Terkini

Merokok dan Mainkan Ponsel setelah Tabrak Mati Sepasang Kekasih, Penabrak Maut Diduga Pakai Narkoba

person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 10987 Kali
Merokok dan Mainkan Ponsel setelah Tabrak Mati Sepasang Kekasih, Penabrak Maut Diduga Pakai Narkoba

Petugas menunjukkan rambut korban yang tersangkut di kaca mobil. (giarti ibnu lestari/kaltimkece.id)

Ada dugaan penabrak maut di jembatan Jalan Lambung Mangkurat dalam pengaruh narkoba saat berkendara pada dini hari.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
17 November 2019

kaltimkece.id Tati (40), sedang asyik bercengkerama dengan sahabat lintas usianya pada Sabtu dini hari, 16 November 2019. Betukar pesan dengan Hesty Perawati (29) melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.  

Setelah rangkaian obrolan, Hesty meminta tolong agar Tati menjemput anaknya dan dibawa ke kontrakan setelah langit terang. Waktu itu tepat pukul 03.11 Wita. Tati merespons semenit berselang. Dan tak dibalas lagi oleh Hesty. Tati tak menaruh curiga. Sebelumnya si sahabat sudah berkata baterai telepon genggamnya lemah.

Hesty sempat mengirim foto dirinya dengan latar belakang bilik-bilik warung internet. Terlihat setengah bagian wajah Hesty. Mengenakan baju dengan aksen putih berkilau di bagian dada. Baju berbahan rajut dengan model turtleneck. Cat dinding warnet didominasi warna biru tua. Ada sedikit cat hijau di bagian atas pintu.

Tati sempat bertanya: "Kamu ada dimana?"  

"Di warnet," jawab Hesty.

Nahas, pukul 04.00 Wita Hesty Perawati jadi korban kecelakaan lalu lintas. Ditabrak kendaraan roda empat ketika berjalan kaki di bawah turunan Jembatan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir.

Saat kecelakaan tersebut, Hesty berdua dengan kekasihnya, Muhammad Layli, berusia 41 tahun. Keduanya ditabrak dari belakang oleh Toyota Avanza KT 1847 LR berwarna silver. Mobil tersebut dikemudikan M Fajar Kamil, 29 tahun, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dari kartu identitas miliknya, Hesty Perawati diketahui beralamat di Sangatta Utara, Kutai Timur. Baru beberapa bulan pindah ke rumah kontrakan di Jalan Lambung Mangkurat, Gang H Usman RT 18, Kelurahan Pelita, Samarinda Ilir.

Sedangkan, Muhammad Layli warga Jalan KH Abdul Mutalib, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.

Mobil tersebut ringsek di bagian depan. Kaca depan mobil pecah. Diduga berbenturan keras dengan kepala korban Hesty Perawati. Karena sekitar satu genggam rambut korban tertinggal di pecahan kaca.

Saksi mata saat kejadian, Irfan, usia 19 tahun, driver ojek online tengah berada di seberang jalan tempat terjadinya kecelakaan. Saat itu ia tengah stand by menunggu orderan.

Dari arah atas jembatan, ia melihat dua orang berjalan kaki sambil berpegangan tangan. Perempuan di sebelah kanan dan laki-laki di sebelah kiri. Tak lama sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan KH Ahmad Dahlan menuju Jalan Lambung Mangkurat. Saking lajunya, mobil sampai terbang dan menabrak pagar pembatas jembatan.

Sang perempuan sempat berteriak sebelum akhirnya ditabrak. Sedangkan si lelaki terlempar ke arah warung roti gembong. Korban perempuan sempat terseret mobil hingga akhirnya berada di saluran parit depan Masjid Baiturrohim, tak jauh dari Jembatan Lambung Mangkurat. Kondisi saat itu gelap.

Pengendara mobil terlihat seorang diri. Dan setelah menabrak, bukannya langsung turun, malah duduk bersandar dalam mobil, merokok sambil membuka ponsel pintarnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, Komisaris Polisi Erick Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut. Pengendara mobil dipastikan dalam keadaan mabuk. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Satreskoba atas adanya dugaan pengendara mengkonsumsi narkotika. “Pengendara mobil telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mako Polresta Samarinda,” sebut Erick.

Ditemui di rumah duka, Henni Susanti, 44 tahun, ibu kandung Hesty Perawati, menyebut baru mengetahui Hesty jadi korban kecelakaan pukul 09.00 Wita. Ia sempat tak percaya karena sang putri dikira masih tidur di rumah kontrakan.

Korban dan sang ibunda baru tinggal di Samarinda beberapa bulan terakhir. Tinggal di kontrakan dua pintu yang letaknya bersebelahan. Per pintu kontrakan sekira 6×4 meter.

Hesty meninggalkan seorang putri bernama Amelia Valentina, berusia 10 tahun, dari pernikahan pertamanya. Juga seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, Sayid Rafli Anwar Al Idrus, anak dari pernikahan keduanya.

Jenazah baru dibawa ke rumah duka pukul 16.40 Wita. Setelah dilihat pihak keluarga sekitar 10 menit, jenazah langsung dibawa ke pemakaman umum di Jalan Kemakmuran. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar