Terkini

Kaltim Waspadai Cluster Magetan, Dua Rapid Test di Balikpapan Reaktif Covid-19

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 26592 Kali
Kaltim Waspadai Cluster Magetan, Dua Rapid Test di Balikpapan Reaktif Covid-19

Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (antara foto)

Sementara ini ada 72 orang dari cluster Magetan terlacak berada di Kaltim. Dua di antaranya reaktif Covid-19.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
24 April 2020

kaltimkece.id Kemunculan cluster Magetan tengah diwaspadai Dinas Kesehatan Kaltim. Kasus Covid-19 dari cluster tersebut bahkan tersebar hingga Malaysia. Dari sumber yang sama, terdapat 72 orang terlacak berada di Kaltim.

Berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan Kaltim terus mencari data valid dan tracing keberadaan para santri asal Kaltim di Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Hal itu menyusul pengumuman pemerintah Malaysia soal 43 warganya, santri di Pesantren Al-Fatah Magetan, terkonfirmasi positif Covid-19.

Disebutkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, untuk sementara di Kaltim terdapat 72 orang hasil tracing cluster Magetan. Sebagian besar 46 orang berada di Samarinda. Menjalankan isolasi mandiri di rumah. Rapid test bakal dilakukan dalam minggu ini dan minggu depan. Sedangkan 24 lainnya terdapat di Balikpapan.

“Dua di antaranya menunjukkan hasil rapid test reaktif Covid-19. Selebihnya, satu di Paser dan satu di Kutai Kartanegara,” sebut Andi M Ishak, Kamis petang, 23 April 2020.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kaltim mencatat ada enam cluster di Kaltim. Pertama adalah cluster Bogor 1. Merupakan kegiatan bisnis tanpa riba pada akhir Februari 2020. Tercatat ada 23 orang terdampak. Lima di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19 sedangkan yang negatif 18. Sembuh satu dan sedang proses penyembuhan satu orang. Daerah terdampak adalah Samarinda dan Balikpapan.

Kedua, cluster Bogor yang merupakan kegiatan Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (PST) GPIB di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Februari 2020. Ada 24 orang terdampak. Enam terkonfirmasi positif Covid-19, 19 negatif, lima sembuh, dan satu dalam proses penyembuhan. Daerah terdampak Balikpapan, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Ketiga, cluster KPU. Ada 17 orang terdampak. Dua terkonfirmasi positif, 15 negatif, dua sembuh. Cluster ini telah dinyatakan tuntas karena ke-15 kasus telah dinyatakan negatif. Dan dua yang terkonfirmasi positif telah sembuh.

Keempat, cluster Jepang. Satu keluarga berjumlah empat orang. Tiga terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu negatif. Tiga yang terkonfirmasi positif saat ini melakukan perawatan intensif.

Kelima, cluster Tasikmalaya. Lima orang terdampak. Empat terkonfirmasi positif, satu negatif. Empat pasien positif tengah melakukan perawatan intensif.

Keenam, cluster Gowa. Kasusnya terus berkembang. Sudah 84 orang terdampak. Terkonfirmasi positif 28 orang. Sepuluh negatif, satu meninggal dunia. Seluruh kabupaten dan kota di Kaltim terdampak kecuali Mahakam Ulu.

Lima Kasus Baru

Kamis, 23 April 2020, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lima di Kaltim. Satu kasus di Kutai Timur dengan kode pasien KTM 06, berjenis kelamin laki-laki, usia 39 tahun. Pelaku perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. Keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, dan bronchitis. “Saat ini menjalani perawatan isolasi di RSUD Kudungga Sangatta,” terang Andi.

Satu kasus di Samarinda dengan kode pasien SMD 10. Laki-laki, usia 54 tahun. Pelaku perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. Keluhan batuk dan sakit tenggorokan. Dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Tiga kasus di Bontang dan seluruhnya laki-laki. Menjalani perawatan isolasi di RSUD Taman Husada Bontang.  Pasien BTG 06 usia 36 tahun. Pelaku perjalanan dari Gowa. Dirawat sejak 14 April 2020.  Sementara pasien BTG 07 berusia 67 tahun, memiliki keluhan bronchitis.

Berikutnya BTG 08 usia 28 tahun. Pelaku perjalanan dari Balikpapan. Satu penerbangan dengan BPN 17. Mempunyai gambaran gejala pneumonia.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP), juga bertambah 26 orang. 18 di antaranya dari Samarinda. Tiga berjenis kelamin laki-laki usia 25, 42, dan 36 tahun. Pelaku perjalanan dari Balikpapan. Hasil rapid test reaktif Covid-19. Saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing diawasi tenaga kesehatan.

Sedangkan 15 kasus lainnya juga seluruhnya laki-laki. Usia 20 hingga 60 tahun. Pelaku perjalanan dari Gowa. Hasil rapid test reaktif Covid-19. Dirawat isolasi di Rumah Sakit Karantina Covid-19 Samarinda, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim.

Tiga di Kutai Kartanegara seluruhnya perempuan dan dilakukan perawatan isolasi di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Salah satunya PDP usia 20 tahun. Dirawat sejak 21 April 2020 dengan keluhan demam dan mempunyai penyakit penyerta TBC. Hasil rapid test positif Covid-19. Pada 22 April 2020, kondisinya menurun dan meninggal dunia.

Lima kasus lainnya terdiri dari dua PDP di Kutai Timur dan tiga di Bontang. Hingga 23 April 2020, kasus PDP di Kaltim mencapai 427 orang. “Negatif 189, positif 74, probable satu kasus, sembuh 11 orang, dan meninggal dunia satu,” pungkas Andi M Ishak. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar