Terkini

Pasien Covid-19 Kaltim Hampir 100 Kasus, 30 Tenaga Medis Bontang Reaktif Covid-19

person access_time 7 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1453 Kali
Pasien Covid-19 Kaltim Hampir 100 Kasus, 30 Tenaga Medis Bontang Reaktif Covid-19

Sejumlah layanan RSUD Taman Husada Bontang mendapat pembatasan. (istimewa)

Tiga tambahan pasien lagi bakal menggenapkan kasus Covid-19 Kaltim ke angka 100.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
25 April 2020

kaltimkece.id Kasus demi kasus Covid-19 terus bermunculan di Kaltim. Bahkan 12 pasien sekaligus terkonfirmasi pada 25 April 2020 ini. Membuat kasus terinfeksi virus corona di Kaltim menyentuh 97 kasus.

“Tambahan 12 pasien tersebut terdiri dari tiga kasus di Kutai Barat, lima di Kutai Timur, satu di Kutai Kartanegara, dua Balikpapan, dan satu Bontang,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak dalam rilis resminya, Sabtu sore, 25 April 2020.

Tiga di Kutai Barat berasal dari cluster Gowa. Dengan rincian kasus KBR 09 usia 46 tahun dan KBR 10 usia 37 tahun. Keduanya sempat mengalami demam, batuk, dan pilek. Dan menjalani perawatan isolasi di Asrama Dispora Kubar sejak 12 April 2020.

Sedangkan kasus KBR 11 adalah laki-laki yang masih berusia 15 tahun. PDP yang memiliki kontak erat dengan kasus BPN 10. Menjalani perawatan isolasi di Asrama Dispora Kutai Barat sejak 13 April 2020.

Tambahan terbanyak datang dari Kutai Timur. Lima kasus sekaligus terkonfirmasi. Pasien dengan kode KTM 07 adalah perempuan 17 tahun. PDP pelaku perjalanan dari Jogjakarta. Keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan, dan pilek. Telah menjalani isolasi mandiri sejak 7 April 2020.

Sementara KTM 08 adalah perempuan 23 tahun. Keluhan demam dan batuk. PDP yang dilaporkan RSUD Kudungga Sangatta sejak 14 April 2020.

Berikutnya KTM 09, laki-laki 26 tahun. Memiliki keluhan batuk. Mendapat perawatan isolasi di RSUD Kudungga sejak 14 April 2020. Sementara pasien KTM 10 adalah laki-laki 58 tahun. Mempunyai penyakit penyerta ginjal. Dirawat isolasi di RSUD Kudungga sejak 30 Maret 2020.

Yang kelima, pasien KTM 11, perempuan usia 50 tahun. Dirawat di RSUD Kudungga sejak 15 April 2020. Keluhan batuk dan sakit tenggorokan dengan co-morbid hipertensi, DM, serta hasil rapid test reaktif Covid-19.

Satu kasus di Kutai Kartanegara adalah KKR 05. Laki-laki usia 22 tahun. Memiliki keluhan demam dan hasil rapid test reaktif. Pelaku perjalanan dari Malang, Jawa Timur. Dirawat isolasi sejak 14 April di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong.

Dua kasus lain terkonfirmasi Balikpapan.  Adalah pasien BPN 26, perempuan 19 tahun. PDP yang dirawat isolasi sejak 10 April 2020 di RSUD Beriman Balikpapan dengan gambaran bronchitis. Sedangkan BPN 27 merupakan laki-laki 49 tahun, pelaku perjalanan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dirawat isolasi di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo sejak 14 April 2020.

Adapun satu kasus di Bontang dengan kode BTG 09, adalah laki-laki usia 55 tahun. Pelaku perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. Dengan keluhan batuk dan memiliki gambaran pneumonia. Dirawat isolasi RSUD Taman Husada Bontang sejak 16 April 2020.

Hingga hari 25 April 2020, orang dalam pemantauan (ODP) ada 6.630 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 475 orang, negatif 196 orang, positif 97 orang, probable satu orang, sembuh 11 orang, dan meninggal dunia satu orang.

Kelanjutan Kasus Kematian di Bontang

Kematian anak usia delapan tahun dengan status PDP di Bontang, berbuntut panjang. Dua rumah sakit tempat ia dirawat dilakukan pembatasan. Dan 24 pegawai Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Bersamaan dengan itu, didapati 30 tenaga kesehatan di Bontang menunjukkan hasil reaktif terhadap rapid test yang dilakukan. Seperti disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahauddin, pemeriksaan rapid test tersebut merupakan upaya mendeteksi dini kemungkinan penularan Covid-19.

“Dari 112 tenaga kesehatan di Bontang, 30 dinyatakan hasil rapid testnya reaktif Covid-19. Seluruhnya menjalani isolasi. Baik secara mandiri maupun yang diorganisir oleh kami,” jelas Bahauddin.

Sebagian besar tenaga kesehatan, kata Bahuddin, menjalani karantina di Hotel Grand Mustika. Sisanya isolasi mandiri di rumah. “Keluarga petugas kesehatan yang hasil rapid test reaktif terhadap Covid-19 juga menjalani isolasi mandiri di rumah,” tambahnya.

Bahauddin, menekankan, rapid test tersebut tidak ada hubungannya PDP berusia delapan tahun yang meninggal dunia. “Kebetulan saja pas pasien itu dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang, pesanan alat rapid test kami datang. Jadi langsung kami lakukan tes ke seluruh tenaga kesehatan yang punya kontak dengan pasien positif,” ucap Bahauddin.

RSIB Tutup Layanan Kesehatan

Setelah PDP berusia delapan tahun tersebut reaktif hasil rapid test-nya, manajemen RSIB memerintahkan 24 pegawainya mengisolasi diri secara mandiri di rumah. Pasien tersebut sempat dirawat pada 6-23 April 2020.

Sejumlah layanan kesehatan di RSIB pun sementara ditutup hingga 7 Mei 2020. Namun layanan rumah sakit lainnya tetap beroperasi.

RSIB Yabis sebagai tempat perawatan pasien tersebut, melakukan tindakan antisipasi dengan membuat kebijakan penutupan IGD, rawat inap, poli spesialis anak, poli spesialis radiologi, IGD Kebidanan, dan poli kandungan.

RSIB menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi dengan melakukan penyemprotan cairan disinfeksi ke seluruh sarana dan prasarana rumah sakit. “Sedangkan RSUD Taman Husada Bontang sebagai pusat rujukan Covid-19 menerapkan pembatasan pelayanan poliklinik dan menutup rawat jalan sebagai upaya pencegahan penyebaran,” pungkas Bahauddin.  (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar