Terkini

Gagasan Besar Unmul Menguliahkan Yatim-Piatu karena Pandemi Tanpa Tes di Semua Fakultas

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 764 Kali
Gagasan Besar Unmul Menguliahkan Yatim-Piatu karena Pandemi Tanpa Tes di Semua Fakultas

Rektor Universitas Mulawarman Profesor Masjaya. (foto: samuel gading/kaltimkece.id)

Angin segar buat pelajar yang kehilangan orangtua akibat Covid-19. Unmul tengah menggagas program kuliah tanpa tes untuk korban pandemi.

Ditulis Oleh: Samuel Gading
25 Oktober 2021

kaltimkece.id Pandemi Covid-19 membuat banyak anak kehilangan orangtua. Kementerian Sosial mencatat, ada 11.045 anak menjadi yatim dan piatu karena orangtuanya meninggal setelah terpapar Covid-19. Di Kaltim, dampak wabah tersebut membuat ratusan anak kehilangan orangtuanya, baik salah satu maupun keduanya. Kondisi ini menjadi perhatian serius Universitas Mulawarman di Samarinda. Rencana kuliah tanpa tes bagi korban pandemi digulirkan.

Wacana tersebut disampaikan Rektor Unmul Profesor Masjaya saat mengikuti pelantikan pengurusan pusat Ikatan Alumni Unmul 2021-2026 di salah satu hotel berbintang di Samarinda Kota, Senin, 25 Oktober 2021. Hanya ada dua syarat untuk bisa ikut program kuliah di Unmul tanpa tes di semua fakultas ini. Pertama, harus memiliki ijazah SMA atau SMK. Kedua, membawa bukti keterangan bahwa orangtua telah meninggal karena Covid-19.

_____________________________________________________PARIWARA

Jika terealisasi, direncanakan, program tersebut mulai berjalan saat penerimaan mahasiswa baru pada 2022 melalui jalur penerimaan mandiri. Pihak kampus hanya melakukan asesmen sesuai kemampuan lulusan. Unmul juga akan mengoordinasikan mengenai biaya kuliah bagi korban pandemi kepada Pemprov Kaltim. Profesor Masjaya menerangkan, ide ini digagas untuk memberikan kemudahan kepada para lulusan SMA/SMK yang kehilangan orangtuanya karena pandemi.

“Ini adalah wujud kepedulian kampus di masa pandemi,” jelas Profesor Masjaya yang juga dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tersebut.

Wakil Rektor I Unmul, Profesor Mustofa Agung Sardjono, membenarkan adanya wacana kuliah di Unmul tanpa tes. Hanya saja, dia menyampaikan, teknis pelaksanaan program tersebut belum dibahas secara komprehensif. Kewenangannya pun ada di tangan rektor sebagai pimpinan tertinggi di universitas.

Guru besar Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Unmul, Profesor S Susilo, mengapresiasi upaya kampus memberikan kemudahan bagi para korban pandemi untuk bisa kuliah. Kuliah tanpa tes, kata dia, dimungkinkan dengan memberi kuota khusus lewat jalur penerimaan tingkat lokal. Dia pun mengingatkan, teknis pelaksanaan program ini harus didiskusikan lebih matang.

“Jangan sampai bertentangan dengan aturan yang berlaku dan harus tepat sasaran,” pesan Profesor S Susilo kepada kaltimkece.id.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Anwar Sanusi, menyambut positif mengenai wacana kuliah bagi korban pandemi tanpa tes di Unmul. Program tersebut diyakini sangat diperlukan. Anwar menyatakan, para mahasiswa bisa mengajukan permohonan Beasiswa Kaltim Tuntas pada semester dua dan tiga.

“Saya tidak tahu jumlahnya (korban meninggal karena Covid-19). Tapi yang jelas, saya sangat berterima kasih kepada Pak Rektor Unmul,” tutupnya. (*)

Editor: Surya Aditya

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar