Terkini

Kejadian Kedua Dalam 4 Hari Anak Tewas Terjebak di Kamar pada Peristiwa Kebakaran di Samarinda

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 1042 Kali
Kejadian Kedua Dalam 4 Hari Anak Tewas Terjebak di Kamar pada Peristiwa Kebakaran di Samarinda

Tim Inafis Polresta Samarinda setelah olah TKP di Jalan Jelawat. (giarti ibnu lestari/kaltimkece.id)

Kebakaran di Samarinda kembali memakan korban jiwa. Memakan dua nyawa di dua peristiwa hanya dalam empat hari.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
08 September 2020

kaltimkece.id Dua kebakaran dalam empat hari di Samarinda menelan korban jiwa. Masing-masing merenggut nyawa anak-anak yang sama-sama terjebak dalam kamar. Insiden keduanya juga diduga dipicu korsleting listrik.

Kejadian pertama terjadi pada Jumat, 4 September 2020, sekira pukul 22.00 Wita. Api membara di Jalan Lempake Tepian RT 01 Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Polsekta Sungai Pinang mendata dua rumah habis terbakar. Satu di antaranya dalam keadaan kosong. Satu rumah lainnya bangsalan tiga pintu yang dihuni dua kepala keluarga berisi 10 jiwa.

Febi, enam tahun, anak ketiga dari empat bersaudara, menjadi korban meninggal dunia saat kejadian tersebut. Terjebak dalam kamar saat api berkobar hebat, sementara sang ibu hanya berhasil menyelamatkan tiga anaknya.

Api padam satu setengah jam setelah kejadian. Diduga bermula dari korsleting listrik di kamar korban dan keluarganya semula terlelap.

Empat hari kemudian, Selasa, 8 September 2020, satu rumah di Jalan Jelawat, RT 02, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, terbakar hebat. Api membara sekira pukul 10.35 Wita. Seorang anak laki-laki bernama Muhammad Zidan, usia 10 tahun, menjadi korban meninggal dunia. Diduga terjebak dalam kamar. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di lantai dua rumah tersebut. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 11.40 Wita.

Rumah tersebut merupakan bangunan dua lantai dengan ukuran lebar enam meter dan panjang 14,8 meter. Terbuat dari kayu. Ditempati lima anggota keluarga.

Dari kesaksian tetangga, saat kejadian dalam rumah tersebut hanya ada dua orang. Yakni Muhammad Zaki (15) dan adiknya yang menjadi korban meninggal dunia, Muhammad Zidan. Kedua orangtuanya diketahui sedang pergi.

"Saya sedang tidur di depan, satpam gedung sebelah kasih tahu ada asap di rumah itu. Saat saya keluar api dalam rumah sudah besar dan saya sempat keluarkan barang,” Romi Ismid, tetangga korban.

Beberapa saat kemudian, diketahui kedua anak dalam rumah tersebut berada di kamar lantai dua. Sang kakak berhasil meloloskan diri dengan melompat. Namun sayang, sang adik tidak berhasil dan terjebak di kamar yang membara.

Sebanyak 13 unit tangki truk pemadam kebakaran gabungan dari Dinas Kebakaran Samarinda dan Pemadam Kebakaran Swasta, dibantu relawan, memadamkan api sekira pukul 11.40 Wita. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Beberapa saat kemudian, tampak membawa bungkusan plastik yang akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

"Untuk penyebab pasti akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tim Inafis Polresta Samarinda berdasarkan olah tempat kejadian perkara awal," jelas Kapolsekta Samarinda Ilir, Ajun Komisaris Polisi M Aldi Harjasatya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar