Terkini

Memulai Tren Berbagi Sikapi Sebaran Covid-19 di Bumi Etam

person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 777 Kali
Memulai Tren Berbagi Sikapi Sebaran Covid-19 di Bumi Etam

Momen penyerahan bantuan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada RSUD AWS Samarinda. (arditya abdu azis/kaltimkece.id)

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menunjukkan kepedulian terhadap wabah Covid-19 yang telah menyerang Bumi Etam.

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
19 Maret 2020

kaltimkece.id Begitu Covid-19 mewabah, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) termasuk yang cukup sibuk di Kaltim. Ada tiga pasien isolasi sejauh ini. Dan satu telah dinyatakan positif virus corona. Atas kerja keras melawan pandemi tersebut, fasilitas medis pelat merah tersebut mendapat berbagai dukungan.

Salah satunya datang dari Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura. Memberikan bantuan berupa makanan dan protein. Ditujukan kepada petugas medis RSUD AWS Samarinda.

Bantuan diserahkan Sekertaris Kesultanan Ing Martadipura Kukar, Awang Yacoub. Pemberian bantuan disebut sebagai bentuk perhatian kepada tugas berat yang tengah dijalankan tim dokter dan perawat. "Bantuan ini sebagai bentuk keprihatinan Sultan (Aji Muhammad Arifin) dalam konteks pasien yang terisolasi dan para tenaga medis yang telah bekerja secara maksimal dalam penanganan," katanya kepada kaltimkece.id, Rabu, 18 Maret 2020.

Bantuan Kesultanan Kutai Ing Martadipura juga ditujukan untuk pasien maupun tenaga medis yang berdomisili di Kukar. "Tentu kita ikut berpikir bagaimana kalau ini terjadi kepada kepala keluarga dengan profesi berpenghasilan harian seperti ojek online dan buruh bangunan. Jadi perlu ada kebersamaan. Kepada warga Kukar, Beliau bersedia memberikan bantuan makanan jadi atau bahan pangan dengan memberi sumbang sih agar keluarga yang terisolasi bisa terbantu," sambungnya.

RSUD AW Sjahranie sendiri merupakan langkah awal pihak kesultanan menunjukkan kepeduliannya. Selain Samarinda, ke depannya akan melakukan komunikasi ke dua wilayah terluar Kukar seperti Bontang dan Balikpapan.

Bantuan akan diberikan setiap hari. Dengan persyaratan, pasien merupakan tulang punggung keluarganya. Terlebih bagi masyarakat Kukar yang memiliki penghasilan harian.

Sementara itu, Humas RSUD AW Sjahranie dr Arysia Andhina, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap bantuan dan kepedulian yang telah diberikan. Selain bentuk makanan jadi, kata Sisi—sapaan akrabnya, bantuan bisa berupa bahan baku pangan. Tidak melulu dalam olahan jadi.

"Kami bersyukur ada yang perduli. Semoga ini bisa menjadi pemicu bagi pihak lain yang mau berbagi dan peduli kepada sesama," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar