Terkini

Limbah Bor Pertamina Merembes ke Drainase dan Sungai di Sangasanga, Disebut Hanya Lumpur

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 309 Kali
Limbah Bor Pertamina Merembes ke Drainase dan Sungai di Sangasanga, Disebut Hanya Lumpur

Lumpur diduga limbah bor Pertamina mencemari drainase di Sangasanga. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Pembersihan alat pengeboran Pertamina EP 5 Sangasanga merembes ke drainase dan sungai di Sangasanga.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
07 April 2021

 

kaltimkece.id Selasa pagi, 6 Maret 2021, Nugraha dan penduduk Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, dikejutkan kematian biota air di drainase lingkungan mereka. Aliran parit tersebut berada di RT 10 dan RT 18 yang langsung menuju ke aliran sungai Sangasanga.

Menurut Nugraha dan warga setempat, beberapa saat sebelum kejadian, dilakukan pembersihan alat pengeboran Pertamina EP 5 Kec Sangasanga yang sebelumnya dioperasikan. Sisa limbah pengeboran itulah yang diduga mengalir ke drainase permukiman warga akibat terbawa aliran air saat terjadi hujan.

Setelah kejadian tersebut, warga beserta lurah setempat mengonfirmasi dan menggelar musyawarah dengan perwakilan perusahaan. Dari pertemuan itupun disepakati jika perusahaan bersedia bertanggung jawab. Limbah yang mengalir ke sekitar permukiman warga dan telah menjalar ke sungai, dijanjikan bakal ditangani perusahaan.

Lurah Sangasanga Dalam, Mulyadi Sugiansyah, menyebut jika pihaknya juga masih menunggu penyelidikan menyeluruh dan uji lab dari pihak terkait mengenai pencemaran tersebut. Apalagi pencemaran sampai membuat biota di aliran drainase mati mendadak.

"Kami tidak ingin kejadian ini meluas sampai di hilir dan hulu sungai agar tidak merugikan para nelayan nantinya,” sebut Mulyadi kepada kaltimkece.id, Rabu, 7 April 2021.

Dari keterangan sementara oleh perusahaan, Mulyadi diinfokan jika limbah tersebut tak berbahaya. Namun ia tetap meminta hasil uji lab untuk memastikan kandungan dan seberapa berbahaya pencemaran tersebut.

Menurutnya, dari kejadian tersebut masyarakat juga dirugikan karena terhentinya pasokan air baku. Pasalnya air bersih dari PDAM disebutkan sedang terhenti karena perawatan jaringan dan biasanya warga beralih sementara menggunakan air dari anak sungai di Sangasanga Dalam. Lantaran sebagian sudah tercemar, warga urung mengambil dari sumber air tersebut.

Tanggapan Pertamina

PT Pertamina selaku pemilik konsesi zona sembilan Field Sangasanga, melalui Legal & Relation Assistant Manager Pertamina, Frans A Hukom mengatakan jika pihaknya telah melakukan penanganan dan pengendalian limbah sisa tersebut. Termasuk yang mengalir ke aliran hilir sungai di RT 18. "Yang tercemar itu adalah lumpur," sebutnya.

Perusahaannya menurunkan alat khusus untuk membantu penanggulangan pencemaran. Sehingga mempercepat penangan pembersihan di parit dan aliran hilir sungai yang dilalui limbah.

“Tim Field Kecamatan Sangasanga melakukan upaya terbaik agar tidak ada lagi lumpur mengalir ke saluran air warga. Selain itu, warga di area yang terdampak diberikan pasokan air bersih. Saat ini kami masih melakukan investigasi,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar