Terkini

Yang Aneh dari Pesta Pernikahan Putri Wagub Kaltim, Foto-Foto Dilarang hingga Tamu Berdesak-desakan

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 3811 Kali
Yang Aneh dari Pesta Pernikahan Putri Wagub Kaltim, Foto-Foto Dilarang hingga Tamu Berdesak-desakan

Suasana di luar gedung resepsi putri Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Rabu, 26 Mei 2021 (foto: samuel gading/kaltimkece.id)

Di luar gedung, puluhan tamu berdiri dalam jarak kurang dari 1 meter. Dugaan pelanggaran prokes mengemuka.

Ditulis Oleh: Samuel Gading
26 Mei 2021

kaltimkece.id Tembang milik Maliq & D’Essentials bertajuk Pilihanku baru saja dimulai ketika kedua mempelai bergandengan tangan. Di hadapan ratusan tamu yang berbaris, Khaulah Karimah, putri Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, tersenyum semringah menerima ucapan dari atas pelaminan. Khaulah yang anggun dengan gaun biru mudanya menjadi ratu sehari, mendampingi Achmad Effendi sebagai rajanya.

Rabu, 26 Mei 2021, tiga hari sejak mengucapkan akad, kedua mempelai mengadakan resepsi di ballroom hotel berbintang di Jalan Pahlawan, Samarinda. Menurut informasi, kenduri ini mengundang sekurang-kurangnya dua ribu orang.

kaltimkece.id mengikuti jam demi jam pesta tersebut. Dari luar gedung, dugaan pelanggaran protokol kesehatan sudah nampak. Kerumunan orang terbentuk saat registrasi. Ada dua meja panjang untuk tamu mendaftar di teras ballroom. Satu meja untuk tamu very important person, satu lagi buat undangan umum.

Meja registrasi umum inilah yang ramai dipadati tetamu yang mengenakan masker. Puluhan orang mengantre mulai dari halaman depan hingga sisi kiri gedung. Jarak para tamu mengantre, sangat bisa dipastikan, kurang dari 1 meter. Kerumunan ini diperkirakan terjadi karena panitia membatasi jumlah orang yang masuk. Sementara para tamu, banyak yang datang berombongan sehingga tertahan di luar gedung.

Para tamu yang berbaris menunggu giliran ini akan diberi selembar kupon biru untuk ditukarkan suvenir. Antrean tersebut dibuat memutar sekali untuk melewati sebuah mesin deteksi sebelum masuk ke tempat acara. Semakin sore pada Rabu itu, semakin banyak yang datang.

Amru, 37 tahun, adalah anggota dari majelis yang sama dengan Hadi Mulyadi. Ia mengaku datang karena diundang. “Namanya juga undangan, tapi bermasker semua. Itu, ‘kan ada tulisannya,” kata Amru ketika dimintai pendapat mengenai resepsi putri Wagub Kaltim tersebut.

kaltimkece.id akhirnya memasuki lokasi sebagai undangan, bukan peliput. Sebelum masuk, para tamu dua kali disemprot hand sanitizer. Sekali di depan gedung, sekali lagi ketika masuk. Dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan tiga petugas keamanan berjaga di pintu utama. Tamu harus menunggu sejenak sebelum diperbolehkan masuk satu per satu.

Sebuah papan bertuliskan “No Facebook Story, No Instagram Story. Dilarang memfoto kegiatan pernikahan ini,” menyapa di ruangan pertama. Ketika pertama kali kaltimkece.id melewati ruangan ini dengan mengaku sebagai wartawan, seorang petugas laki-laki yang mengenakan jas mencegat. Laki-laki itu mengatakan, acara tersebut bersifat personal. Awak media tidak diperbolehkan meliput kegiatan tersebut.

Di dalam ruangan resepsi, tamu akan bertemu dekorasi berupa alun-alun dan pendopo kecil putih di tengah-tengah ruangan resepsi. Dari dua antrean yang kaltimkece.id lihat, barisan VIP sepi. Sebaliknya, antrean undangan umum dipadati puluhan orang. Para tamu kemudian satu per satu nak ke panggung untuk bertemu kedua mempelai.

Hadi Mulyadi dan istri menyambut para tamu sambil berdiri di samping pelaminan. Mereka tidak berjabatan tangan, hanya gestur salam meskipun sekali dua kali bersalam tinju kepada para tamu. Setelah bertemu dengan mempelai dan keluarga, para tamu punya dua pilihan. Menunggu di tempat makan prasmanan di dekat pintu keluar atau keluar dengan mengambil suvenir dan makanan kotak di halaman gedung.

Dugaan Kuat Pelanggaran Prokes

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, dr Nathaniel Tandirogang, mengatakan jika ada kerumunan orang dengan jarak di bawah 1 meter, dapat dipastikan melanggar protokol kesehatan. Ketika prokes dilanggar, timbullah potensi penularan virus Covid-19. Ketua Satgas Covid-19 Universitas Mulawarman ini mengatakan, kendati ada pelonggaran aktivitas di Kaltim, prokes sejatinya tetap harus ditegakkan.

"Jika memang terjadi pelanggaran, saya kira Pak Wagub perlu memberi penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat. Memberi pencerahan kepada kita semua," jelas Nathaniel kepada kaltimkece.id melalui sambungan telepon.

Akademikus dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Nurliah, setuju apabila Hadi Mulyadi perlu mengklarifikasi resepsi ini. Acara tersebut, bagaimanapun, dilangsungkan di tengah pandemi.

"Sebagai seorang pejabat publik, tentunya (resepsi) menimbulkan pertanyaan. Bagaimana protokol kesehatan dan lain sebagainya," terang Nurliah. Publik pun wajar menanyakan keputusan Wagub mengadakan resepsi dengan undangan sebanyak itu.

Mantan anggota Komisi Informasi Kaltim tersebut juga heran dengan larangan awak media masuk ke gedung resepsi. Menurutnya, tidak semestinya Hadi Mulyadi sebagai publik figur di Kaltim menghindari pers. Sebagai wakil gubernur, Hadi selayaknya memberikan contoh kepada masyarakat. Segala tindak-tanduknya akan menjadi sorotan, baik yang bersifat institusional maupun personal.

Konfirmasi Sementara

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Sekretariat Provinsi Kaltim, HM Syafranuddin, mengklaim prokes diterapkan dengan ketat. Tamu dilarang berjabat tangan dengan mempelai dan keluarga. Kehadiran undangan juga dibagi tiga sesi, mulai pukul 10.00-12.00, 12.00-14.00, dan terakhir 14.00 16.00 Wita.

"Setelah itu, gantian tamu lain dan begitu seterusnya. Yang hadir hanya say hello, tidak boleh bersalaman," imbuhnya.

Syafranuddin mengatakan, tamu di dalam ruangan resepsi juga dibatasi 50 orang. Setiap tamu hanya diberikan waktu 15 menit di dalam. Mayoritas undangan juga berasal dari luar daerah seperti Jakarta dan Sulawesi. Tamu dari Samarinda, terangnya, hanya 40 persen dari total yang diundang.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Operasi, Kepolisian Resor Kota Samarinda, Komisaris Polisi Andi Suryadi, menjelaskan ada 25 personel yang diturunkan untuk menjaga acara tersebut. Selain arus lalu lintas, kepolisian mengawasi penegakan prokes di luar gedung. Kompol Andi mengatakan, prokes dalam acara aman dan telah ditegakkan.

“Sampai saat ini, tidak ada (yang tidak memakai masker). Semua sesuai protokol kesehatan,” ucapnya.

kaltimkece.id berusaha menghubungi panitia acara maupun menemui Hadi Mulyadi untuk mengonfirmasi dugaan pelanggaran prokes di luar gedung. Akan tetapi, hingga artikel ini diturunkan, keduanya belum bisa ditemui. (*)

Editor: Fel GM

Baca juga:
folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar