Terkini

Tol Balsam Dikejar April, Persoalan Lahan Masih Menghantui

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 1072 Kali
Tol Balsam Dikejar April, Persoalan Lahan Masih Menghantui

Foto: kaltimprov.go.id

Staf kepresidenan menenggat tol Balikpapan—Samarinda rampung April 2019 untuk diresmikan Jokowi.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
02 Februari 2019

kaltimkece.id Penyelesaian jalan tol Balikpapan-Samarinda atau juga disebut Balsam, terus dikebut. Progres tol pertama di Kalimantan itu sudah 85 persen.

Tol dibangun sepanjang 99,35 kilometer. Proyek tersebut dimulai sejak kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak 2008—2013 dan 2013—2018. “Dengan sisa pembangunan tersisa, semoga bisa selesai akhir 2019,” sebut Gubenur Isran Noor, saat ditemui kaltimkece.id pada Kamis, 31 Januari 2019. Informasi yang dihimpun media ini, penyelesaian tol dikebut dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada April 2019. Namun, Isran belum mengatahui pasti. Menurutnya, persoalan tersebut kewanangan pemerintah pusat. “Bukan (kewenangan) daerah lagi. Pembiayaan APBD stop pada 2018,” terangnya.

APBD Kaltim 2019 diketahui tak lagi menganggarkan proyek tahun jamak tersebut. Proyek Balsam diambilalih Badan Pengelola Jalan Tol atau BPJTN. Hal itu tak lepas dari perintah Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi. Dengan begitu, segala kekurangan penyelesaian jalan bebas hambatan itu diselesaikan BPJTN.

Menurut Isran, langkah itu sudah tepat. Penyelesaian tol memang sudah saatnya pemerintah pusat turun tangan. “Boleh dicek di seluruh Indonesia, jalan tol yang pembangunannya menggunakan APBD hanya Kaltim,” imbuhnya.

Masih Berkutat Lahan

Dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Runandar, salah satu item yang diserahkan kepada BPJTN adalah pembangunan pagar pembatas jalan. Sebelumnya, bagian tersebut terkendala pembebasan lahan. BPJTN juga menangani seksi dua, tiga, dan empat proyek. Sedangkan seksi lima dikerjakan investor.

Dalam realisasi proyek, Runandar masih menemukan warga yang masih saling klaim lahan. Ada tumpang tindih kepemilikan, pengakuan, dan meminta ganti rugi tanah tumbuh. Ada pula meminta lahan sisa pembangunan jalan tol dibebaskan semua. “Pokoknya kendalanya macam-macam,” ungkap dia.

Untuk mempercepat, pihaknya telah meminta para kontraktor pelaksana dan investor melakukan percepatan. Opsi menambah jam kerja dan menambah alat dikemukakan. “Menyesuaikan kondisi lah,” ucapnya.

Diresmikan Presiden

Berdasar rapat dan tinjauan terakhir pada 22 Januari 2019, jalan tol Balsam dikebut dan ditarget rampung April 2019. Diungkapkan Penjabat Sekprov Kaltim Meiliana, staf kepresidenan sudah mendorong tenggat tersebut terpenuhi. “Dan Presiden sendiri yang akan meresmikan April nanti,” ucap dia, Senin 28 Januari 2019.

Jokowi dijadwalkan meninjau progres segmen lima pada Februari 2019. Tinjauan bersamaan jadwal kunjungan Presiden ke Balikpapan. Di Kota Minyak Jokowi akan membuka Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia, Forsesdasi, 20 Februari 2019.

Proyek tol Kaltim memang mendapat atensi khusus Presiden. Jalan bebas hambatan penghubung Balikpapan—Samarinda itu salah satu dari daftar proyek strategis nasional. "Kesimpulan dari rapat dengan staf kepresidenan tanggal 22 Januari (2019), meminta segera mempercepat penyelesaian jalan tol Balikpapan-Samarinda, terutama yang berkaitan pembebasan lahan, lingkungan, dan kehutanan," ucap Meiliana.

Tol Tak Bebas Hambatan

Pembangunan tol Balikpapan—Samarinda dimulai sejak 12 Januari 2011. Tak seperti namanya, proyek tersebut berkali-kali terhambat. Mulai masalah finansial akibat defisit keuangan hingga izin trase di Hutan Lindung Sungai Manggar dan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Ada lima seksi pengerjaan tol tersebut. Seksi I bermula dari Km 13—Samboja. Sedangkan seksi II dari Samboja Kutai Kartanegara hingga Palaran I Samarinda. Seksi III mulai Samboja hingga Palaran II, dan Seksi IV dari arah Palaran ke Jembatan Mahkota II Samarinda, serta Seksi V dari Manggar-Balikpapan ke Km 13.

Tol Balsam dibangun menggunakan dana dari APBD Kaltim dengan skema tahun jamak, dana dari PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JBS), serta APBN dan loan China.

Khusus Seksi I, percepatan dilakukan dengan membagi pekerjaan menjadi lima segmen. Pendanaan dari APBD Kaltim senilai Rp 1,5 triliun dianggarkan secara kontrak tahun jamak atau multiyears contract 2015–2018.

Untuk Seksi V yang didanai pinjaman Tiongkok dan APBN senilai Rp 848,55 miliar. Kontrak pekerjaan sudah ditandatangani pada September 2015. PT Beijing Urban Construction yang bekerja sama operasional dengan PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan menjadi kontraktor pelaksana.

Menurut kontrak, pekerjaan berlangsung selama 730 hari kalender, ditarget rampung 2018. Dengan begitu, total keseluruhan APBD Kaltim yang digelontorkan untuk megaproyek itu adalah Rp 4,15 triliun. Jumlah itu di luar pinjaman Tiongkok dan APBN sebesar Rp 848,55 miliar. Bila ditotal seluruhnya, jalan

tol telah menyerap Rp 4,99 triliun. Masih kurang Rp 4,5 triliun lagi, yang diharapkan dari investasi, untuk mewujudkan jalur bebas hambatan di Kaltim (Derap Langkah Pembangunan Kaltim 2008-2018, 2018, hlm 78). (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar