tahun ini cukup besar. Sampai Oktober 2019, premium di Kota Tepian sebanyak 50.238 kl. Selanjutnya, solar sebanyak 57.848 kl, pertamax 12.196 kl, dan pertalite 75.214 kl. Total realisasi BBM sementara adalah 195.406 kl.

Mengenai tuntutan warga, kata Heppy, sudah melewati pertemuan. “Sudah ada usulan CSR dari warga. Kami sedang berkoordinasi dengan Pertamina Pusat agar rencana tersebut segera direalisasikan,” imbuh Heppy.

"Yang pasti, warga menuntut program CSR dan saat ini sedang kami koordinasikan. Kami tengah mengevaluasi (usulan) yang bisa masuk dan yang tidak. Yang pasti, kami berprinsip bahwa prosedur sudah kami laksanakan,” lanjut Heppy Wulansari.

Ditambahkan, Pertamina sebenarnya sudah menyosialisasikan pembangunan tangki sejak awal. Namun, ketua RT setempat meninggal.

Heppy menegaskan bahwa pembangunan tangki timbun sebetulnya untuk kepentingan masyarakat juga. Tangki timbun Samarinda memang terbatas. Kehadiran dua tangki baru diharapkan dapat mengatasi kondisi darurat.

 “Jadi (distribusi) Samarinda (saat darurat) tidak bergantung dengan Balikpapan lagi,” tutupnya. (*)

 

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar