Terkini

Kisah Empat Anak di Tenggarong yang Ditinggalkan Dua Orangtuanya karena Covid-19

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2001 Kali
Kisah Empat Anak di Tenggarong yang Ditinggalkan Dua Orangtuanya karena Covid-19

Potret mendiang Ali Yusni dan Deasy Setiawati beserta keempat anaknya. (istimewa)

Empat anak ini di Tenggarong ini ditinggal pergi orangtuanya yang menjadi korban keganasan pandemi Covid-19.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
26 Juli 2021

kaltimkece.id Sabtu, 24 Juli 2021, jagat media sosial dihiasi cuplikan seorang anak mengumandangkan azan di pemakaman yang berlokasi di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Belakangan terungkap anak tersebut tengah memberikan baktinya di depan pusara sang ibu yang meninggal dunia karena Covid-19.

Anak tersebut diketahui bernama Arga, 14 tahun, anak kedua dari empat saudara. Pasangan Ali Yusni dan Deasy Setiawati. Ali Yusni mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 22 Juli 2021. Disusul sang istri, Sabtu dini hari, 24 Juli 2021. Keduanya meninggal dunia karena virus corona.

"Almarhum dan Almarhumah baik dengan anak dan keluarganya. Anak-anaknya pun memiliki sifat yang sama baik. Ibadahnya juga baik," Kenang Leonita, saudari Deasy Setiawati, Senin, 26 Juli 2021, kepada kaltimkece.id.

Leonita menceritakan, awalnya pada 16 Juli 2021, kakak iparnya, Ali Yusni, mengeluh sesak napas dan batuk. Dengan gejala itu, Ali Yusni dan istrinya mendatangi RSUD AM Parikesit untuk memeriksakan diri. Saat diperiksa petugas medis menggunakan antigen dan PCR, Ali dinyatakan positif Covid-19.

Setelahnya, anak pertama, Arya, 17 tahun; dan anak ketiga, Abay, 8 tahun, turut terkonfirmasi positif. Saat itu, istri dan kedua anak lainnya masih dinyatakan negatif. Berselang dua hari, Deasy juga terkonfirmasi positif saat melakukan tes usap karena mengaku tak enak badan. "Mungkin terpapar saat menemani suaminya di rumah sakit," jelas Leonita.

Pasangan suami-istri itu pun menjalani perawatan bersama di RSUD AM Parikesit. Sedangkan dua anaknya, Arya dan Abay, menjalani isolasi di Wisma Atlet Aji Imbut Tenggarong Seberang. Setelah berhari-hari perawatan, Ali Yusni wafat pada usia 46 tahun. Sedangkan Deasy 38 tahun.

Dari empat anaknya, baru Arya yang tengah menjalani isolasi mandiri, dan Arga yang mengetahui kematian orangtuanya. Dua lainnya masih belum diberitahu. “Takut buat sedih. Setelah isoman akan diberitahu," sebutnya.

Kepergian Ali Yusni dan Deasy meninggalkan dengan umur tiga anak laki-laki dan satu perempuan. Yaitu Arya, 17 tahun; Arga, 14 tahun; Abay, 7 tahun; dan Ayra, 4 tahun. Arya bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tenggarong. Sedangkan Arga di Pondok Pesantren Al Hidayah. Dan Abay, kelas III Sekolah Dasar Muhammadiyah Tenggarong. Nantinya, mereka diasuh nenek dan kerabat dekat. "Baik anak-anaknya. Rajin ibadah semuanya," lanjut Leonita.

Yusril, saudara dari mendiang Ali Yusni, menyebut bahwa Arga dan Ayra sekarang berada di kediaman neneknya di Kelurahan Panji, Tenggarong. Keluarga telah berencana bersama-sama mengurus keempatnya. "Anaknya baik-baik, orang-orangnya ceria dan taat agama," pungkas Yusril. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar