Terkini

PDP Terus Ditemukan, 216 Kasus di Kaltim Menunggu Status Konfirmasi

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1299 Kali
PDP Terus Ditemukan, 216 Kasus di Kaltim Menunggu Status Konfirmasi

Kasus PDP terus bertambah di Kaltim. (ilustrasi/freepik)

Wabah Covid-19 masih menjadi teror. Ratusan nama di Kaltim berada dalam bayang-bayang virus tersebut.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
08 Mei 2020

kaltimkece.id Setelah rentetan penambahan pasien covid-19 belakangan ini, Kaltim tak mendapat kasus baru pada 7 Mei 2020. Namun nama-nama yang mengantre untuk diuji swab-nya terus bertambah. PDP-PDP baru masih saja ditemukan.

Kamis, 7 Mei 2020, dalam rilis harian via telekonferensi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, memastikan tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Bumi Etam. Sehingga total kasus positif virus corona masih 182 orang.

Kendati demikian, kabar tersebut tentu masih jauh dari melegakan. Pasalnya, ada 216 sampel swab belum keluar hasilnya. Kemungkinan penambahan positif dari ratusan sampel tersebut, masih begitu besar.

Apalagi kasus pasien dalam pengawasan (PDP) juga terus didapati. Di Samarinda, kasus PDP bertambah 20. Seluruhnya memiliki hasil rapid test reaktif Covid-19. Bahkan satu di antaranya telah meninggal dunia. Yakni seorang pasien usia 36 tahun.

Di antaranya, 16 kasus terbagi antara pasien laki-laki usia 26 hingga 35 tahun. Sedangkan perempuan 24 sampai 55 tahun. Empat lainnya adalah laki-laki yang belum terlapor detailnya.

Seluruhnya merupakan PDP yang ditetapkan dokter penanggung jawab penanganan (DPJP) Covid-19 dan Dinas Kesehatan Samarinda. Seluruhnya reaktif Covid-19. Saat ini isolasi diri di rumah dengan pengawasan Gugus Tugas Covid-19 Samarinda.

Sebagian kasus merupakan pasien dengan riwayat perjalanan. Mulai Balikpapan, Bojonegoro, Jawa Timur; serta Magelang, Jawa Tengah. Dirawat di Rumah Sakit Karantina Covid-19 Bapelkes Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut, Andi M Ishak merincikan kasus PDP meninggal dunia di Samarinda. Yakni laki-laki 36 tahun yang ditetapkan PDP oleh DPJP dan Dinas Kesehatan Samarinda. Memiliki keluhan demam sejak 27 April 2020 dengan penyakit penyerta stroke dan hipertensi. Pada 2 Mei 2020 pasien dibawa ke Rumah Sakit Dirgahayu untuk dirawat. Rapid test reaktif Covid-19. Kasus memburuk dan pada 3 Mei 2020 meninggal dunia.

“Khusus di Samarinda, saat ini ada 25 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelas orang negatif dan dua sembuh,” sebut Andi M Ishak, Kamis sore, 7 Mei 2020.

Sejauh ini di Kaltim terdata PDP 636 orang. Yang negatif 237, positif 182. Satu hasil probable, sembuh 13 orang, dan meninggal dunia dua orang. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar