Terkini

Mencari Formulasi Tepat dari Kemacetan setelah Jembatan Mahakam IV Berfungsi

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 7276 Kali
Mencari Formulasi Tepat dari Kemacetan setelah Jembatan Mahakam IV Berfungsi

Suasana Jembatan Mahakam IV pada Selasa sore, 7 Januari 2020. (wahyu musyifw/kaltimkece.id)

Jembatan Mahkota IV telah berfungsi. Kemacetan justru masih terjadi. Dishub dan Satlantas berusaha mencari formula mengurainya.

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
07 Januari 2020

kaltimkece.id Jembatan Mahakam IV yang mendampingi Jembatan Mahakam I sudah berfungsi sejak Jumat pagi, 3 Januari 2020. Lima hari keduanya dioperasikan, kemacetan lalu lintas masih terlihat di sekitar jembatan. Padahal, tujuan utama Pemprov Kaltim membangun jembatan tersebut tak bukan selain memecah kepadatan lalu lintas. 

Berdasarkan pantauan kaltimkece.id pada Senin dan Selasa, 6-7 Januari 2020, kemacetan di sekitar jembatan sewaktu-waktu masih terlihat. Konsenstrasi kendaraan menumpuk di segmen Samarinda Seberang, tepat sebelum memasuki Jembatan Mahakam I (jembatan lama). Sebagian kendaraan bahkan terhenti di atas jembatan berusia 34 tahun yang telah 17 kali ditabrak kapal pengangkut batu bara. 

Pantauan Dinas Perhubungan Samarinda pada 5 dan 6 Januari 2020 juga seragam. Kemacetan muncul pada jam-jam sibuk antara pukul 16.00 hingga 20.00 Wita.

Hari Prabowo, kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Dishub Samarinda, membenarkan hal tersebut. Kendaraan yang melintasi Jembatan Mahakam IV dari Samarinda Kota menuju Samarinda Seberang memang nampak lancar. Pengendara baru diadang macet ketika keluar dari jembatan di Samarinda Seberang. Kendaraan harus mengantre karena harus memutar arah di U-turn atau putaran di Jalan APT Pranoto, tepatnya di depan Kompi C Yonif 611/AWL. Menurut analisis Dishub, kemacetan disebabkan karena lokasi tersebut menjadi titik temu kendaraan dari arah Samarinda Kota dan Jalan Bung Tomo. Kendaraan dari arah ini hendak menuju Jalan Cipto Mangun Kusumo dan Jembatan Mahakam I. Ditambah lagi, penumpukan kendaraan dari luar kota maupun Samarinda Seberang yang hendak menyeberang ke Jembatan Mahakam I. Antrean pun mengular dari Jalan Cipto Mangun Kusumo, Jalan APT Pranoto, hingga putaran di ujung Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan SMP 10.

Hari Prabowo dari Dishub Samarinda mengatakan, sudah mengajukan sejumlah saran agar kemacetan bisa terurai. Dishub juga mengusulkan sejumlah skema untuk mengurangi kemacetan. Menurut Hari, kemacetan di Jalan APT Pranoto, tepatnya di depan Kompi C Yonif 611/AWL, sebenarnya di luar prediksi. Di depan Jembatan Mahakam IV terdapat box barrier (kotak pembatas jalan) yang dipasang menghalangi U-turn yang mengarah ke Jalan Bung Tomo (Sei Keledang).

"Saya tidak tahu siapa yang pasang (box barrier). Saya tanya ke Satlantas, mereka mengaku tidak pernah memasang itu. Rencananya kami buka itu," terangnya.

Untuk kendaraan yang menumpuk di Jalan APT Pranoto dan Jalan Cipto Mangunkusumo, juga dilihat penyebabnya. Pengendara dari arah Jalan Bung Tomo tidak lagi bisa langsung masuk ke jembatan lama. Pengendara harus memutar terlebih dahulu melalui Jalan APT Pranoto. 

"Jika arus tersebut disamakan seperti dulu, akan berbahaya," tambahnya. 

Untuk mengakali skema tersebut, kata Hari, lampu lalu lintas di persimpangan Jalan Bung Tomo dan Jalan Cipto Mangunkusumo telah ditutup dengan barrier. Rekayasa ini membuat pengendara harus memutar lebih jauh. Memang mengurangi kenyamanan namun hal tersebut demi memaksimalkan keamanan berlalu lintas. 

Untuk sisi Samarinda bagian kota, direncanakan memfungsikan traffic light di depan jembatan kembali. Dengan demikian, pengendara dari arah Samarinda Seberang yang baru keluar dari jembatan lama bisa langsung masuk Jalan Slamet Riyadi yang mengarah ke pusat kota. 

"Traffic light di situ sudah tidak ada modulnya karena dipindahkan. Harus diperbaiki dulu selagi kami mengkaji skema lalu lintas, jelasnya. 

Langkah ini diambil juga demi keselamatan. Kemacetan dari arah seberang ke kota sering membuat kendaraan terhenti di atas jembatan. Kendaraan yang statis, sebut Hari, dikhawatirkan membahayakan kondisi jembatan. "Karena beban (yang diterima jembatan) dihitung dari sifat dinamis, bukan statis.

Lagi pula, Jembatan Mahakam I sudah tua," ucapnya.

Dishub Samarinda juga tidak tinggal diam. Posko didirikan hingga seminggu ke depan untuk memantau uji coba. Petugas di posko ini membantu mengarahkan pengendara. Setiap hari, 12 petugas disiagakan bergantian.

"Memang karena masih baru, masyarakat belum terbiasa. Lagi pula, rambu lalu lintas belum terpasang. Kami berharap pemasangan rambu lalu lintas segera selesai," tutupnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas, Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso, menyatakan akan mengevaluasi arus kendaraan selama uji coba Jembatan Mahakam IV. "Satlantas dan Dishub sedang mencari formula yang tepat di kedua jembatan agar tidak lagi macet. Setiap hari, kami analisis dan evaluasi," ucapnya.

Personel Satlantas juga terus berjaga di titik mecet selama 24 jam. Selama uji coba Jembatan Mahkota IV, Satlantas memastikan adanya perubahan arus lalu lintas. Pengkajian terus berjalan untuk menemukan opsi pengurai kemacetan hingga diperoleh sertifikasi dari Komisi Keamanan Jembatan, Terowongan, dan Jalan. (*)

Editor: Fel GM

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar