Terkini

Perampokan Sadis Driver Taksi Online, Dipicu Pacar Hamil Dua Bulan

person access_time 7 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1549 Kali
Perampokan Sadis Driver Taksi Online, Dipicu Pacar Hamil Dua Bulan

Foto: Ika Prida Rahmi (kaltimkece.id)

Seks di luar nikah kembali memberi dampak buruk bagi pelakunya. Niat membawa kekasih ke pelaminan, berujung ke balik jeruji besi.

Ditulis Oleh: Ika Prida Rahmi
26 Maret 2019

kaltimkece.id Riswan Firmanto sudah enam hari kabur dari rumah. Keputusan itu diambul setelah cekcok dengan orangtuanya. Pria 22 tahun ini telah menghamili kekasihnya.

Riswan berencana bertanggungjawab. Ia ingin menikahi pacar yang tengah hamil dua bulan. Namun, niat menikahi perempuan yang dipacarinya sejak tiga bulan lalu itu ditolak mentah-mentah. Restu tak diberikan lantaran kekasih Riswan bekerja sebagai dancer tempat hiburan malam.

Riswan berencana menyusul kekasih yang kini di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, tak ada biaya untuk berangkat. Selama pergi dari rumah, Riswan tidur berpindah-pindah tempat. Hingga akhirnya uang yang ia bawa menipis.

Riswan semakin frustrasi. Ia mencari jalan pintas. Yakni dengan merampok driver taksi online. Riswan sudah setahun ini menjadi driver ojek online. Ia sangat memahami kondisi driver taksi online yang selalu sendiri ketika beroperasi. Ia pun nekat untuk menjalankan aksi.

Minggu siang, 24 Maret 2019, Riswan memesan driver online melalui aplikasi smartphone miliknya. Driver taksi online yang menjemputnya atas nama Normansyah. Setelah lima menit menunggu, Riswan dijemput di Jalan Padat Karya, Samarinda Utara. Normansyah tiba mengendarai mobil Daihatsu Ayla bewarna putih. Riswan duduk di kursi belakang. Tujuan Riswan adalah Jalan Pusaka, Kecamatan Sungai Kunjang.

Mendekati lokasi tujuan, ketika mobil masih berjalan, Riswan yang berbekal badik langsung menghujamkan senjatanya secara membabi buta dari arah belakang. Normansyah tersungkur sambil berteriak takbir.

Karena menahan kesakitan, setir mobil jadi tak terarah hingga oleng ke arah kiri. Ban mobil masuk ke parit. Rencana membawa kabur mobil gagal. Warga yang melihat mobil oleng langsung berdatangan. Karena takut jadi bulan-bulanan, Riswan kabur ke areal pertambangan di kawasan tersebut.

Melihat Normansyah bersimbah darah, warga langsung mengejar Riswan. Sebagian lagi meminta melarikan Normansyah ke rumah sakit. Setelah 15 menit tak menemukan Riswan, warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Sungai Kunjang.

Bersama warga, polisi melakukan penyisiran. Riswan yang tak menguasai kawasan tersebut gagal meloloskan diri. Setengah jam pencarian, polisi dan warga mengepung dan menangkap pelaku. Bogeman mentah dilayangkan ke wajah Riswan. Agar tak menjadi bulan-bulanan , Riswan digiring ke Mapolsekta Sungai Kunjang, Jalan Jakarta.

Pada Selasa siang, 26 Maret 2019, ditemui di Polsekta Sungai Kunjang, Riswan yang telah dua hari mendekam dalam sel, keluar mengenakan baju tahanan bewarna oranye. Kepada kaltimkece.id, Riswan tampak santai menjawab setiap pertanyaan.

Riswan mengaku terdesak. Niatnya menghabisi Normansyah dan mencuri mobil, semata untuk biaya pernikahan. Ia pertama kali bertemu sang pujaan hati ketika tak sengaja menjadi penumpangnya. Sejak itu, keduanya kerap berhubungan mulai Samarinda hingga Banjarmasin. Tiga bulan menjalin asmara, kekasihnya mengandung dengan usia kandungan mencapai dua bulan saat berada di Kalsel.

"Saya sudah keluar rumah, makanya saya bawa badik untuk keamanan diri. Sedangkan saya setelah keluar rumah sudah tidak lagi ojek online, karena motor dipakai ibu saya untuk jualan," sebutnya.

Karena sudah sangat terdesak, Riswan merencanakan perampokan dengan target driver transportasi online. Ia merencanakan aksi perampokan itu selama empat jam. "Rencana mau bawa kabur mobil itu, mau saya jual. Buat pergi ke Banjarmasin kemudian rencananya nikahin pacar saya," ungkap Riswan.

Namun, aksinya itu tidak berjalan lancar. Korban terus melakukan perlawanan saat Riswan mulai menghujami tubuh korban dengan sajam dari belakang.

"Tidak saya hitung lagi berapa kali saya tusuk, karena saya tusuk secara membabi buta saja, korban sempat teriak Allah Akbar saat itu. Kenapa saya tidak bawa kabur mobilnya, karena saat itu mobil terus jalan, dan masuk ke parit. Makanya saya langsung kabur menuju arah tambang. Saya tinggalkan korban dan mobilnya," sebut dia.

"Intinya saya mau bertanggung jawab."

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Suyatno membenarkan dari hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan aksi perampokan itu karena terdesak membutuhkan uang untuk menikahi kekasihnya. Tidak ada pelaku lain dari aksi perampokan itu.

Hingga kini, Normansyah masih dirawat di rumah sakit dan baru selesai menjalani operasi. Ada sekitar lima tikaman terdapat ditubuh pria 47 tahun tersebut. "Korban belum bisa kami mintai keterangan, karena baru saja selesai operasi. Kondisinya terus membaik," sebut Suyatno.

Akibat perbuatannya, Riswan kini mendekam di sel tahanan. Selain gagal menikahi sang kekasih, ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Masa muda Riswan diperkirakan habis dalam penjara. Dengan pasal yang dikenakan, Riswan akan mendapatkan ancaman kurungan mencapai 12 tahun penjara. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar