Terkini

Panggilan Berderma kala Bencana dengan Jalur Relawan

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1736 Kali
Panggilan Berderma kala Bencana dengan Jalur Relawan

Momen evakuasi warga oleh Imapa Unmul. (robithoh johan palupi/kaltimkece,id)

Tahun lalu, Samarinda diterjang banjir sehari setelah Idulfitri. Musibah yang sama tahun ini datang lebih cepat.

Ditulis Oleh: Robithoh Johan Palupi
25 Mei 2020

kaltimkece.id Ibnu Abbas sesekali memeriksa ponsel pintarnya. Gerimis rintik-rintik pada Senin, 25 Mei 2020 sudah tak dihiraukannya. Baju dan celananya kepalang basah. Satu pesan diterima di ponselnya. Mengabarkan sebentar lagi bantuan makanan siap saji segera diantarkan.

Kobra, biasa lelaki gondrong itu disapa, tiga hari terakhir larut dalam kesibukan baru. Baginya, Lebaran tak lagi dibarengi tuntutan memakai segala macam rupa pakaian anyar, atau berkunjung ke rumah handai taulan. Ia justru disibukkan dengan perahu karet, dayung dan koordinasi untuk distribusi bahan logistik dan evakuasi warga terdampak banjir.

Kobra yang sejak akhir tahun lalu didapuk menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Mulawarman (Imapa Unmul), memang sudah tahu akan risiko saat bergabung dalam organisasi internal kampus itu. Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kehutanan Unmul itu kudu siap sedia kala datang bencana. Termasuk banjir yang menggenang di sebagian wilayah Samarinda sejak 23 Mei 2020 lalu.

Sabtu sore, sejatinya jadi hari terakhir umat muslim menjalankan ibadah puasa. Sehari jelang lebaran, biasanya diisi agenda persiapan hari raya. Pun demikian dengan Ibnu Abbas yang lahir dan besar di Samarinda, sedang berada di rumah kala pesan di grup internal organisasi mengabarkan kondisi wilayah Perumahan Bengkuring mulai terendam.

Sejak tengah hari pada Sabtu itu, ia mengerahkan anggotanya untuk bersiap. Memompa perahu karet, mempersiapkan dayung, juga alat pelampung untuk diangkut ke Bengkuring. Hanya terkumpul sekitar 10 orang yang bisa terlibat pada hari itu. Beruntung, beberapa mahasiswa perantauan yang menjadi anggota Imapa Unmul, sebagian tidak pulang kampung. Sebagian besar karena terdampak kebijakan pemerintah membatasi jalur transportasi usai merebaknya Covid-19.

Akhirnya, dengan dibantu beberapa senior Imapa yang sudah purna studi dari Universitas Mulawarman, kegiatan aksi relawan di Bengkuring pun berjalan. Hingga malam takbiran, Kobra dan anggotanya masih di lokasi banjir. Beruntung ada senior Imapa Unmul yang rumahnya di wilayah Bengkuring dan menjadi tempat transit serta menyediakan menu buka puasa.

“Malam takbiran kami kembali ke kampus dan membawa semua peralatan evakuasi,” tuturnya.

Sembari menunggu info tinggi muka air di beberapa wilayah terdampak banjir, Ibnu Abbas akhirnya kembali mengerahkan anggotanya tepat pada perayaan Idulfitri. Anggota yang sehari sebelumnya ikut kegiatan di Bengkuring, kembali turun lapangan. Kali ini di wilayah Jalan Gelatik. Lokasi itu dipilih mengingat jarak lokasi yang hanya sepelemparan batu dari kampus negeri pertama di Kalimantan Timur itu. Jika kampus Unmul berada di sisi kanan arah hilir aliran Sungai Karang Mumus, Jalan Gelatik ada di seberangnya. Jalan keluar masuk kampus salah satunya juga terhubung dengan wilayah tersebut.

Tahun lalu, kala Samarinda juga diterjang banjir sehari usai Idulfitri, tim Imapa Unmul juga membuka posko di lokasi tersebut. Tepatnya di depan rumah Pak Udin, warga RT 16 Kelurahan Temindung Permai.

“RT kami sebenarnya awalnya tidak mau buka posko. Tapi ada anak-anak mahasiswa yang minta izin untuk jadi relawan dan numpang di teras rumah saya, ya saya persilakan,” begitu tutur Pak Udin.

Ketua RT 16 Temindung Permai, Haji Rusdi pun mengamini. Baginya, keberadaan relawan diharapkan bisa membantu penanganan korban banjir. Misalnya kala pembagian makanan dari donatur, atau juga evakuasi korban yang memerlukan kendaraan air.

Imapa Unmul memang memiliki peralatan yang cukup lengkap. Senin kemarin, mereka menyiapkan empat unit perahu karet dan satu perahu kayak, lengkap dengan pelampung dan dayung. “Satu unit perahu kami juga bisa dipasang mesin tempel,” ujar Ibnu Abbas.

Dapur Umum IKA Unmul

Kesibukan relawan tidak hanya terpusat di Jalan Gelatik. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga turun ke lapangan. Selain itu beberapa organisasi masyarakat, juga partai politik, mendirikan posko bantuan di beberapa wilayah terdampak banjir. Misalnya di Jalan Pemuda dan Jalan M Yamin.

Posko juga dibangun di depan GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, meski kawasan itu bebas dari genangan. Di lokasi itu, bahkan dibuka dapur umum yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul).

Wahyudi Manaf, salah seorang penggiat aktif di IKA Unmul, terus berkoordinasi dengan para relawan. Banjir di Samarinda membuat aksi pembagian bahan makanan ditingkatkan, tak hanya menyasar masyarakat terdampak Covid-19.

“Banyak warga yang juga membutuhkan bantuan karena jadi korban banjir, kami coba bantu mendistribusikan makanan siap saji ke beberapa wilayah,” ungkapnya.

Salah satu lokasi yang didatangi tim relawan IKA Unmul kemarin adalah Jalan Gelatik. Nasi bungkus dibagikan ke para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. Selain juga ke warga RT 15 dan 16 Kelurahan Temindung Permai.

Aksi yang digalang IKA Unmul awalnya dimaksudkan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Sejak Maret lalu, IKA Unmul fokus membantu mahasiswa yang langsung merasakan imbas kebijakan pemerintah. Mereka yang tidak bisa pulang telah didata. Sedikitnya 1.379 mahasiswa Unmul masih tertahan di Samarinda. “Sudah 1.086 mahasiswa yang kami bantu,” lanjut alumni dari Fakultas Kehutanan Unmul itu.

Menurut Wahyudi Manaf, IKA Unmul menggalang dana dari pada donatur. Organisasi itu mendapat sedikit keistimewaan karena dikomando langsung Gubernur Kaltim Isran Noor, yang didapuk sebagai ketua umum.

“Kami dibantu pendanaan dari beberapa BUMD di Kaltim, donasi pengurus IKA Unmul dan juga Gugus Tugas Covid-19,” lanjutnya.

Selain mengerahkan relawan penanganan banjir, IKA Unmul juga telah mendistribusikan bantuan alat pelindung diri kepada sembilan rumah sakit di Samarinda, serta bantuan hand sanitizer. “Kami dibantu relawan dari pengurus IKA Unmul, juga aktivis mahasiswa. Sejauh ini kami targetkan kegiatan sampai Juni. Nanti kami evaluasi apakah kegiatan masih akan berlanjut atau tidak,” pungkasnya. (*)


Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar