Terkini

Pasien Covid-19 Sembuh di Kaltim Terus Meningkat, Samarinda Lewati Puncak Pandemi

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 1008 Kali
Pasien Covid-19 Sembuh di Kaltim Terus Meningkat, Samarinda Lewati Puncak Pandemi

Aktivitas swab test massal kepada warga Samarinda. (giarti ibnu lestari/kaltimkece.id)

Samarinda disebut-sebut telah melewati puncak pandemi Covid-19.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
20 Mei 2020

kaltimkece.id Rabu, 20 Mei 2020, lima kasus Covid-19 Kaltim dilaporkan sembuh. Membuat daftar pasien pulang di Kaltim menjadi 86. Namun kasus-kasus baru terkonfirmasi positif juga masih ditemukan.

Adapun dari lima pasien sembuh tersebut, dua berasal dari Paser dan masing-masing satu di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, serta Samarinda.  

Dua pasien sembuh di Paser adalah PSR 1, laki-laki 41 tahun dari cluster Gowa. Dirawat sejak 2 April 2020 di RSUD Panglima Sebaya. Berikutnya PSR 2, laki-laki 23 tahun. Pelaku perjalanan dari Samarinda dan Balikpapan. Dirawat sejak 6 April 2020 di RSUD Panglima Sebaya.

Satu di Kutai Timur dengan kode pasien KTM 12, laki-laki 55 tahun dari cluster Gowa. Dirawat sejak 14 April 2020 di RSUD Kudungga Sangatta.

Satu dari Kutai Kartanegara KKR 25, laki-laki 21 tahun dari cluster Gowa. Dirawat sejak 6 Mei 2020 di Rumah Sakit Karantina Covid-19, Balai Pelatihan Kesehatan Kaltim di Samarinda.

Terakhir dari Samarinda, SMD 26, laki-laki 29 tahun dari cluster Gowa. Dirawat sejak 23 April 2020 di Rumah Sakit Karantina Covid-19, Balai Pelatihan Kesehatan Kaltim di Samarinda.

Pada kesempatan sama, juga ada enam penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim. Tiga di Balikpapan, dua Kutai Kartanegara, dan satu Kutai Barat.

Tiga kasus di Balikpapan seluruhnya adalah laki-laki. Dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Yakni BPN 48, laki-laki 35 tahun, PDP yang dirawat sejak 15 Mei 2020. Dan BPN 49, usia 51 tahun serta BPN 50, usia 34 tahun.

Dua kasus di Kutai Kartanegara merupakan PDP dari cluster Gowa yang dirawat sejak 9 Mei 2020 di Wisma Atlet Kutai Kartanegara. Keduanya adalah KKR 43, laki-laki, usia 69 tahun berstatus PDP. Dan KKR 44, laki-laki, usia 39 tahun berstatus ODP. Hingga saat ini, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim ada 264.

Data dari Dinas Kesehatan Kaltim per Rabu, 20 Mei 2020 untuk orang dalam pemantauan (ODP) ada 757 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 760 orang, negatif 328 orang, probable satu orang dan meninggal dunia tiga orang.

Swab Test Massal di Samarinda

Rabu, 20 Mei 2020 Dinas Kesehatan Samarinda melakukan pemeriksaan masal secara gratis. Dengan metode rapid test dan swab test. Terdata 82 orang melakukan rapid test dan 93 swab test. Pemeriksaan dilakukan di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir. Ditujukan kepada warga yang beraktivitas di area TPI Selili, para pedagang pasar, dan warga sekitar.

Dari 82 orang yang melakukan rapid test seluruhnya nonreaktif Covid-19. Sedangkan 93 orang yang melakukan swab test harus menunggu hasilnya hingga tiga hari ke depan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Samarinda, dr Osa Rafshodia, mengatakan bahwa kriteria masyarakat yang mengikuti rapid test dan swab test adalah mereka yang mempunyai aktivitas lintas batas Samarinda dan sekitarnya.  “Diutamakan warga berjenis kelamin laki-laki usia antara 31-51 tahun,” sebutnya.

Terkait ramainya warga yang berada di pusat perbelanjaan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismed Kusasih, mengimbau warga untuk tetap melakukan physical distancing. Memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan lainnya.

"Karena itu sesuatu yang tak terhindarkan. Apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri. Yang jelas karena Samarinda belum transmisi lokal, risiko penularan lebih minim dibanding daerah yang telah terjadi transmisi lokal," ucap dr Ismed Kusasih.

Ismed menambahkan, Samarinda sudah melewati puncak pandemi Covid-19. Apapun kebijakan dari pusat, Samarinda akan lebih mudah menyikapi. “Makanya, kenapa strateginya kita lakukan rapid test dan swab test ke perbatasan, karena daerah di sekeliling Samarinda sudah transmisi lokal.”

Saat ini alat PCR sudah beroperasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan Laboratorium Kesehatan Kaltim. Mempermudah menegakkan diagnosis Covid-19. Memperpendek masa tunggu diagnosa dibanding menunggu dari Surabaya selama 7 hingga 14 hari. Dengan keberadaan PCR, hasil swab test bisa diketahui dalam tiga hari.

Dinas Kesehatan Samarinda menargetkan 500 warga di perbatasan Samarinda yang akan dilakukan rapid test dan swab test. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar