Terkini

Langkah Cepat Gubernur Isran, Siapkan Rp33 Miliar untuk Sediakan APD

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 1864 Kali
Langkah Cepat Gubernur Isran, Siapkan Rp33 Miliar untuk Sediakan APD

Gubernur Kaltim Isran Noor saat rapat jarak jauh dengan Presiden Joko Widodo, Selasa, 24 Maret 2020. (nalendro priambodo/kaltimkece.id)

Kasus positif Covid-19 di Kaltim adalah tertinggi di luar Jawa. Namun sebaran APD dari pemerintah pusat untuk provinsi ini, menunggu banyak antrean.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
24 Maret 2020

kaltimkece.id Pemprov Kaltim memutuskan pergeseran APBD 2020 sebesar Rp33 miliar. Hal ini, menyusul dikeluarkannya Keputusan Gubernur tentang penetapan status kejadian luar biasa (KLB) akibat Covid-19 di Kaltim. Surat Keputusan bernomor 360/K.246/2020 ditetapkan langsung Gubernur Isran Noor, 20 Maret 2020. Status KLB yang disandang Kaltim berlangsung 90 hari sejak ditetapkannya status tersebut.

Pelaksana Tugas Sekretaris Provinsi Kaltim, Muhammad Sabani, menjelaskan bahwa anggaran Rp33 miliar itu berdasarkan usulan Dinas Kesehatan Kaltim. Juga dua rumah sakit di bawah naungan Pemprov. Yakini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, dan RSUD Kanujoso Djatiwibo, Balikpapan.

RS Abdul Wahab Sjahranie mengusulkan sekitar Rp6 miliar dan RSUD Kanujoso Djatiwibo sebesar Rp10 miliar. Sementara Dinas Kesehatan Kaltim mengusulkan Rp17,1 miliar. Nantinya disiapkan dan disebar ke 11 rumah sakit pemerintah di Kaltim.

Mayoritas anggaran itu, lanjut Sabani, diperuntukkan membeli alat pelindung diri (APD), obat-obatan, sosialisasi, dan alat medis lainnya. Anggaran sudah tersedia dan siap direalisasikan. "Mana yang mereka minta, kami sudah siapkan anggarannya," ucap Sabani di ruangnya, Selasa, 24 Maret 2020.

Pergeseran anggaran dimungkinkan setelah munculnya Instruksi Presiden 4/2020 tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa menghadapi Covid-19.

Dalam penyusunan dan implementasinya, penganggaran tetap diawasi berlapis. Baik oleh auditor negara dan dikawal kejaksan. "Kalau dananya kurang, bisa ditambah," kata Sabani.

Gubernur Kaltim, Isran Noor, sudah menyampaikan hal itu ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat rapat terbatas penanggulangan Covid-19 pada Selasa, 24 Maret 2020. Dalam rapat yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, Isran menyampaikan sulitnya memperoleh APD di pasaran. Walaupun pemerintah sudah memiliki uang.

Rapat melalui fasilitas video conference tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Ma'aruf Amin. Didampingi sejumlah menteri, panglima TNI/Polri, dan delapan kepala daerah di Indonesia.

"Semua kepala daerah (yang mengikuti rapat) mengeluhkan persoalan APD (alat pelindung diri) yang masih kurang. Termasuk rapid test yang belum sampai," ucap Isran kepada jurnalis setelah rapat terbatas di Kegubernuran Kaltim, Selasa, 24 Maret 2020.

Sebenarnya, lanjut Isran, jajarannya sudah berupaya membeli langsung ke distributor. Namun, pihaknya masih gamang karena distributor meminta uang muka lebih dulu namun belum bisa menggaransi barang sampai cepat.

Informasi yang ia dapat dari Presiden dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, pemerintah sudah mendatangkan 105 ribu APD dari Tiongkok. Hanya saja, baju berbentuk laiknya astronot itu distribusinya masih diprioritaskan Pulau Jawa. Khususnya DKI sebagai episentrum Covid-19 di Indonesia.  

Informasi yang dihimpun, 45 ribu APD didistribusikan ke DKI Jakarta. 40 ribu unit disebar ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, dan Bali. Sedangkan 10 ribu unit dicadangkan. Adapun, 10 ribu unit lainnya disebar ke daerah luar pulau jawa dan Bali. Salah satunya Kaltim.

Hingga kini, Isran belum dapat kepastian berapa APD bantuan nasional dikirimkan ke Kaltim. Dia berharap pusat segera merealisasikan. Sebab, stok semakin menipis. Pengelola rumah sakit terpaksa bersiasat. Membuat APD secara mandiri. Atau menggantungkan bantuan dari perusahaan maupun masyarakat. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Terutama bagi keselamatan tenaga medis.

Saat ini terdapat sedikitnya 1.065 orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim. 56 orang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). 22 dinyatakan negatif dan 24 lainnya masih menunggu hasil laboratorium. Dan 11 orang dinyatakan positif Covid-19. "Padahal, sebaran (Covid-19) di Kaltim, tertinggi di luar jawa," sesal Isran. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar