Terkini

Pelajaran Penting dari Siswa PAUD yang Hilang Mendadak, Kadisdik Imbau Pasang CCTV

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 475 Kali
Pelajaran Penting dari Siswa PAUD yang Hilang Mendadak, Kadisdik Imbau Pasang CCTV

Ilustrasi: Mohammad Nauval/kaltimkece.id

Memasang CCTV di sekolah bukanlah program yang murah. Tapi diperlukan untuk pengawasan.

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
30 November 2019

kaltimkece.id Sudah sepekan lebih Ahmad Yusuf Ghazali menghilang misterius tanpa jejak. Terakhir terlihat di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jalan AW Sjahranie, Sempaja Barat, Jumat, 22 November 2019. Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan bocah malang tersebut.

Kasus tersebut menarik perhatian. Tak ada saksi melihat hilangnya anak empat tahun tersebut. Hal itu pula membuat polisi kesulitan. "Ini kasus langka. Tak pernah terjadi sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Asli Nuryadin, saat dihubungi kaltimkece.id, Sabtu siang, 30 November 2019.

Akibat kejadian itu, guru-guru di PAUD tersebut ikut depresi karena terkejut. Sebelum pergi tanpa jejak, Yusuf dijaga bersama enam anak lainnya oleh dua pengasuh. Satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan lainnya membuat susu untuk anak-anak. Saat keduanya kembali, Yusuf sudah tak ada. Hilang tanpa bekas. Perkara itulah yang membuat nalar sedikit bergoyang.

"Informasi yang kami terima, enggak ada yang lalai dalam kejadian tersebut. Untuk sementara sekolah tutup sambil menenangkan diri," ucapnya.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda tersebut menerangkan, karena kasus langka tersebut, pihaknya mengusulkan dua kebijakan. Pertama PAUD, TK dan SD harus menggunakan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV). Dengan adanya mata pengawas, pergerakan anak didik lebih mudah diketahui.

Sementara untuk kebijakan kedua ialah, sekolah hanya menggunakan satu pintu. "Harus ada yang jaga, kalau enggak satpam nanti bisa bergantian dengan guru," katanya.

Mengenai kebijakan CCTV, nantinya dibuatkan surat edaran dalam waktu dekat. Sehingga setiap sekolah bisa menerapkan.

“Kamera pengawas memang mahal. Tapi tipenya banyak sehingga ada pula yang bisa dijangkau. Aturan tersebut terkesan sedikit memaksa namun ini untuk kebaikan bersama.”

Asli tak menampik bila kejadian ini koreksi bagi entitas pendidikan. Namun, sekarang tak perlu mencari siapa benar dan salah. Terpenting ialah mengusahakan yang terbaik agar kejadian serupa tak terjadi lagi pada masa mendatang.

Memasang unit kamera CCTV untuk sekolah, terutama PAUD dan TK, memang memerlukan biaya tak sedikit. Bisa menghabiskan hingga belasan juta rupiah. Pada Sabtu siang, 30 November 2019, kaltimkece.id mendatangi salah satu toko elektronik menjual beragam jenis kamera CCTV di Samarinda.

Sebelum melakukan pemasangan kamera CCTV, diperlukan pengenalan mulai jenis diikuti kualitas dan harga. Untuk saat ini, harga kamera CCTV paling murah adalah jenis analog. Harga standar CCTV jenis 5MP dan yang terbaik jenis CCTV 4K.

Umumnya, kamera CCTV yang sering digunakan untuk di sekolah ialah jenis analog dan 5MP. Lantaran harga lebih terjangkau. "Mulai di angka Rp 175 ribu. Paling mahal untuk CCTV jenis 5MP, sekarang seharga Rp 600 ribu," ucap Heri, pemilik toko CCTV tersebut.

Pria 43 tahun tersebut menguraikan keunggulan dan kekurangan masing-masing jenis CCTV yang dimaksud. Untuk CCTV jenis analog, karena harganya yang termurah, memiliki kualitas yang kurang sempurna dalam hal gambar visual hasil rekaman.

Kendati demikian, kemampuan CCTV jenis analog mampu merekam nonstop hingga satu bulan. "CCTV analog untuk kualitas gambar di full layar agak pecah. Kekurangannya, gambar wajah pastinya tidak terlalu jelas. Untuk merekam tergantung hard disk lagi. Misalnya 4 channel dengan besar hard disk satu terabyte, bisa merekam sampai satu bulan nonstop," jelasnya.

Sementara untuk jenis CCTV 5MP memiliki kualitas hasil gambar visual sangat baik. Apabila ada tindakan kejahatan, wajah pelaku lebih tampak jelas.

Kemampuan pengambilan gambar jenis ini hingga di jarak 10 meter. Kelemahannya, kamera hanya mampu merekam nonstop dua pekan untuk ukuran hard disk satu terabyte.

"CCTV kualitas baik sekarang jenis 5MP. Kualitas pastinya lebih jelas. Namun untuk merekam wajah pelaku kejahatan, tergantung jarak CCTV. Kamera CCTV dapat mengambil gambar kualitas baik dengan jarak 10 meter. Di atas itu, wajah tidak akan terlihat," tambahnya.

Adapun pemasangan kamera pengawas paling standar di sekolah, biasanya diperlukan minimal 16 CCTV. "Tergantung lagi, kalau setiap kelas mau dipasang CCTV juga. Dan tergantung luasan mana saja yang mau disorot," ucapnya.

Setiap pemasangan CCTV juga diperlukan alat pendukung. Seperti kabel, konektor, power suplai, VPR, hard disk, dan layar monitor.

"Kalau berapa kisaran harganya sekolah untuk memasang CCTV tergantung kualitas. Jadi perlu dihitung dulu. Enggak bisa ditahu harganya berapa. Karena diperlukan kabel-kabel itu lagi," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar