Hobi

Kisah Polisi dari Samarinda dengan 5 Juta Penonton di YouTube

person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 4795 Kali
Kisah Polisi dari Samarinda dengan 5 Juta Penonton di YouTube

Sumber Foto: Channel YouTube Omsenanggamer27

Kuliah tak terurus
Terenyah dari kampus
Dan kini berjalan lurus

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
13 September 2018

kaltimkece.id Dari depan komputer jinjing seharga Rp 85 juta, Brigadir Polisi Dede Sumarna mengatur letak microphone berkepala merah agar tepat di depan mulutnya. Opsir berusia 31 tahun itu juga menyesuaikan luas tangkapan kamera sehingga hanya keningnya yang nampak di layar. Dengan begitu, seragam polisi yang dikenakannya tak terlihat sama sekali. 

Setelah seluruh persiapan “siaran” itu beres, Dede kemudian membuka Ome TV. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya bercakap-cakap dalam mode video. Pemakai Ome TV bertemu secara acak sehingga perbuatan negatif terkadang ditemukan karena mereka tidak saling kenal sebelumnya. Sebagai contoh, ucapan kotor dan kasar sampai menghina fisik lawan bicara. 

Di belantara maya itulah, sang polisi hadir. Penampilan petugas Kepolisian Sektor Kota Samarinda Ilir yang memperlihatkan dahi belaka tentu saja rawan ejekan. Sejumlah pengguna aplikasi, rata-rata masih berusia belasan, kemudian mencerca keningnya. 

“Lebar amat, Om. Seperti lapangan bola,” tutur seorang pengguna Ome TV.

“Mukanya jelek, ya?” tanya warganet berikutnya.

“Lagi (maaf) coli (masturbasi) ya, Om?” ejek yang lain.

Begitu puas menerima ejekan, Dede segera beraksi. Pelan-pelan, tangkapan mata kamera dilebarkan. Lawan bicara terkejut setengah hidup begitu mengetahui Dede mengenakan seragam dinas. Sebagian mereka yang kaget mengeluarkan sumpah serapah. Sebagian lagi memohon ampun. Sisanya, mengambil langkah seribu dengan memutuskan koneksi. Prank!

Jutaan Penonton

Aksi Dede “merazia” pengguna media sosial yang nakal kemudian direkam dan dilempar ke YouTube. Video tersebut segera viral seturut dengan channel YouTube Dede yang kian ramai dikunjungi. Ditambah lagi adegan pertemuan yang tak disengaja antara Dede dengan istrinya, Nia Noviarti, yang juga menggunakan Ome TV. Sebuah stasiun televisi swasta nasional sempat menyiarkan video tersebut saking hebohnya. 

Sejak diunggah pada 24 Maret 2018, video Dede berjudul “Ketemu Kids Zaman Now di Ome TV Auto Ciduk” telah ditonton 1,1 juta kali. Pengikut atau subscriber saluran Dede, Omsenanggamer27, merangkak menuju 141 ribu orang. Dari total 84 video, karya Dede telah dilihat 5 juta kali. Pencapaian itu membuat Dede diganjar penghargaan bergengsi dari Youtube, Silver Play Button, pada Mei 2018. 

Silver Play Button, sejalan dengan namanya, adalah piagam berbentuk ikon play dari situs berbagi video milik Google itu. Piagam yang terbuat dari perak murni tersebut diberikan kepada pemilik channel dengan pencapaian 100 ribu subscriber. Silver Play Button sampai di tangan Dede sepuluh hari setelah surat elektronik dari YouTube ia terima. Durasi tersebut adalah lamanya waktu mengirim piagam dari Amerika Serikat menuju Korea Selatan, lalu ke Singapura, sebelum sampai di Tanah Air. 

“Saya tidak menyangka menerima piagam ini. Saya bermain YouTube awalnya hanya untuk menghibur,” tutur Dede kepada kaltimkece.id ketika ditemui di kantornya pada pembukaan September 2018. 

Sebagai anggota kepolisian, ayah dua anak ini mengatakan, kegemaran membuat video juga bertujuan menyampaikan pesan moral dan edukasi. Aksinya adalah untuk membawa pesan kepada warganet agar lebih bijak saat bergaul di dunia maya. Hal itu seturut dengan tugas Dede sebagai seorang Bhabinkamtibmas.

“Media sosial ini terlalu liar, tidak ada filter. Saya hanya mencoba menertibkan," ucapnya.

Pencapaian Dede juga membuahkan penghasilan. Dari konten di YouTube, dia menerima sekitar USD 300, kira-kira Rp 4 juta, yang dicairkan pada tanggal 21 setiap bulan. 

Kesuksesan Dede sebagai YouTubers tidak jatuh dari langit. Ia mengawali karier YouTubers-nya dengan membuat video blog atau vlog pada 2015. Saat itu, Dede hanya menggambarkan keseharian sebagai polisi yang bertugas menjaga tahanan. Rekaman tanpa editan itu rupanya mendapat respons yang bagus karena dilihat 300 ribu kali. Dede pun semakin bersemangat. Ia melihat ada ruang untuk mengubah citra polisi yang angker menjadi lebih ramah dan atraktif. 

Game, Drop Out, dan Sponsor

Dede Sumarna masih duduk di semester empat di sebuah peguruan tinggi di Samarinda Seberang ketika gemar-gemarnya bermain game online. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya dari kedai ke kedai internet. Pendidikannya pun berantakan karena sering absen di ruang kuliah. Dede di-drop out.   

Pada 2004 silam, kabar Dede dikeluarkan dari kampus membuat kedua orangtuanya, Emboen Soeryana dan Fatimah, gusar sekaligus kecewa. Padahal, lelaki kelahiran 31 Januari 1987 di Samarinda itu cukup berprestasi sejak SD hingga SMA. Sejak saat itu, bungsu dari lima bersaudara tersebut harus menjalani waskat, pengawasan melekat, dari ayah dan ibunya. 

“Itu adalah titik balik bagi saya,” kenang Dede. Kekecewaan orangtua membuat ia menyesal dan bertekad memperbaiki keadaan. Dede memilih mendaftar sebagai anggota polisi pada 2005 demi memperbaiki kedisiplinan. Dia pun menuju Balikpapan dan lulus tes seleksi. Hidup barunya dimulai. 

Meskipun telah bekerja, Dede tetap rindu bermain game. Lelaki berkumis tipis yang menikah pada 2009 ini sadar, hobinya harus diseimbangkan dengan bekerja dan keluarga. Dede terus belajar mengatur waktu. Ia hanya bermain game sebagai hiburan setelah lelah bekerja. Ia juga beruntung karena istrinya seringkali mengingatkan andaikata Dede lupa waktu. 

Baca juga:
 

Tak disangka, pengalaman pahit masa lalu justru ikut mendukung karier digital Dede. Pria yang mengajar pramuka di Saka Bhayangkara itu merekam kelihaiannya bermain game dan dilempar di YouTube. Dede memang mahir memainkan Rules of Survival, Dead By Daylight, Gang Beast, Dota, Grand Theft Auto V, Mobile Legend, hingga PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG. Saat bermain, Dede terkadang menyiarkannya secara live streaming

Konten itu rupanya disukai oleh warganet. Setiap video maupun live streaming ditonton rata-rata 20 ribu orang. Sponsor mulai berdatangan. Dede kini resmi bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Taiwan untuk meng-endorse produk mereka. Nilai kerja sama itu puluhan juta rupiah. Dede sudah mendapatkan laptop mewah seharga Rp 85 juta dari situ. 

Dede juga tak lupa menebus kesalahan masa lalu. Si manusia 5 juta penonton itu sedang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Mulawarman, Samarinda. Dia menerima beasiswa dari kepolisian dan Pemerintah Provinsi Kaltim karena pemahamannya yang baik di bidang multimedia.

"Kesempatan kali ini tidak bakal saya sia-siakan," kata Dede, Pak Polisi yang mahir bermain game dan tenar di dunia maya, membulatkan tekadnya meraih gelar sarjana. (*)

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar