Terkini

Guru yang Meninggal setelah Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Diklaim karena Penyakit Bawaan

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 349 Kali
Guru yang Meninggal setelah Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Diklaim karena Penyakit Bawaan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty. (surya aditya/kaltimkece.id)

Azmi disebut meninggal karena penyakit bawaan. Tapi, soal dia dikabarkan sakit saat divaksin Covid-19 tidak diakui Pemkot Balikpapan.

Ditulis Oleh: Surya Aditya
11 Juni 2021

 

kaltimkece.id Teka-teki kematian Muhammad Azmi Ramadhan, warga Balikpapan, mulai terjawab. Lelaki 25 tahun itu dipastikan meninggal dunia bukan karena vaksin Covid-19. Hal itu diketahui setelah penyelidikan kematian Azmi yang digelar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan rampung.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty, membeberkan hasil investigasi kasus tersebut. Dijelaskan bahwa penyelidikan kasus ini berjalan sulit. Pasalnya, data-data mengenai riwayat kesehatan Azmi semasa hidup sangat minim.

Hasil rontgen dan tes polymerase chain reaction (PCR) mendiang Azmi, sebut Dio, panggilan Andi Sri Juliarty, tidak ada. Hal itu dikarenakan ketika Azmi masuk rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Sehingga pihak medis tak sempat melakukan pemeriksaan mendalam.

“Tidak sempat di-rontgen dan PCR karena waktu kejadian kondisi almarhum sudah memburuk,” beber Dio yang juga kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Jumat, 11 Juni 2021.

Satu-satunya petunjuk mengungkap kasus tersebut adalah keterangan orangtua Azmi yang menyebut anaknya itu menderita demam dan batuk. Dari keterangan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan yang bekerja sama dengan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyimpulkan, Azmi meninggal karena penyakit bawaan, bukan karena vaksin Covid-19.

Hanya saja, Dio membenarkan, Azmi meninggal setelah divaksin Covid-19. Kondisi itu disebut koinsiden. Tapi, ditegaskannya antara vaksin dengan penyakit adalah dua hal berbeda. “Artinya, kejadian yang terjadi setelah adanya vaksinasi,” ucapnya.

Meski demikian, dia membantah Azmi disebut divaksin Covid-19 dalam kondisi sakit. Menurutnya, soal guru honorer di SMP 17 Balikpapan itu sedang sakit hanyalah keterangan orangtuanya. Tidak ada bukti menguatkan Azmi sakit saat divaksin.

Penguat Azmi sehat saat divaksin adalah soal permintaan vaksinasi. Azmi disebut memenuhi vaksinasi Covid-19 di puskesmas atas undangan pihak sekolahnya. Tidak mungkin, kata Dio, instansi mengundang vaksinasi kepada orang sakit. Karena hal itu sudah menjadi standar operasional prosedur vaksinasi Covid-19. “Jadi, kalau orang ke tempat faskes itu orang sehat sesuai undangan,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, Azmi disuntik vaksin Sinovac dosis pertama di Puskesmas Karang Joang pada Selasa, 18 Mei 2021. Menurut Surati, ibunda Azmi, putranya itu sedang sakit batuk berdahak saat mengikuti kegiatan tersebut. Keesokan harinya, suhu tubuh Azmi tiba-tiba meningkat drastis.

Empat hari setelah divaksin, Azmi kembali ke Puskesmas Karang Joang untuk memeriksa kesehatannya. Pihak medis mendiagnosis Azmi menderita demam dan memberikan vitamin serta parasetamol. Meski telah mengonsumsi kedua obat tersebut, kondisi Azmi terus memburuk.

Lantaran tak kunjung membaik, Azmi dibawa ke RSUD Beriman pada Rabu malam, 26 Mei 2021. Akan tetapi, di rumah sakit milik pemerintah itu, pria yang tinggal di Kilometer 15, Balikpapan Utara, itu mengembuskan napas terakhirnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar