Terkini

Longsor Lagi di Loa Kulu, Empat Rumah Roboh dan Jalan yang Nyaris Putus

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1451 Kali
Longsor Lagi di Loa Kulu, Empat Rumah Roboh dan Jalan yang Nyaris Putus

Rumah yang terkena tanah longsor di Desa Jembayan, Loa Kulu, Kutai Kartanegara (fachrizal muliawan/kaltimkece.id)

Hujan yang mendera Kukar dan Samarinda menimbulkan bencana tanah longsor. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
29 September 2019

kaltimkece.id Sahabudin baru saja duduk bersila sembari menghadapi makan siangnya pada Ahad siang, 29 September 2019. Belum sempat menyuap sendok pertamanya, pekerja keramba di Desa Jembayan, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, itu, merasakan keramba tempatnya bekerja bergoyang hebat.

Dari luar ruang tempat dia hendak menyantap makan siang, terdengar suara gemuruh dan kayu yang dipatah paksa. Di tengah hujan deras pukul 13.00 Wita itu, rumah tempat keramba ditambatkan roboh. Tanah di bawah rumah longsor. Rumah berbahan kayu itu tenggelam di Sungai Mahakam. Pria yang akrab disapa Budin itu dengan sigap mengambil tali tambatan keramba. Keramba bergeser menjauh dari daratan dan menjauh dari reruntuhan rumah.

"Semua ada empat rumah yang roboh," ujarnya. Empat rumah tersebut tak lain milik tetangganya.

Budin menuturkan, rumah yang roboh adalah milik Mahyudi, Bain, dan Rapingi Yudin Nur. Rumah pertama yang roboh adalah milik Bain, diikuti dua buah rumah rumah milik Mahyudi, kemudian milik Rapingi. Rumah para korban di RT 4 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Loa Kulu, Kukar.

Pergeseran tanah telah diketahui para empunya rumah sejak Minggu dini hari, sekitar pukul 02.30 Wita. Yang pertama kali merasakan ada pergeseran tanah adalah Bain. Kepada kaltimkece.id, Bain menuturkan, dia segera memindahkan perabotan ke bagian depan rumah. "Semua saya taruh di ruang tamu," tuturnya.

Melihat tanah terus bergerak, Bain segera memberi tahu Mahyudi. Mahyudi pun berbuat sama. Ia mengeluarkan barang-barang dari rumah. "Saya khawatir longsor sebentar lagi," ujarnya. Pasalnya, tanah di sekitar tempat tinggalnya terus bergerak. Kekhawatirannya sempat reda, sekitar pukul 03.30 Wita pergerakan tanah berhenti. Namun saat dia mengeluarkan barang-barang, tanah longsor datang lewat tengah hari. Ketika hujan deras mengguyur Samarinda dan beberapa wilayah di Kukar.

Bukan Kejadian Pertama

Kepala Kepolisian Sektor Loa Kulu, Inspektur Satu Aksaruddin Adam, menuturkan bahwa petugas segera menuju lokasi longsor sekitar 15 menit selepas kejadian. "Syukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujarnya. Warga disebut sudah mengetahui tanda-tanda longsor. Longsor diduga karena abrasi.

Peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi pada Agustus 2019 lalu. Lokasinya tak lebih dari 100 meter dari lokasi yang sekarang. Dari olah tempat kejadian perkara dan wawancara warga, total kerugian yang dialami warga mencapai Rp 600 juta.

Longsor juga membuat akses jalan poros Loa Kulu-Tenggarong hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara untuk roda empat ke atas, mesti memutar melalui jalan milik perusahaan. "Sudah terjadi retakan-retakan di jalan makanya kendaraan bertonase menengah hingga tinggi dilarang melintas," kuncinya. (*)

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar