Terkini

Pembenaran di Balik Kenaikan Tarif Penerbangan dari APT Pranoto

person access_time 3 years ago remove_red_eyeDikunjungi 2053 Kali
Pembenaran di Balik Kenaikan Tarif Penerbangan dari APT Pranoto

Foto: Kementerian Perhubungan RI

Harga bahan bakar yang lebih Rp 9 ribu per liter berkontribusi atas tarif penerbangan yang melonjak.

Ditulis Oleh: Ika Prida Rahmi
15 Desember 2018

kaltimkece.id Publik Kaltim dibikin gejolak harga tiket pesawat yang melonjak. Momen besar terdekat adalah Natal dan Tahun Baru 2019. Aduan datang dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID di seluruh Kaltim. Tapi dampaknya diklaim belum mengkhawatirkan.

Penelusuran kaltimkece.id, biaya terbang dari Samarinda ke Jakarta pada sisa Desember 2018, dikenakan tarif sedikitnya Rp 1,3 juta. Nilai terendah didapat bila terbang via Batik Air pada 18-19 Desember. Maskapai lain pada periode yang sama sudah bernilai Rp 1,5-2,2 juta.

Persoalan itu muncul dalam rapat di Kegubernuran Kaltim, Kamis 13 Desember 2018. Inflasi provinsi ini diketahui masih kategori aman. Torehan 3,64 persen jauh di bawah level nasional yang tercatat 8,03 persen. Sehingga, perhatian utama tertuju ke tarif batas atas atau TBA dan tarif batas bawah alias TBB penjualan tiket penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda.

Belakangan harga tiket pesawat Samarinda-Jakarta mencapai Rp 2,1 juta. Dibanding rute dengan tujuan sama dari Balikpapan, harga dari ibu kota Kaltim lebih mahal Rp 250 ribu.

Menurut Gubernur Kaltim Isran Noor, kenaikan tiket terbilang wajar. Meskipun, ia mengingatkan maskapai jangan memanfaatkan momentum secara berlebihan. "Kalau bisa maskapai tidak menaikkan harga tiket melewati TBA," kata Isran, Kamis 13 Desember 2018.

Harga tiket pesawat memang bervariasi. Tergantung pelayanan maskapai.Pemerintah berperan dalam mengendalikan. “Jangan sampai harga melampaui batas. Akan berdampak terhadap inflasi," kata Isran.

Kenaikan harga tiket pesawat disebut banyak dilaporkan. Bahkan terbanyak dibanding komoditas lain. “Tapi enggak apa-apa, namanya musiman kan biasa. Namanya hari Natal, tahun baru. Kebetulan libur sekolah, tentu permintaan tinggi. Berlakulah hukum ekonomi,” kata Isran.

“Upaya pengendalian semaksimal mungkin kami lakukan. Tapi kenaikan harga sekarang belum melampaui batas atas yang sudah ditetapkan.”
 
Baca juga:
 
Negara sebenarnya mengatur ketentuan kenaikan harga tiket pesawat. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI 14/2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal Dalam Negeri.

Pasal 7 peraturan tersebut menetapkan ketentuan perubahan signifikan terhadap tarif tiket pesawat. Kebijakan itu hanya diperkenankan setelah memenuhi sejumlah hal. Pertama adalah harga bahan bakar avtur yang mencapai lebih Rp 9.729 per liter selama tiga bulan berturut-turut.

Tarif avtur Pertamina untuk bandara Samarinda dihargai Rp 10.560 per liter, sebagaimana dilansir laman Aviation Pertamina yang diakses kaltimkece.id Sabtu malam, 15 Desember 2018. Dalam rilisnya November lalu, Pertamina mengisi 7.200 liter avtur untuk Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia pada Selasa 20 November 2018. Pesawat tersebut melayani rute baru Samarinda-Jakarta.

Ketentuan berikutnya adalah perubahan nilai tukar rupiah dan harga komponen biaya lain yang menyebabkan perubahan total biaya operasi pesawat paling sedikit 10 persen. Berlaku ketika kondisi itu bertahan tiga bulan berturut-turut.

Harga tiket naik, Gubernur Kaltim enggan menekan. Apalagi selama tarif tak melewati ketentuan. Di sisi lain, intervensi malah dikhawatirkan membuat maskapai rugi. “Kami hanya berusaha supaya tidak melampaui tarif batas atas. Kalau batas bawah, ya, enggak masalah. Kalaupun bisa di bawah batas bawah, ya, enggak apa-apa. Tapi kasihan juga perusahaan penerbangan,” ujarnya.

Menurut Isran, sejauh ini maskapai berkomitmen dengan TBA. "Apabila ditemukan maskapai menjual tiket di atas TBA, masyarakat bisa mengadu ke otoritas pengawas bandara dari Departemen Perhubungan. Mereka monitor secara rutin. Kalau ada pelanggaran, mereka akan kenakan punishment," kata Isran.

Tarif tiket yang masih wajar juga disebutkan Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kaltim, Salman Lumoindong. Kajian bahkan telah dilakukan melibatkan pihak maspakai. “Sudah kami hitung sama-sama. Kenaikkan dari Rp 2,1 juta hingga Rp 2,2 juta masih di bawah ambang batas. Nilai itu sudah termasuk pajak. Karena tarif dasarnya sekitar Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Salman memang sempat melayangkan beberapa pertanyaan kepada Lion Air. Salah satunya soal penerbangan Jakarta-Samarinda yang belum masuk surat keputusan Kementerian Perhubungan untuk tarif TBA dan TBB.

“Setelah saya hitung-hitung, ada perbedaan tarif antara Jakarta-Samarinda dan Jakarta-Balikpapan berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Dan itu sempat saya tanyakan kepada Lion Air,” kata Salman.

Menurut Salman, barometer penentuan tarif ditetapkan berdasar beberapa hal. Di antaranya harga bahan bakar minyak, jarak tempuh, jenis pesawat, serta rute populer dan tidak populer.

“Misalnya tujuan Samarinda-Jakarta selalu penuh. Sebaliknya, Jakarta-Samarinda, penumpang biasanya tidak terlalu penuh. Cuma dari waktu tempuh juga tidak terlalu jauh, hanya 1 jam 55 menit,” katanya

“Jika ada maskapai menaikkan tarif melebihi batas atas, ada sanksi dari Menhub melalui Otoritas Penerbangan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Muhamad Nur menjelaskan, TBA harga tiket pesawat sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 14/2016. TBA ada di angka Rp 1,89 juta. Sedangkan TBB Rp 750 ribu. Harga tiket pesawat yang diterapkan masih sesuai Permenhub

"Dengan catatan, tarif belum termasuk pajak, airport tax, dan lain-lain. Yang beredar di masyarakat itu harga tiket Rp2,1 juta tidak melampaui. Setelah dihitung, sudah masuk pajak dan airport tax," kata Nur.

Tarif sesuai ketentuan punya dampak besar. Pengaruhnya positif terhadap inflasi di sektor penerbangan.

Sedangkan untuk kebutuhan pangan dan lainnya, pengendalian dilakukan dengan inspeksi mendadak. Di Kaltim, pasokan pangan memadai hingga tiga bulan ke depan. Komoditas ayam dan daging yang gampang naik juga menjadi prioritas.

“Akan ada operasi pasar bersama Pak Gubernur. Kami juga berkoordinasi dengan asosiasi peternak,” tutupnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar