Terkini

Euforia Penerbangan dan Solusi Sementara ke Bandara ketika Banjir

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 574 Kali
Euforia Penerbangan dan Solusi Sementara ke Bandara ketika Banjir

Foto: laman resmi Batik Air

Tinggal menghitung hari, penerbangan nasional beroperasi di Bandara APT Pranoto. Ancaman banjir di jalan akses menuju bandara masih menjadi momok. 

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
16 November 2018

kaltimkece.id Meskipun lewat dari tenggat dua pekan yang ditargetkan Presiden Joko Widodo, penerbangan nasional dari Samarinda dipastikan tinggal menghitung hari. Batik Air menjadi maskapai perdana yang membuka penerbangan untuk rute Samarinda-Jakarta. Anak perusahaan Lion Air Group itu melayani jalur pergi-pulang di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda-Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, mulai Rabu, 21 November 2018.

Kepada kaltimkece.id, Distrik Manager Lion Air Kaltim, Achmad Affandi, mengatakan bahwa penerbangan perdana disambut antusias masyarakat. Tiket yang lebih dahulu dijual sudah ludes. Adapun pada Rabu depan, penerbangan perdana dijadwalkan dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.40 WIB. Rute sebaliknya, dari Samarinda pukul 13.45 Wita dan tiba di Soekarno-Hatta pukul 15.35 Wita dengan estimasi waktu penerbangan dua jam.

"Maskapai Batik Air tergolong eksklusif sehingga menambah antusiasme masyarakat," aku Affandi.

Batik Air menyiapkan Airbus A330-200, Boeing 737-800, dan Boeing 737-900 next generation untuk rute ini. Sebagai gambaran, Boeing 737-800 next generation memiliki 156 kursi. Batik Air membaginya menjadi 144 kursi kelas ekonomi dan 12 bisnis. 

Meskipun Lion Air Group baru membuka satu penerbangan setiap hari melalui Batik Air, Affandi menambahkan, tak menutup kemungkinan menambah armada. Lagi pula, Lion Air yang terlebih dahulu mendarat dalam uji coba di Bandara APT Pranoto masih menempuh proses. Lion Air direncanakan melayani rute Samarinda-Surabaya dan Samarinda-Makasar pergi-pulang. Lion Air saat ini masih mengurus izin rute penerbangan di Kementerian Perhubungan. Affandi meyakinkan, insiden jatuhnya Lion Air beberapa waktu tak terlalu berpengaruh dalam penyelesaian perizinan.

Batik Air juga telah membuka rute penerbangan ke Makassar mulai 28 November 2018. Dari Samarinda, rute ini dilayani pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan ID6686. Pesawat berangkat pukul 15.25 Wita dan tiba 16.40 Wita di Bandara Sultan Hasanuddin. Sebaliknya, pesawat berangkat dari Makassar pukul 13.30 Wita dan tiba di Samarinda pukul 14.45 Wita.

“Kami menawarkan tiket Rp 708 ribu per penumpang," terang Affandi. 

Maskapai Lain Menyusul

Di samping Batik Air, sejumlah maskapai telah berbaris untuk membuka penerbangan di Bandara APT Pranoto. Lion Air Grup dan Garuda Indonesia adalah maskapai yang tengah mengajukan izin. Kedua maskapai itu segera melayani rute Samarinda-Jogjakarta, Samarinda-Surabaya, dan Samarinda-Jakarta (Halim Perdanakusuma). 

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumindong, menyatakan bahwa progres ini tidak lepas dari target Presiden Joko Widodo. Saat meresmikan Bandara APT Pranoto pada 25 Oktober 2018 lalu, Jokowi meminta penerbangan nasional di Samarinda dibuka dalam dua pekan. “Sedikit terlambat (dari target Presiden) karena ada bermacam-macam proses dan perizinan yang harus diselesaikan maskapai,” jelas Salman kepada kaltimkece.id

Selanjutnya, Salman memaparkan bahwa Garuda Indonesia sebelumnya dijadwalkan melayani APT Pranoto pada 19 November 2018. Namun, tanggal tersebut mundur karena maskapai masih mempersiapkan izin rute penerbangan di Kementerian Perhubungan. Demikian halnya Lion Air, izinnya juga masih dalam proses. 

“(Izin) yang keluar baru Batik Air," terang Salman. Ia menambahkan, jadwal terdekat adalah Xpress Air yang membuka rute Samarinda-Jogjakarta mulai 29 November 2018. 

Ancaman Banjir di Akses Bandara 

Jika seluruh maskapai beroperasi, diperkirakan dalam sebulan mendatang, arus penumpang dari dan menuju Bandara APT Pranoto dipastikan meningkat. Bandara setidaknya melayani 10 penerbangan nasional (pergi-pulang) setiap hari. 

Jika rata-rata satu pesawat mengangkut 100 penumpang (kapasitas seri Boeing 737-800 adalah 160 orang), total penumpang yang menuju dan meninggalkan bandara mencapai 1.000 orang setiap hari. Angka itu belum termasuk penumpang penerbangan lokal dari Samarinda ke sejumlah kabupaten di Kaltim dan Kaltara.

Masalah besar akan mengadang para penumpang yang meninggalkan bandara menuju Samarinda kota maupun sebaliknya. Satu-satunya akses ke bandara, Jalan DI Pandjaitan di Samarinda Utara, selalu tergenang banjir ketika hujan. Durasi genangan bisa berjam-jam sehingga menimbulkan kemacetan panjang. Dalam situasi ini, para penumpang sangat berisiko terlambat tiba di bandara dan ketinggalan pesawat.

Pemprov Kaltim mengklaim, telah berupaya menangani ancaman banjir yang bisa mengganggu para penumpang. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kaltim tengah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional untuk menangani banjir di Jalan DI Pandjaitan. Patut dicatat, Jalan DI Panjaitan yang merupakan akses Samarinda-Bontang berstatus jalan nasional. Pemeliharaannya di bawah tanggungan pemerintah pusat.

"Masih dikoordinasikan, apakah solusinya dengan penimbunan atau yang lain," demikian Salman Lumindong, kepala Dinas Perhubungan Kaltim. 

Senyampang itu, Dishub Kaltim menyiapkan alternatif sementara jika banjir sewaktu-waktu menggenangi Jalan DI Pandjaitan. Menurut Salman, disiapkan jalur alternatif melalui Jalan Gunung Lingai. 

Penumpang juga bisa menggunakan fasilitas bus Damri yang disediakan Dinas Perhubungan khusus untuk Bandara APT Pranoto. Sudah dua bus disiapkan dan akan ditambah dua unit lagi. Dengan demikian, empat bus Damri melayani penumpang dengan rute Terminal Sungai Kunjang-Terminal Lempake-Bandara APT Pranoto.

"Kalau menggunakan bus Damri, banjir masih bisa dilewati. Bus ini ‘kan tinggi, jadi bisa lewat," jelas Salman. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar