Terkini

Runtun Perkara Pengurasan Rekening hampir Rp 1 Miliar oleh Kekasih Anak, Dibelikan Mobil hingga Motor Mewah

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 2931 Kali
Runtun Perkara Pengurasan Rekening hampir Rp 1 Miliar oleh Kekasih Anak, Dibelikan Mobil hingga Motor Mewah

Nor ketika diamankan petugas kepolisian, Jumat, 11 September 2020 (foto: istimewa).

Seorang pemudi berusia 23 tahun menguras hampir Rp 1 miliar dari rekening ayah kekasihnya.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
12 September 2020

kaltimkece.id Mohammad Suriani, 61 tahun, tidak habis pikir mengapa nomor identifikasi pribadi yang ia masukkan selalu tidak cocok. Sebulan silam di sebuah bilik ATM, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, tersebut, akhirnya pasrah kartu yang ia pakai diblokir. Mesin ATM menganggap Suriani keliru menekan PIN tiga kali.

Suriani akhirnya menuju kantor bank untuk mengadukan permasalahan tersebut. Pihak bank menyatakan, kartu yang dibekukan tersebut bukan miliknya. Kartu itu milik seseorang berinisial CR, nama yang sama sekali tidak dikenal Suriani. Merasa curiga, pria yang bekerja sebagai usahawan itu segera memeriksa transaksi di rekeningnya. Betapa kaget Suriani mengetahui hampir Rp 1 miliar tabungan dari hasil ia menjual tanah telah lenyap.

Selasa, 25 Agustus 2020, pukul tiga siang, Suriani melapor ke Markas Kepolisian Resor Kota Samarinda. Petugas menyelidiki kasus ini bekerja sama dengan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita Samarinda. Petugas memiliki petunjuk awal berdasarkan laporan Suriani. Ada seseorang yang amat dicurigai, berinisial Nor, yang sempat tinggal di rumahnya sampai Mei 2020.

“Setelah penelusuran panjang, FKPM Pelita mengamankan Nor pada Jumat, 11 September 2020, pukul 22.00 Wita,” terang Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda, Komisaris Polisi Yuliansyah, melalui Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan, Inspektur Polisi Dua Dovie Eudy.

FKPM Pelita segera menginformasikan kepada Tim Macan Borneo Satreskrim Polresta Samarinda. Nor yang dibawa ke Mapolresta Samarinda mengakui sejumlah perbuatannya. Perempuan berusia 23 tahun ini adalah mantan kekasih Kur, 20 tahun, yang tidak lain putri dari Suriani. Ia menguras isi rekening ayah dari kekasihnya sendiri.

Cara Menguras Rekening

Nor dan Kur adalah inisial sepasang kekasih yang sama-sama perempuan. Nor yang menjadi “laki-lakinya” adalah seseorang yang tak memiliki pekerjaan. Sudah tiga tahun, sejoli itu menjalin hubungan. Kedekatan keduanya tidak diragukan. Saking sayangnya, Kur tak segan memberitahu nomor identifikasi pribadi (PIN) ATM milik ayahnya kepada pasangannya.

Nor diperkirakan mulai mengatur siasat setelah mengetahui nomor pembuka akses rekening itu. Kesempatannya terbuka lebar karena ia tinggal di rumah Suriani. Pada Mei 2020, Nor ditengarai mengambil kartu ATM di dalam laci. Ia menukar kartu tersebut dengan ATM dari bank yang sama namun dengan nama orang lain.

Lima bulan lamanya, sejak Mei hingga September 2020, Nor disebut menguras isi rekening. Menurut penyelidikan polisi, uang yang dikeruk sebanyak Rp 888.478.780. Adapun saldo yang tersisa, tinggal Rp 115 juta. Suriani selaku pemilik rekening mengatakan, dana tersebut sebenarnya hendak dipakai sebagai modal usaha.

“Korban ingin membuka warung,” kata Ipda Dovie Eudy.

Uang yang dikuras Nor diduga dipakai buat foya-foya. Perempuan yang pernah bekerja sebagai sopir ini membeli sebuah mobil dan sepeda motor seharga lebih dari Rp 30 juta. Nor juga membeli sejumlah perhiasan, membayar uang sewa rumah, hingga merenovasi rumah. Nor menarik tunai atau mentransfer rata-rata Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. Itu berarti, sedikitnya ia telah melakukan 160 transaksi dengan ATM tersebut.

Nor bahkan disebut masih bebas menarik uang ketika hubungannya dengan Kur mulai renggang. Menurut keterangan Kur, ia ditinggalkan Nor karena memiliki kekasih baru. Kepada kekasih barunya, Nor yang pengangguran mengaku sebagai pengusaha kapal ponton.  

Dari pendalaman kepolisian, Nor diduga kuat mengonsumsi sabu-sabu. Nor membantah menggunakan uang tersebut untuk membeli narkoba. Polisi pun menyita barang-barang yang dibeli Nor menggunakan uang dari rekening Suriani. Dalam penyitaan, petugas menemukan alat bantu seksual milik tersangka.

“Mengenai kartu ATM atas nama CR, tersangka mengakuinya. Nama yang tercantum itu dipastikan tak ada sangkut-paut,” sambung Ipda Dovie Eudy. Kasus ini telah dilimpahkan kepada Kepolisian Sektor Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mengingat sebagian besar tempat kejadian perkara di kecamatan tersebut. (*)

Editor: Fel GM

Temui kaltimkece.id di Instagram!

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar